Nyimas Melati, Kisah ‘Singa Betina’ dari Tanah Banten

Nyimas Melati bersama sang ayah berhasil melawan penjajah Belanda di tanah Banten hingga Ia dijuluki Singa Betina.
, Majalah Kartini | 10/11/2016 - 21:00

MajalahKartini.co.id – Kisah selain Nyimas Gamparan melawan Belanda di tanah Banten, ada pula Nyimas Melati. Kisah ini tidak kalah heroik dengan Nyimas Gamparan dalam melawan penjajah. Nyimas Melati ini tercatat sebagai pahlawan wanita dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia di Wilayah Tangerang dan menjadi sebuah Gedung Wanita Nyi Mas Melati di Jalan Daan Mogot.

Selain itu Nyimas Melati juga diabadikan sebagai nama jalan Nyi Mas Melati di mana berdiri gedung KPUD Kota Tangerang. Berbagai sumber menyebutkan, Nyimas Melati merupakan anak perempuan dari Raden kabal yang turut berjuang melawan penjajah sekitar tahun 1918.

Saat itu Tangerang dikuasi oleh sekelompok tuan tanah yang mendapat dukunganb pemerintah kolonial.Pribumi saat itu sangat sedikit yang memiliki tanah pribadi. Para tuan tanah itu menguasai sendi kehidupan masyarakat bidang sosial, ekonomi, hingga budaya.

Tekanan demi tekanan pun terjadi bahkan pemerasan dan pemaksaan hingga kehidupan rakyat kala itu begitu melarat. Akhirnya, pemberontakan rakyat pun muncul. Pemberontakan itu dipimpin Raden Kabal dan Nyimas Melati. Perjuangan ini disebut Milisi Raden Kabal.

Milisi Kabal sering mengadakan penghadangan di daerah-daerah Tangerang. Dalam pertempuran melawan Kompeni Belanda Sang Raden dibantu putrinya, Nyimas Melati dan Pangeran Pabuaran Subang.

Salah satu pertempuran yang tertulis pertempuran Pabuaran Subang yang dijadikan tempat gugurnya Pangeran Pabuaran dari Subang saat perang dengan Kompeni. Nyimas Melati terkenal akan keberanian dan ketangguhannya dalam ilmu beladiri maupun olah kanuragan.

Nyimas Melati laksana Singa Betina ketika menyerang musuh-musuhnya keberaniannya tercatat dalam benak para orangtua dahulu. Sehingga untuk mengubur jejak kepahlawanannya Nyimas Melati akhirnya dimakamkan dibanyak tempat, di antaranya di Desa Bunar Kec. Sukamulya (pemekaran Balaraja), Tangerang Barat. (Sopan Sopian/Foto: Katawarta)

BAGIKAN HALAMAN INI: