Inilah Faktor Penyebab Hiperaktivitas pada Anak

Hiperaktivitas (GPPH) Atau Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) terjadi disebabkan oleh beberapa faktor.
, Majalah Kartini | 18/07/2017 - 09:06

Inilah Faktor Penyebab Hiperaktivitas pada Anak
MajalahKartini.co.id – Hiperaktivitas (GPPH) atau Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan yang paling sering dijumpai dengan Prevalensi sekitar 3-7% . Gambaran GPPH yang penting adalah hiperaktivitas/impulsivitas dan/atau inatensi yang pervasif, di mana biasanya diketahui saat usia 7 tahun, terjadi sekurangnya 6 bulan.

Hiperaktivitas dan/atau inatensi harus terjadi di ≥ 2 tempat (misalnya di sekolahdan di rumah). Ada bukti ketidakserasian perkembangan sosial, akademik, atau fungsi okupasi.

Menurut dr. Citra Fitri, Sp.KJ dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros, kesulitan ADHD antara lain:

1. Memusatkan perhatian dalam mengerjakan tugas
2. Duduk diam
3. Mendengarkan dan mengikuti instruksi
4. Mengorganisasikan tugas
5. Mengolah informasi cepat dan akurat

Anak dengan GPPH umumnya tidak sabaran, sering menginterupsi pembicaraan orang lain, menyampaikan komentar yang tidak sesuai, dan menunjukkan emosinya tanpa batasan. GPPH dapat berlanjut hingga remaja dan dewasa. Remaja dengan GPPH mengalami hubungan teman sebaya yang buruk, masalah akademik, konflik dengan orangtua maupun guru, risiko penyalahgunaan zat dan harga diri rendah.

Gejala hiperaktif dan impulsif pada orang dewasa cenderung ditunjukkan dengan ketidakmampuan memperhatikan dapat menyebabkan masalah di tempat kerja dan di lingkungan sosial.

Etiologi GPPH terjadi karena beberapa faktor yaitu:

Faktor Biologi
1. Genetik
2. Abnormalitas neurologi terutama pada lobus frontal, dibandingkan antara anak dengan GPPH dan yang tidak mengalami GPPH. Ditemukan adanya penurunan aliran darah lobus frontal pada anak dengan GPPH.
3. Hipotesis adanya hubungan antara GPPH terkait dengan neuro-transmitter system dopaminergik, noradrenergic, dan serotoninergik, terlibat dalamaktivitassistemkatekolaminergikdalam area otak yang berfungsi pada fungsi eksekutif, atensi dan aktivitas motorik, yaitu pada korteks prefrontal, serebellum dan struktur subkortikal.

Faktor lingkungan
1. Konflik keluarga yang berkepanjangan, psikopatologi orangtua, buruknya hubungan keluarga lebih banyak terjadi pada anak dengan GPPH.
2. Rendahnya tingkat pendidikan orangtua, orangtua tunggal dan status sosio-ekonomi yang rendah meningkatkan kemungkinan terjadinya GPPH.

Cedera Otak
1. Perkembangan GPPH, banyak terkait dengan kehamilan dan persalinan.
2. Lahir secara prematur, mengalami hipoksia saat lahir karena fetal distress
3. Ibu perokok dan alkoholik selama kehamilan
4. Paparan terhadap toksinseperti timbale, merkuri, organofosfat, polychlorinated biphenyls selama perkembangan

Nutrisi
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menilai keterkaitan hiperaktivitas dankonsentrasi/atensi dengan nutrisi dan diet, dengan hasil bervariasi. Hingga saat ini, tidak ada studi dirancang baik dalam mengkaji hubungan salisilat dan gula sebagai faktor pemicu GPPH, masih perlu berbagai studi lanjutan.

Bagi klinisi, dalam menangani pasien dengan GPPH kepada orangtua, sebaiknya diberikan edukasi untuk membuat pilihan makanan yang cermat, memilih makanan alami serta membatasi pewarna makanan sintetis. Harus diakui bahwa melakukan eliminasi zat aditif ini bukanlah satu-satunya intervensi yang dilakukan pada tata laksana GPPH. Sebagaimana diketahui, GPPH adalah gangguan multifaktorial sehingga diperlukan berbagai intervensi. (Foto: Kompasiana)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: