Meena K Adnani, Sosok Tangguh Dibalik First Media

Selama kurang lebih lima tahun sebagai lawyer di Singapura, Meena akhirnya memutuskan berkarier di Indonesia.
, Majalah Kartini | 26/05/2017 - 08:03

Meena-K-Adnani,-Sosok-Tangguh-Dibalik-First-Media

MajalahKartini.co.id – Meena Kumari Adnani (47) adalah sosok perempuan yang penuh semangat dan pekerjaan keras. Maka tak heran saat ini ia memegang peran sebagai First Media EVP Content Development and Business Affairs yang berarti bahwa ia bertanggungjawab melakukan negosiasi kepada semua channel yang ada di platform.

Hal ini bertujuan agar bisa didistribusikan dengan baik ke semua pelanggan. Jadi, pekerjaan itu bukan sekadar negosiasi tapi, Meena harus melihat channel apa saja yang dibutuhkan sekarang, apa yang sering ditonton pelanggan dan apa yang sudah tidak relevan lagi.

“Harus lihat market refresh dan segmentasi pelanggan juga. Disamping itu saya juga harus lihat bisnis refenue juga karena kan harus masuk akal. Percuma kita bayar sekian tapi refenue-nya kecil, nggak dibutuhkan. Jadi saya harus lihat semua sebagai semacam holistik apa yang kita perlukan,” jelas perempuan bertubuh jenjang ini.

Dari sisi pemasaran pun tak dilewatkannya, ia terus menjalin kerjasama dengan channel-channel dan mencari sponsor. Meskipun di konten timnya sangat kecil tapi di marketing ia memiliki banyak tim yaitu 40 orang.

Anak ke empat dari tujuh bersaudara ini tidak pernah memandang sesuatu sebagai tantangan karena ia selalu membekali diri dengan mentalitas yang kuat. Apa yang ia pikirkan harus ia jalani. Ketika ia tidak bisa mendapatkan sesuai dengan apa yang ia dan management harapkan, Meena berusaha mencari alternatif solusinya. “Bagi saya semua masalah sebetulnya ada solusinya. Karena kalau dibawa stres nanti cepet tua,” imbuhnya.

Meena bangga bisa menjadi bagian di First Media, karena di perusahaan tersebut memberikan kesempatan yang sama kepada semua karyawan. Ia mengatakan sekitar 40% management diduduki perempuan. Suatu hal yang patut diapresiasi, dimana saat ini masih banyak perusahaan memandang perempuan sebelah mata.

“Di luar negeri aja jarang banget paling kalau ada sepuluh orang atau kalau ada satu cewek juga bersyukur. Saya merasa ujung-ujungnya ini kembali ke manajemen karena terus terang saya bisa begitu lama disini kurang lebih empat tahun. Disini mereka tidak pernah melihat kamu cewek atau cowok kamu background apa? Yang mereka lihat adalah kompetensinya,” ungkap Meena.

Sebelum bergabung di First Media, Adnani meraih gelar Bachelor of Law dari University of London. Dia juga berkualifikasi sebagai Pengacara di Inggris dan Wales pada tahun 1999 dan diterima di New York Bar pada tahun 2001. Pada 2001 – 2005 ia menjabat sebagai Direktur / Wakil Penasehat Hukum di MTV Asia LDC, Singapura.

Selama kurang lebih lima tahun sebagai Lawyer di Singapura, Meena akhirnya memutuskan berkarier di Indonesia. Berbagi pengalaman ia lalui, yakni pada 2006-2007 ia menjadi SVP Business Affairs Astro Indonesia, 2008-2010 ia menjabat sebagai Managing Director di Yayasan YCAB, kemudian pada tahun 2011-2013 Meena mendapat posisi Direktur Pengembangan Bisnis, Penjualan & Pemasaran Investasi Global Finance, barulah kemudian ia merambah di First Media selaku Wakil Presiden Eksekutif Pengembangan Konten dan Urusan Bisnis sejak 2013-2016.

“Saya pindah kesini karena orang tua saya. Saya di luar negeri sudah 20 tahun pas lulus SMA, rasanya terlalu jauh sama orang tua. Orangtua mengizinkan saya kerja di Singapura karena mereka tahu prospek di Singapura jauh lebih bagus tapi meskipun dekat gak sama keluarga sama aja bohong,” paparnya.

Pendirian untuk bersama keluarga membawanya kembali ke tanah kelahirannya, tepatnya di Jakarta. Awalnya Ia mendapat tantangan tinggi karena di Indonesia permintaan tenaga ahli asing sangat tinggi. “Karena saya memiliki pengalaman,  kualifikasi di luar negri, dan pengetahuan lokal sejak saya menjadi warga negara Indonesia, saya yakin saya bisa melakukan yang terbaik,” kata Meena.

“Untung dari dulu mentality saya sangat kuat. Saya merasa kalau saya pasarkan diri saya sesuai dengan pandangan orang saya pasti kalah. Banyak orang kalau terima jawaban yang nggak sesuai ekspektasi cepet drop kalau saya nggak. Saya orangnya sangat kuat jadi saya sealu bilang tidak mengapa jika pintu itu tertutup pasti ada pintu lagi,” tutur Adnani.

Pribadi yang mandiri, disiplin, dan pantang menyerah, mewarnai perjalanan kariernya hingga saat ini. Dirinya berkeyakinan jika tantangan adalah peluang menggapai kesuksesan. Meski terlihat sebagai perempuan yang taft dalam melakoni pekerjaan, Meena adalah sosok perempuan yang humble, memiliki rasa kepedulian yang tinggi dengan lingkungan sekitar, dan mudah berinteraksi.

Pandangannya soal hidup terbilang tidak rumit, lewat akun Facebooknya Strong and Shine, dirinya kerap memaknai filosofi kehidupan dengan berbagi kata-kata inspiratif yang mampu memotivasi siapapun. Di akun facebook miliknya yang beranggotakan lebih dari 2.000 orang tertera kalimat pembuka, “Kekuatan bukan soal tampilan power. Ini bukan tentang kontrol  agresif. Ini tentang menyeimbangkan hak-hak yang menyertai tanggung jawab, pertanggungjawaban yang datang dengan kekuatan.

Hal Itu ditemukan dalam keheningan orang yang lemah lembut, ketekunan yang ulet, rasa sakit yang terputus dan harapan orang yang sepi. Dimana ada kehidupan selalu ada harapan. Jadi tetap kuat dan selalu fokus,” dikutip dari akun FB Strong and Shine.

Akun Strong and Shine ini bertujuan untuk menginspirasi siapa saja, agar tetap kuat tidak peduli situasi apapun yang menimpa Anda, untuk berbagi satu sama lain dalam melakukan perjalanan yang memilukan ini, sehingga kita dapat tumbuh dari setiap kekuatan. (Foto: Dok. Pribadi)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: