Ini Masalah Utama bagi Ibu Menyusui ASI Eksklusif dan Solusinya

Masalah apa saja yang banyak dihadapi oleh ibu menyusui?
, Majalah Kartini | 11/10/2016 - 16:30

MajalahKartini.co.id – Setelah acara gathering pertama Komunitas Pejuang ASI Indonesia berlangsung pada 30 Mei 2016 lalu, dr. Ameetha Drupadi selaku founder tuntas meresmikan komunitas ini. Menurut data hingga 10 Oktober 2016, anggota komunitas hampir mencapai 1000 orang, benar-benar pertumbuhan yang signifikan. KARTINI coba mencari tahu permasalahan yang paling banyak dihadapi bagi para ibu menyusui. Hal ini sangat menarik, sudah sama-sama diketahui tidak ada yang lebih baik bagi bayi selain ASI, maka beruntung sekali bagi ibu yang bisa memberikan ASI kepada bayi mereka. Masalah yang paling banyak dihadapi adalah tongue tie atau lip tie sehingga membuat menyusui tidak sempurna dan bayi tak sepenuhnya memperoleh gizi ASI atau juga membuat puting ibu luka dan trauma menyusui. Selain itu keadaan posisi menyusui yang tidak sempurna atau kurang sesuai. Semestinya seluruh aerola masuk rapat ke mulut bayi sehingga tidak banyak angin masuk saat menyusui dan puting ibu juga tidak lecet bahkan terluka. Selain itu ada juga punya masalah ASI yang kurang banyak keluar, cukup banyak ibu yang mengeluhkan hal demikian sehingga membuat ibu putus asa dan memberikan susu formula pada buah hatinya. Dan tentunya kesemua masalah ini ada solusinya.

Berikut ini solusi dari permasalahan yang paling banyak dihadapi ibu menyusui:

Solusi tongue tie dan lip tie adalah dengan tindakan medis sehingga bayi dapat menyusui sempurna dan tak melukai puting sang ibu. Untuk ASI yang sulit keluar atau mungkin hanya sedikit harus dirangsang dengan terus menyusui buah hati, pijatan cinta untuk memstimulasi hormon oksitosin yang menghasilkan ASI dan kunci terpenting ibu harus bahagia. Lebih sering menyusui ASI justru lebih baik. Kendala yang dihadapi umumnya konsistensi dari para ibu menyusui serta komitmen nya untuk memberi asi eksklusif sampai 6 bulan penuh. Karena memang menyusui adalah proses yang penuh perjuangan, berpeluh, berderai air mata bahkan berdarah jika proses menyusui melukai sang ibu. Oleh karena itu menyusui butuh perhatian dan penanganan khusus serta dukungan orang-orang terdekat baik suami, orang tua dan sahabat, juga Komunitas Pejuang ASI Indonesia. (Teks: Novy Agrina/Foto: Shutterstock)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: