Meta Hanindita, Dokter Anak Gaul dan Multitalenta

Menulis, blogging, siaran, jadi presenter tv dengan tugas utama sebagaI dokter dijalani oleh dr Meta. Bagaimana ia menjalani segudang aktivitasnya.
, Majalah Kartini | 21/12/2016 - 15:15

meta-hanindita-dokter-anak-gaul-dan-multitalenta

MajalahKartini.co.id – Menjadi multitasking bukanlah masalah bagi dr. Meta Herdiana Hanindita SpA. Dia tidak hanya disibukkan dengan profesinya sebagai dokter anak tetapi ia juga mempunya aktivitas lain sebagai blogger, penulis buku, penyiar dan masih banyak aktivitas lainnya. Salah satu kunci yang membuat dr Meta bisa menjalankan semua profesi dan kegemarannya itu adalah bagaimana ia menghargai waktu.

Terbiasa dengan banyak kegiatan sejak kecil sehingga ia terbiasa membagi waktu dan selalu disiplin menghantarnya pada kesuksesnya. “Sebisa mungkin saya selalu menyusun skala prioritas dari semua kegiatan saya, dan mengusahakan untuk disiplin dan konsekuen. Saya sangat menghargai waktu, dan memang ingin sekali bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk produktif,” kata perempuan kelahiran Bandung 14 Februari 1984 ini.

Perempuan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini memberikan contoh kecil hal baik yang ia lakukan, yakni berusaha tepat waktu ketika membuat janji meskipun janjian dengan teman yang tidak tepat waktu. Dari pada waktunya terbuang sia-sia, ia selalu siap mengerjakan banyak pekerjaan lain di laptop. “Makanya handphone atau laptop selalu saya bawa. Kalau sudah di rumah, saya juga konsisten tidak mengerjakan pekerjaan lain selain untuk keluarga. Intinya sih keseimbangan, fokus dan disiplin ya menurut saya,” tuturnya.

Berbagai aktivitas yang berbeda tersebut bagi dr. Meta saling menunjang. Awalnya, menulis, blogging, siaran, jadi presenter tv itu merupakan hobinya sejak dulu, saat masih sekolah. Setelah menjadi dokter, ia bisa memanfaatkan hobinya ini untuk mengedukasi kesehatan kepada orang tua, demikian juga sebaliknya. “Karena saya suka menulis, suka siaran, membaca dan mengobrol juga, ini pun memudahkan saya untuk berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dimengerti pasien. Menurut saya sih sama-sama menunjang ya,” jelas Staff Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik RSUD Soetomo Surabaya ini,

Dekat dengan Para Pasien

Menciptakan kedekatan antara ia dengan pasiennya yang notabenenya ibu muda adalah suatu kewajiban bagi dr. Meta. Ia merasa punya kewajiban untuk mengedukasi orang tua terkait masalah kesehatan anak. “Jadi saya tak bosan-bosannya kok menjelaskan hal-hal basic pada mereka,” imbuhnya.

Dr. Meta mengaku ada banyak sekali pengalaman mengesankan selama menghadapi pasien. Bahkan ia sampai kebingungan untuk memilih yang mana. Tapi salah satu yang berkesan baginya ketika bertugas di Soe, Nusa Tenggara Timur di mana ia bertemu dengan banyak pasien anak yang orang tuanya memiliki pengetahuan yang minim tentang kesehatan. “Ada beberapa pasien saya, bayi-bayi yang luka bakar sekujur tubuh karena begitu lahir, diletakkan di atas tempat tidur dengan api di bawahnya. Konon menurut kepercayaan mereka, hal ini dapat mengusir roh jahat yang bisa mengikuti bayi baru lahir,” kata dia.

Dr. Meta juga menceritakan hal-hal yang banyak dikonsultasikan para orangtua tersebut dan kekhawatirannya terhadap pertumbuhan buah hati mereka. Mulai dari berat badan bayi yang susah naik, taut perkembangan anak tidak normal, sampai apa yang harus dilakukan jika anak sakit.

Disiplin Mengasuh Anak

meta-hanindita-dokter-anak-gaul-dan-multitalenta1

Sebagai ibu yang memiliki anak perempuan, dr. Meta juga menerapkan EBM pada kesehatan putrinya. Meskipyn ia sempat bingung dengan berbagai macam pendapat yang ada terkait dengan kesehatan anak yang berbeda-beda. Untunglah ada EBM, sehingga ia bisa mencari tahu cara yang baik dan benar. “Dan ini bukan hanya berdasar pendapat pakar, kata tetangga, pengalaman teman saja, melainkan benar-benar telah teruji secara ilmiah. Saya yakin, semua orang tua menginginkan yang terbaik bagi anaknya, termasuk saya. Cara saya salah satunya adalah menerapkan EBM itu tadi,” jelasnya.

Sejak awal kehamilan, ia dan suami sudah sepakat untuk berdisiplin dalam mengasuh anak. Sehingga ia bisa lebih mudah dalam menjalankan pola asuh yang match. Ia pun berbagi tips kepada ibu muda agar bisa menjalankan pola asuh yang baik pada anaknya meskipun ibu sibuk bekerja. Sebagai ibu bekerja adalah bagaimana cara menjaga keseimbangan membagi waktu, membagi fokus, membagi diri antara keluarga dan pekerjaan. Tapi selalu mengusahakan semaksimal mungkin di masing-masing bidang.

“Saat sedang bekerja, fokuskan benar-benar agar hasilnya pun maksimal. Jangan sampai nih, kita sudah mengorbankan waktu untuk keluarga, lalu hasil pekerjaannya biasa-biasa saja. Demikian pula di rumah, begitu sampai sebisa mungkin hindari membuka pekerjaan. Manfaatkan waktu seoptimal mungkin dengan keluarga,” pungkasnya. (Foto: Doc. Pribadi)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: