Dorong Kemampuan Kognitif Anak Melalui Dongeng

Menerapkan pola makan sehat lewat mendongeng karena anak lebih suka mendengarkan.
, Majalah Kartini | 06/11/2017 - 16:04

MajalahKartini.co.id – Mendongeng adalah salah satu kegiatan yang banyak dilakukan para orangtua kepada anak-anaknya menjelang tidur. Tanpa Anda sadari, dongeng yang setiap hari Anda ceritakan kepada Si kecil ternyata mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak, menanamkan budi pekerti dan nilai positif kepada anak. Dan melalui cerita lucu, anak akan memainkan imajinasinya membayangkan apa yang Anda sampaikan tanpa memberinya beban.

Berkomitmen untuk terus membantu mendorong tumbuh kembang anak, PT Nutricia Indonesia Sejahtera  kembali mendukung kegiatan Ayodi (Ayo Dongeng Indonesia) dalam Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2017 yang berlangsung selama dua hari 4-5 November kemarin di Perpustakaan Nasional RI.

Ini adalah tahun ketiga bagi Nutricia berpartisipasi dalam acara tahunan yang digelar oleh Komunitas Ayodi ini. Mengusung tema “Cerita Ajaib”, FDII 2017 ini melibatkan 50 pendongeng/ penampil dari dalam dan luar negeri, serta sekitar 150 relawan membawakan cerita ke seluruh anak negeri, baik di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga Aceh. “Selain pemenuhan nutrisi yang tepat, kami berkomitmen membantu kecerdasan kognitif anak demi tumbuh kembang optimal,” ujar Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia.

Tahun ini, Danone juga menunjukkan komitmen tersebut melalui karyawan-karyawannya yang sangat bersemangat membawakan dongeng untuk menghibur dan mengedukasi anak mengenai pola hidup sehat. Edukasi melalui berbagai kanal merupakan hal yang penting, mengingat Indonesia masih memiliki beban ganda masalah nutrisi, yaitu kelebihan nutrisi (overweight) dan kekurangan nutrisi (stunting). Apalagi di Indonesia, 37.2% balita, atau sekitar 84 juta jiwa, menderita stunting.

Masalah ini tidak dapat ditanggulangi hanya oleh satu orang dengan instan, tetapi membutuhkan edukasi mengenai pangan, hingga gaya hidup. Nutricia berharap, kegiatan mendongeng dapat menjadi salah satu sarana menarik untuk mengedukasi anak mengenai hal tersebut.

Atas kondisi di atas, Nutricia melalui program Bintang Nutricia merasa bahwa dongeng bisa menjadi jembatan psikologis antara orang tua dan anak dan juga sebagai media yang sangat tepat untuk memberikan pemahaman tentang nutrisi dalam proses tumbuh kembang anak. “Bintang Nutricia mempunyai tanggung jawab untuk membekali orang tua dan anaknya dengan pemahaman nutrisi dan pola tumbuh kembang anak di masa mendatang. Mendongeng adalah salah satu media yang tepat untuk menyampaikan nilai-nilai dari rumah mengenai pentingnya nutrisi, nilai-nilai budi pekerti, moral dan pembentukan karakter anak dalam proses tumbuh kembangnya,” kata Fauziah Syafarina Nasution, External Communication ELN Danone Indonesia saat ditemui di sela-sela acara FDII 2017, Minggu (5/11).

Di festival dongeng kali ini karyawan Danone Indonesia turut serta tampil menjadi sukarelawan untuk menghibur anak-anak dengan dua cerita yang bertujuan untuk memperkenalkan anak dengan buah dan sayur, serta mengajarkan anak tentang gaya hidup sehat. “Melalui Cerita ‘Penyihir Muka Asam dan Dita’ yang ditampilkan oleh karyawan Danone yang tergabung dalam program Bintang Nutricia, kami ingin dongeng ini dapat kembali diceritkan oleh orang tua kepada anaknya. Sehingga akan makin banyak anak yang menyukai makanan sehat terutama sayur dan buah-buahan”, lanjut Fauziah.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kegiatan Danone volunteer bersama Ayodi ini menjadikan mereka peduli, memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk melakukan kegiatan sosial di luar secara sukarela. Salah satu alasan diadakannya Bintang Nutricia kata Fauziah ialah berdasarkan berdasarkan pengalaman ketika relawan berintraksi dengan anak-anak, mereka sangat senang tanpa merasa digurui sehingga metode yang paling tepat adalah dongeng.

“Kemudian kita mulai berpartisipasi dalam FDII dan menciptakan cerita-cerita dongeng dimana setiap kali festival dongeng dilakukan kami menampilkan volunteer dongeng kami sendiri dari lingkungan Danone Indonesia,” katanya. Para volunteer dibekali dengan workshop setiap tahun nya untuk penyegaran bagaimana cara mendongeng yang tepat. “Kemarin diisi dengang Kak Ayo terus sempet ada Kak Rika jadi setiap tahun itu ada refresh karena kan untuk tampil mereka butuh ilmu, jadi kita siapin terus dan latihan,” jelasnya.

Setiap tahun cerita dongeng yang disampaikan berbeda-beda. Tahun lalu memang ditujukan bagi anak-anak usia dengan judul ‘Bagus Warnamu Indah Warnamu Apa Rasamu’ lebih pada pengenalan karakter-karakter atau buah-buah. Sedangkan tahun ini, judulnya “Penyihir Si Muka Asam dan Dita”, ditujukan bagi anak semua umur dan bisa dilakukan kapanpun. “Kita bursaha mendapatkan perhatian anak lebih banyak lagi mengenai kebiasaan makan sehat dan hidup sehat. Target kami sederhana saja, kita ingin anak-anak berubah pola makannya menjadi makanan yang lebih sehat karena kita temuin di beberapa tempat sebelum kita memulai program ini banyak sekali anak-anak yang tidak suka sayur dan buah, bahkan saya sendiri sebagai ibu pernah dapet gerakan tutup mulut dari anak ketika saya memasukkan sayur dan buah dalam makanannya,” paparnya.

Permasalah ini dialami banyak orangtua sehingga muncullah ide untuk mendongeng. “Saya uji coba dengan anak saya dan ternyata mereka lebih mendengarkan, lebih tertarik, lebih mau coba jadi kita akhirnya bergerak selama tiga tahun kita bergerak untuk ngedongeng ini. Karena kan kebiasan hidup sehat itu harus dimulai dari usia dini sebagai investasi jangka panjang jadi kami ingin bersama para orang tua lainnya,” tukasnya.(Foto : Andim – Nutricia)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: