Taktik Gerilya Nyimas Gamparan, Pendekar Perempuan dari Banten

Nyimas Gamparan merupakan Jawara Banten yang berhasil membuat penjajah Belanda keteteran dengan taktik gerilyanya.
, Majalah Kartini | 10/11/2016 - 19:30

MajalahKartini.co.id – Provinsi yang berada di ujung Barat Pulau Jawa, yakni Provinsi Banten, dahulu merupakan sebuah kerajaan besar Kesultanan Banten yang menyisakan banyak cerita. Salah satunya cerita Nyimas Gamparan dan Nyimas dan Nyimas Melati.

Nyimas Gamparan dikenal dalam perang Cikande. Perang yang terjadi sekitar tahun 1829 – 1830 itu dikarenakan Nyimas Gamparan yang memimpin puluhan pendekar perempuan menolak Cultuurstelse (1830) yang diterapkan oleh Belanda kepada pribumi. Nyimas Gamparan adalah sosok perempuan perkasa yang merupakan salah satu anggota keluarga Kesultanan Banten.

Pascadihapuskan Kesultanan Banten pada 1813 pada era Sultan Muhammad Syafiudin, keluarga kesultanan Banten melakukan diaspora atau menyebar ke berbagai wilayah, bahkan keluar pulau Jawa dengan dendam membara atas penghapusan kesultanan. Nyimas Gamparan kembali ke Banten dengan menyamar sebagai rakyat jelata, dan secara diam-diam memobilisasi massa untuk melawan Belanda

Dalam menghadapi Belanda, Nyimas Gamparan dan pasukan perempuannya menggunakan taktik gerilya, sehingga membuat Belanda keteteran. Pasukan Nyimas Gambaran memiliki markas persembunyian di wilayah yang kini disebut Balaraja. Konon penamaan Balaraja berasal dari pasukan Nyimas Gamparan. Balaraja, tempat singgah para raja (Asal kata Balai dan Raja) dan juga yang menyebutkan tempat berkumpulnya Bala (teman) tentara Raja.

Berbagai cara Belanda mencoba mengalahkan pasukan Nyimas Gamparan, hingga Belanda menggunakan politik devide et impera. Di mana Raden Tumenggung Kartanata Nagara yang menjadi Demang di Wilayah Jasinga, Bogor diminta bantuannya untuk menumpas Srikandi Banten ini. Dalam politik itu, Tumenggung Kartanata diiming-imingi akan dijadikan penguasa di daerah Rangkasbitung.

Setalah itu disetujui, pasukan Ki Demang inilah yang kemudian diadu denagn pasukan Nyimas Gamparan. cara Belanda menggunakan politik devide et impera ini ternyata cukup ampuh. Nyimas Gamparan berhasil dikalahkan oleh pasukan Tumenggung Kartanata Nagara. Nyimas Gamparan pun disemayamkan di daerah Pamarayan, Serang Banten. (Sopan Sopian/Foto: Istimewa)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: