Cara Orang Tua Atasi Kebosanan Anak Dalam Penerbangan

Hasil dari penelitan ini memperlihatkan bahwa mayoritas orang tua khawatir bagaimana cara menghibur anak-anak mereka saat di pesawat.
, Majalah Kartini | 22/09/2018 - 18:00

MajalahKartini.co.id – Dalam sebuah penerbangan jarak jauh, di menit ke 49 dan 47 detik, anak-anak di bawah usia 12 tahun akan mulai bertanya kepada orang tuanya, “Apakah kita sudah sampai?”. Ini merupakan hasil riset dari Emirates bekerjasama dengan Dr. Sandi Mann, seorang psikolog dan spesialis kebosanan dari Universitas Central Lancashire.

Bersama salah satu maskapai terbesar di dunia ini, Dr. Mann mengeluarkan Child Boredom Quotient (CBQ) untuk membantu orang tua mengidentifikasi dan mengatasi rasa bosan anak-anak dalam sebuah penerbangan, dimana di saat yang bersamaan, para orang tua juga berjuang melawan kebosanan mereka sendiri.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 2.000 orang tua di Inggris yang memiliki anak-anak di bawah usia 12 tahun, Dr Mann membagi ke dalam 4 kategori, yakni Active (A), Passive (P), Creative (C), dan Sensory (S). Hasil pembagian kategori ini akan membantu para orang tua untuk menghasilkan aktivitas untuk menghilangkan kejenuhan sebelum dimulai.

Hasil dari penelitan ini memperlihatkan bahwa 64% orang tua khawatir akan perihal bagaimana menghibur anak-anak mereka dan 43% memiliki kekhawatiran bahwa anak-anak mereka akan mengganggu penumpang lain. Sementara itu, 41% orang tua mengakui bahwa mereka memberikan anak-anak mereka camilan, permen, cokelat atau pun keripik demi perilaku baik dari anak-anak selama penerbangan.

Temuan lainnya mengatakan bahwa 33% dari orang tua mengaku bahwa mereka menggunakan perangkat elektronik yakni memasang ponsel atau tablet dengan menghadirkan permainan dan aplikasi favorit, serial tv, atau pun film favorit buah hati untuk mengalihkan perhatian anak-anak agar tetap tenang selama perjalanan. Temuan terakhir mengatakan bahwa 16% dari orang tua membiarkan para anak mereka berlarian sebelum boarding.

 

Namun, bukan hanya memberikan gadget atau ‘pengasuh elektronik’ yang dilakukan para orang tua ketika bepergian dengan anak-anak mereka di pesawat terbang. Sekitar 7% dari responden mengakui mencoba menggunakan masker mata untuk membuat anak tertidur lebih pulas. (*)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: