Ketika Anak Bosan Melakukan Penerbangan Jarak Jauh

Hasil dari penelitan ini memperlihatkan bahwa mayoritas orang tua khawatir bagaimana cara menghibur anak-anak mereka saat di pesawat.
, Majalah Kartini | 13/11/2017 - 11:04

MajalahKartini.co.id – Dalam sebuah penerbangan jarak jauh, di menit ke 49 dan 47 detik, anak-anak di bawah usia 12 tahun akan mulai bertanya kepada orang tuanya, “Apakah kita sudah sampai?”. Ini merupakan hasil riset dari Emirates bekerjasama dengan Dr. Sandi Mann, seorang psikolog dan spesialis kebosanan dari Universitas Central Lancashire.

Bersama salah satu maskapai terbesar di dunia ini, Dr. Mann mengeluarkan Child Boredom Quotient (CBQ) untuk membantu orang tua mengidentifikasi dan
mengatasi rasa bosan anak-anak dalam sebuah penerbangan, dimana di saat yang bersamaan, para orang tua juga berjuang melawan kebosanan mereka sendiri.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 2.000 orang tua di Inggris yang memiliki anak-anak di bawah usia 12 tahun, Dr Mann membagi ke dalam 4 kategori yakni Active (A), Passive (P), Creative (C), dan Sensory (S). Hasil pembagian kategori ini akan membantu para orang tua untuk menghasilkan aktivitas
untuk menghilangkan kejenuhan sebelum dimulai.

Hasil dari penelitan ini memperlihatkan bahwa 64% orang tua khawatir akan perihal bagaimana menghibur anak-anak mereka dan 43% memiliki kekhawatiran bahwa anak-anak mereka akan mengganggu penumpang lain. Sementara itu, 41% orang tua mengakui bahwa mereka memberikan anak-anak mereka
cemilan, permen, cokelat atau pun keripik demi perilaku baik dari anak-anak selama penerbangan.

Temuan lainnya mengatakan bahwa 33% dari orang tua mengaku bahwa mereka menggunakan perangkat elektronik yakni memasang ponsel atau tablet dengan menghadirkan permainan dan aplikasi favorit, serial tv, atau pun film favorit buah hati untuk mengalihkan perhatian anak-anak agar tetap tenang selama perjalanan. Temuan terakhir mengatakan bahwa 16% dari orang tua membiarkan para anak mereka berlarian sebelum boarding.

“Orang tua dari anak-anak yang berusia 3 hingga 4 tahun akan mulai menyadari bahwa di saat-saat seperti ini mereka sangat aktif secara fisik. mulai belajar tentang kemandirian dan mereka mulai membutuhkan hal-hal yang lebih canggih untuk menghibur mereka dibandingkan ketika umur mereka lebih muda. Misalnya, ‘pengasuh elektronik’ seperti tablet dan ponsel, belum tentu cocok untuk semua kalangan usia,” ujar Dr Sandi Mann, psikolog dan spesialis kebosanan dari Universitas Central Lancashire.

Tak hanya itu, orang tua dari anak yang memiliki usia lebih muda akan menemukan bahwa mereka memberikan perhatian yang kurang jika dibandingkan dengan apa yang mereka berikan ke anak yang berusia lebih tua. Menghilangkan interaksi dengan ‘pengasuh elektronik’ ini akan mencegah anak-anak dari rasa jenuh yang mengganggu.

Namun, bukan hanya memberikan ‘pengasuh elektronik’ yang dilakukan para orang tua ketika bepergian dengan anak-anak mereka di pesawat tebang. Sekitar 7% dari responden mengakui bahwa mereka mencoba menggunakan masker mata untuk merasa lebih santai hanya untuk menghindari gangguan yang kiranya akan terjadi di sekitar mereka. (Foto: The Star)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: