Rumah Amalia Berdayakan IRT Ubah Limbah Jadi Produk Kreatif

Membuat produk kreatif dari barang-barang bekas yang bernilai.
, Majalah Kartini | 03/01/2018 - 13:02


MajalahKartini.co.id – Setiap hari masyarakat tidak lepas dari sampah. Sampah merupakan material sisa baik dari hewan, manusia, maupun tumbuhan yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan ke alam dalam bentuk padatan, cair ataupun gas. Berdasarkan sifatnya sampah terbagi dalam dua jenis yaitu sampah organik (dapat diurai/ degradable) yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.

Jenis lainnya adalah sampah anorganik (tidak terurai/undegradable). Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersial atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.

Sampah anorganik inilah yang diberdayakan Yayasan Rumah Amalia. Yayasan tersebut kembali menggulirkan program dalam meningkatkan dan pengembangan potensi masyarakat melalui program Kreativa. Dengan mengajak ibu-ibu mendaur ulang sampah menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomis.

Barang-barang seperti sedotan, kantong kresek, koran, botol bekas, kertas koran hingga kulit jagung, melalui proses keatif dijadikan hiasan seperti bunga-bunga yang indah hingga boneka lucu. “Biasanya kan ibu-ibu bingung mau ngapain setelah mengantar anaknya sekolah. Nah sambil nunggu, akhirnya kita buat program ini. Mengerjakan hal-hal kreatif ini,” ujar Ida Ayu Rofiqoh, Ketua Program Kreativa Rumah Amalia Rabu (27/12).

Karena peminatnya cukup banyak, Ida mengatakan, program ini dibagi dalam tiga kelompok. Dimana masing-masing kelompok mendapat kesempatan satu kali setiap pekannya. Yakni setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis.

Mengerjakan ini pun tidak terlalu sulit. Namun dibutuhkan ketelitian dan juga ketelatenan yang cukup. Ida mengatakan, hasil hiasan-hiasan kreatif ini kemudian dipasarkan secara daring. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang memesan untuk dijadikan hiasan di meja kantor.

“Pada dasarnya, barang yang kami butuhkan untuk bahan dasar sangat mudah didapat. Jadi modal yang dikeluarkan pun tidak banyak, paling hanya untuk membeli lem atau kawat. Harganya pun tergantung kerumitan saat membuat karya tersebut,” ujar Ida.

Bahkan tidak sedikut pula ibu-ibu yang mendapatkan pesanan secara pribadi. Baginya, hal tersebut merupakan salah satu hasil positif yang bisa dirasakan ibu-ibu sekitar Rumah Amalia. “Kegiatan ini juga untuk mempererat silahturahmi. Jadi bukan hanya belajar, tapi memberikan hal positif bagi para ibu,” ujarnya.

Tidak jarang pula ibu-ibu yang memanfaatkan waktu berkumpul ini untuk berdiskusi permasalahan keluarga dan anak. Seperti diketahui, Rumah Amalia adalah yayasan yang fokus pada pengembangan anak dan keluarga. (Foto: Istimewa)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: