Ini Manfaat Kedekatan Antara Ayah dan Anak

Diperlukan kerja sama dan kekompakan antara ayah dan ibu agar sang buah hati bertumbuh dan berkembang baik secara fisik dan psikologis.
, Majalah Kartini | 01/10/2016 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Perlu usaha dan komitmen dari orang tua demi tumbuh kembang anak yang optimal terutama pada masa emas anak (0-5 tahun). Peran ayah sama pentingnya dengan peran ibu yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan balita.

Psikolog anak, Naomi Soetikno mengatakan, pola asuh ayah kepada anaknya bisa dikatakan lebih menyenangkan karena gaya pengasuhan anak lebih ke arah bermain dan memberi tantangan fisik kepada balita. “Biasanya ayah lebih mengajak anak dengan permainannya logika, sehingga anak akan merasa tertantang. Anak yang terbiasa dengan tantang akan lebih antusias. Bermain bersama ayah akan mengasah kecerdasan emosional anak,” ujar Naomi dalam acara press conference Baby Happy “Aku dan Ayah Happy Day’s Out” di Jakarta,

Setiap orang tua ingin anak bertumbuh dan berkembang dengan baik. Maka dari itu, diperlukan kerja sama dan kekompakan antara ayah dan ibu agar sang buah hati bertumbuh dan berkembang baik secara fisik dan psikologis. Tidak hanya tugas seorang ibu dalam membesarkan anak di rumah, tetapi peran ayah sangat besar dalam sebuah keluarga selain mencari nafkah.

Menurut Naomi yang juga sebagai dosen Universitas Tarumanegara ini menjelaskan, ada empat unsur peran ayah, yaitu structure, warm, accessibility dan playing. Ia menjelaskan bahwa rumah tangga akan lemah arahnya jika tidak memiliki kepala keluarga yang tegas menerapkan aturan bagi anak-anaknya.

Tetapi ini perlu diimbangi dengan ayah yang hangat kepada anak-anak dimana seorang ayah dapat menjadi tempat buah hati mencurahkan isi hatinya.  seorang ayah harus mudah diakses oleh anak di sela-sela pekerjaannya. “Hal ini membuat sang anak akan selalu merasa aman dan terlindungi walaupun ia sedang tidak bersama ayahnya. Yang terakhir adalah playing, dimana ayah harus termotivasi untuk bermain bersama anak-anaknya,” lanjutnya.

Pada balita usia 0-2 tahun, bermain bersama ayah akan membantu perkembangan sensor motorik mereka; sedangkan pada balita usia 2-5 tahun akan membantu perkembangan logika mereka. “Anak yang banyak bermain bersama ayahnya logika dalam berpikir akan lebih jalan, mereka akan lebih mudah bersosialisasi, sedangkan anak yang lebih dekat dengan ibunya akan menjadi anak yang lebih hangat disebabkan sifat ibu yang lebih ‘ngemong’. Tentunya akan sangat baik jika anak dekat secara emosional dengan kedua orangtua,” jelas Naomi. (Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: