Peluncuran Buku “Perhiasanku” Persembahan Untuk Perempuan Indonesia dari Mien R. Uno  

Perhiasan punya tempat tersendiri di hati perempuan. Mien R. Uno merasakan hal yang sama dan ingin membaginya lewat buku.
, Majalah Kartini | 08/06/2018 - 10:00

MajalahKartini.co.id – Buku kesembilan dari Mien R Uno, seorang pendidik, figur media, serta pakar etiket dan pengembangan diri telah terbit. Buku berjudul “Perhiasanku” ini adalah buah pemikirannya sekaligus perwujudan kecintaannya terhadap perhiasan yang dikumpulkannya sejak dulu. Bersama dengan seorang penulis profesional yang membantunya dalam menyusun naskah buku, Debbie S. Suryawan, Mien dapat membagikan idenya mengenai perhiasan kepada seluruh perempuan Indonesia.

Bersama penulis yang membantunya, Debbie S. Suryawan

“Saya melihat apa yang perlu untuk diri kita, perlu untuk masyarakat. Jangan menulis sesuatu yang tidak punya nilai berbagi,” ungkap Mien saat ditanyai tentang motivasinya untuk menulis. Ia juga menekankan bahwa perempuan Indonesia agar selalu berbagi jika punya pengetahuan atau keahlian. “Kalau punya ilmu jangan buat diri sendiri. You have to share with others.”

Tampilan beberapa halaman buku perhiasanku.

Menurut Mien, Indonesia kaya dengan material perhiasan dari alam. Hal itu tercermin dari sebagian perhiasan koleksinya yang berasal dari tanah nusantara. Perhiasan-perhiasan tersebut turut dipamerkan kepada undangan beserta perhiasan dari mancanegara miliknya. “Indonesia itu unik dengan batu-batuannya, dengan mutiaranya.” Maka dari itu, Mien senang sekali membuat perhiasan dari material alam yang ditemukannya. Batu-batuan, cangkang eksotis, atau mutiara akan dibawanya sendiri ke pengrajin untuk diolah menjadi perhiasan. “Dengan itu, kita menghidupkan para pengrajin,” paparnya.

Koleksi perhiasan yang turut dipamerkan.

Selain karena keindahannya, Mien mengoleksi perhiasan karena ia tahu kalau perhiasan bisa dijadikan sebagai alat investasi. Oleh sebab itu, ia tidak suka membeli perhiasan yang pasaran karena nilainya akan rendah. Menurutnya, dua hal yang menjadikan perhiasan itu mahal adalah kualitasnya dan keunikannya.

Untuk para pembaca KARTINI, Mien menyampaikan tips untuk merawat perhiasan agar tetap awet. Yang pertama, dilarang menumpuk perhiasan, karena hal itu berpotensi untuk merusak bentuknya. Setelah dipakai, perhiasan dapat didiamkan sebentar agar terkena udara sebelum disimpan. Jangan lupa, balut perhiasan dengan kain flannel dan masukkan ke dalam kotak agar tetap terjaga. Jika Anda tertarik mengetahui serba-serbi perhiasan secara lebih lengkap, silahkan kunjungi toko buku Gramedia terdekat dan miliki buku ini segera. (*)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: