Naya Slime dan Jatuh Bangun Bisnis Slime yang Aman

Menciptakan kreasi slime dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga aman bagi anak-anak.
, Majalah Kartini | 02/11/2017 - 12:03

MajalahKartini.co.id – Selebgram dan youtubers Almeyda Nayara Alzier atau akrab disapa Naya Slime ternyata penghasilnya mencengangkan. Siapa sangka, usaha slime yang ia rintis diusianya yang masih sangat muda ternyata omsetnya mencapai Rp 26 juta perbulan. Ia mulai menciptakan mainan bertekstur kenyal tersebut sejak kelas 3 SD. Awalnya, ia saat melihat salah seorang kakak kelasnya membawa mainan ini. Karena penasaran, akhirnya Naya bertanya “Ini namanya apa kak”?, “Ini slime,” jawab sang kakak kelas.

Dari situlah, ia mulai mencari tutorial membuat slime di youtube. “Setelah pulang dari sekola, saya langsung browsing di youtube cara membuat slime lalu melakukan eksperimen,” ujar Naya saat Workshop membuat slime dengan Naya Slime di Kidzania Jakarta, Minggu (29/10). Saat ditanya, alasa dia akhirnya suka membuat slime dan berbisnis, gadis cilik ini mengaku baru pertama kali melihat mainan yang unik (slime), baginya mainan berupa jelly ini adalah sesuatu yang lucu. “Waktu itu belum ada mainan seunik itu pokoknya unik,” ujarnya.

Sang Ibu yang juga mendampingi Naya menceritakan bahwa, Naya mulai memperkenalkan kreasi slimenya di sekolah saat ada kegiatan enterpreneur yang diadakan setiap bula. “Naya memberanikan diri menjual slimenya di sekolah dan Alhamdulillah temen-temennya suka,” kata Mama Naya. “Awalnya temen-temen nanya, ‘ini apa sih?’ Saya bilang ‘ini slime’ dan akhirnya temen saya makin lama makin suka, akhirnya pada beli,” kata Naya dengan polosnya.

Keberhasilan gadis 10 tahun ini membuat slime yang bagus dan aman bukanlah tanpa proses. Ia harus menghadapi banyak kegagalan dalam bereksperimen. Bukan hanya itu saja, awalnya sang ibu juga kerap melarang Naya membuat slime karena menggunakan bahan-bahan kimia.

 

Bahkan, ia kerap membuat slime dengan detergen dan pewarna makanan di kamar mandi menggunakan blitz handphone. Pertama kali buat slime awalnya gagal beberapa kali, sempet dimarahin mama karena rumah berantakan. Tapi kalau eksperimen belum berhasil aku tidak putus asa dan selalu mencoba sampai berhasil,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Mama Naya “Saat Naya bereksperimen 2 tahun lalu saya tidak setuju, karena rumah berantakan. Dan ia pakai detergen, seperti kita tahu ini berbahaya bahkan pernah sampai tanganya melepuh,” ujarnya. Naya terus berusaha dengan eksperimennya dan meyakinkan sang ibu bahwa ia bisa menciptakan kreativitas. Berbagai usaha dia lakukan untuk bisa membuat slime yang sempurna dengan melihat yotube cara membuat slime baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Hingga akhirnya, tahun 2016 lalu kreasi slime Naya mendapat sambutan baik dari berbagai stakeholder bahkan sempat meraih beberapa penghargaan sebagai anak kreatif. Didampingi orangtua, Naya akhirnya berhasil memberikan label SNI (Standar Nasional Indonesial pada produk slimenya. Dengan begitu, anak-anak diatas 6 tahun bisa bermain slime tanpa khawatir terhadap bahaya zat kimia. “Ini bukan proses yang mudah, butuh lama. Tapi yang penting slime Naya sudah aman. Kita meminimalisir penggunaan bahan kimia agar tidak berbahaya bagi anak-anak,” ujat Mama Naya.

Saat ini, Naya sudah menciptakan banyak sekali kreasi slime, setidaknya 10 diantaranya sudah mendapatkan label SNI. Menjadi pengusaha cilik dengan omzet puluhan juta lantas tak membuat Naya berpuas diri. Ia akhirnya menyebut usahanya “Berjualan dengan Sedekah”, dimana ia selalu menyedekahkan sebagian penghasilannya untuk umat. “Awalnya saya ngaji di belakang rumah, lihat di Musala Iqro dan Jus Amma pada rusak, jadi saya bilang ke mama untuk sedekahi dari hasil penjualan slime aku. Jadi yang beli slime juga sekaligus bersedekah,” imbuhnya.

Naya, menjual produk slimenya melalui instagram dibantu sang kakak. “Awalnya aku pakai Instagram mama lihat olshop, lalu aku minta tolong ke abang aku untuk bikin akun Instagram sendiri dan upload barang yang mau dijual,” ujarnya. Dibantu oleh 14 karyawannya, Naya Slime akhirnya bisa memproduksi sekira 50-80 kilogram.

Namun, karena saat ini ia mempercayakan karyawannya untuk membuat slime sesuai keinginan Naya. Mengingat ia masih sekolah, sehingga Naya baru bisa membuat slime di hari libur dan setelah pulang sekolah. “Naya sebenernya jago kandang, kalau di rumah dia pecicilan. Tapi sekarang karena dia sudah dikenal banyak orang melalui rasa percaya dirinya sudah lumayan,” imbuhnya. (Foto: Andim)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: