Perjuangan Halimah Yacob, Presiden Perempuan Pertama Singapura

Siapa sangka, jika presiden terpilih Negeri Singa Halimah Yacob pernah berjualan nasi padang di gerobak dorong kecil.
, Majalah Kartini | 13/09/2017 - 13:01

MajalahKartini.co.id – Menjalani kehidupan tidak selalu mudah dan lancar, seperti halnya Halimah Yacob yang sebelumnya harus berjuang penuh untuk hidup. Saat dirinya susah tidak banyak orang yang memperdulikannya, namun keberuntungan dan usaha kerasnya selalu berpihak secara positif padanya hingga saat ini.

Dilansir dari berbagai sumber, Halimah Yacob adalah perempuan kelahiran 23 Agustus 1954 di Queen Street, area Bugis. Latar belakangnya berasal dari keluarga yang kurang mampu dan dirinya menjadi satu-satunya anak perempuan diantara empat saudara laki-lakinya. Ayahnya meninggal sejak dirinya berusia 8 tahun, sehingga ibunya harus menanggung beban kelima anaknya seorang diri.

Meskipun menjadi satu-satunya anak perempuan, tidak membuat Halimah menjadi tinggi hati dan malas untuk membantu ibunya. Beliau adalah sosok anak yang rendah hati, rajin membantu ibunya, dan sangat berprestasi dalam akademik. Awalnya ibu Halimah Yacob berjualan nasi padang di gerobak dorong kecil di Shenton Way, dirinya harus bangun pagi-pagi buta untuk membantu ibunya memasak dan mempersiapkan dagangan sebelum masuk sekolah.

Perjuangannya belum selesai sampai di sana saja, dirinya harus membagi waktu antara membantu ibunya dan belajar. Halimah Yacob rajin membantu ibunya secara rutin membersihkan lokasi berjualan, merapikan meja dan kursi untuk pelanggan, mencuci peralatan makan dan masak, hingga melayani pelanggan yang datang ke tempat ibunya berjualan.

Dalam bidang akademik, Halimah Yacob juga menjadi salah satu siswi berprestasi sejak SMP-Kuliah. Saat SMP dan SMA dirinya diterima di sekolah ternama, pendidikan SMP ditempuhnya di SMP Chinese School Girl’s dan pendidikan SMA ditempuh di Tanjong Katong Girl’s School. Bersekolah di sekolah bergengsi tidak membuat Halimah menjadi anti sosial, dirinya mampu beradaptasi dengan orang-orang etnis lain meskipun dirinya memiliki darah keturunan Melayu.

Tinggal di rumah susun bersama ibu dan keempat saudara laki-lakinya tidak membuat Halimah Yacob meninggalkan tanggung jawab akademik. Di sela-sela membantu ibunya, Halimah Yacob berusaha untuk mengerjakan tugas dan belajar secara giat. Halimah Yacob bercerita bahwa dirinya saat SMA hampir dikeluarkan dari sekolah karena sering membolos membantu ibunya. Uang sekolah juga tertunggak selama masa SMP dan SMA karena keterbatasan keuangan keluarganya.

Berkat kegigihan dan ketulusan, mampu membawa dirinya bisa menempuh pendidikan di salah satu universitas bergengsi di Singapura yaitu Fakultas Hukum National University of Singapore. Keberuntungan kembali berpihak padanya, Halimah Yacob mendapatkan beasiswa sebesar 1.000 dollar Singapura dari Islamic Religious Council of Singapore.

Halimah Yacob menyelesaikan perkuliahannya pada tahun 1978 dan bergabung dengan Organisasi Perburuhan Singapura atau National Trades Union Congress (NTUC) dan memegang divisi hukum untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Ibu dari lima orang anak dan istri Mohamed Abdullah Alhabshee ini sangat berprestasi dan sudah berkarir selama 30 tahun di NTUC dan terakhir menduduki jabatan Deputi Sekretaris Jenderal berkat kegigihannya sejak awal.

Tahun 2001 dirinya mendapatkan tawaran eksklusif dari Perdana Menteri Goh Chok Tong dan dirinya setuju untuk terjun ke dalam dunia politik. Sejak terpilih untuk mewakili konstituensi Jurong, saat itu Halimah Yacob mulai mengukir sejarah dalam hidupnya. Dirinya menjadi perempuan pertama dari suku Melayu yang menjadi anggota parlemen Partai Aksi Rakyat.

Prestasinya tidak berhenti hanya disitu saja, tahun 2013 dirinya terpilih sebagai ketua DPR di Singapura dan menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut. Keberuntungan, kepintaran, dan kegigihannya mengiring Halimah Yacob untuk menjabat posisi sebagai Presiden Perempuan Pertama di Singapura yang akan dilantik hari ini. (Felita Herlina Ciciliani/Foto: Instagram).

 

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: