Najwa Shihab, Sosok Jurnalis dan Ibu Tangguh

Meski kini dikenal sebagai jurnalis andal, siapa sangka sebelumnya Najwa tidak pernah mendambakan profesi yang amat dicintainya ini.
, Majalah Kartini | 22/12/2017 - 16:04

MajalahKartini.co.id – Siapa yang tak kenal perempuan kelahiran Makassar 16 September 1977 ini? Wajahnya kerap muncul di televisi sebagai pembaca berita. Talk show garapannya pun, ”Mata Najwa” mendulang sukses dan kian melambungkan kredibilitasnya. Kini, Najwa Shihab memilih medium lain untuk meneruskan karier sebagai jurnalis. Keputusan putri dari ulama besar Indonesia Quraish Shihab ini pun didukung penuh oleh segenap keluarga.

Keramahan jurnalis  yang pernah dinobatkan sebagai Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit dalam ajang Panasonic
Gobel Awarads 2015 ini kental terasa di awal pertemuan tim redaksi KARTINI dengan Najwa Shihab di lokasi pemotretan. Membuka perbincangan, Najwa menceritakan masa kecilnya. ”Waktu kecil saya tinggal berpindah-pindah ikut dinas orang tua. Dulu saya anak yang pemalu. Tapi ibu selalu mendorong saya untuk aktif dalam berbagai kegiatan, hingga saya mulai memiliki rasa percaya diri,” ungkapnya.

Meski kini dikenal sebagai jurnalis andal, siapa sangka sebelumnya Najwa tidak pernah mendambakan profesi yang amat dicintainya ini. ”Saya kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, tentu cita-cita saya ketika itu adalah menjadi praktisi hukum. Bahkan sebelum wisuda, saya sudah diterima bekerja di salah satu law firm besar di Indonesia,” tegasnya.

Namun masa senggang akhir kuliah yang dimanfaatkan Najwa untuk mencari pengalaman di sebuah stasiun televisi nasional berhasil
mengubah semua rencana kariernya. ”Saya iseng magang di RCTI sebagai reporter berita. Tapi berkat tiga bulan magang, saya langsung jatuh cinta pada profesi ini,” tandasnya.

Momen magang yang berdekatan dengan Natal dan Lebaran, membuat Najwa banyak mendapat kesempatan menggantikan tugas para reporter yang cuti. ”Sebagai anak magang, saya beruntung diberi kepercayaan untuk meliput momen Lebaran
dan Natal. Bahkan saya ditugaskan meliput kedatangan Kofi Annan. Sejak itu, saya melihat dinamisnya profesi ini, terdapat kegairahan, serta tantangan tersendiri,” ujarnya.

Empat tahun mempelajari ilmu hukum, usai lulus kuliah Najwa justru putar haluan dan memilih bekerja sebagai reporter di stasiun televisi berita, Metro TV. Tahapan kariernya pun terbilang tidak instan. ”Jenjang karier saya sesuai prosedur, yakni reporter, asisten produser, produser, produser eksekutif, hingga jabatan akhir saya di Metro TV adalah wakil pemimpin redaksi,” ujar Najwa.

Beragam pengalaman pernah ia dapatkan ketika menjadi jurnalis. ”Tentu banyak pengalaman liputan berkesan yang pernah saya alami.
Salah satunya, saat meliput bencana tsunami di Aceh. Sebagai seorang ibu, anak, dan istri saya sangat tersentuh melihat bencana tersebut. Selain itu, sebagai jurnalis saya juga merasa beruntung dapat melihat proses demokrasi di negeri ini, ikut terlibat
langsung menyampaikan pada publik. Melihat beragam drama politik dan semacamnya,” tuturnya.

Selama 17 tahun berkecimpung di dunia televisi membuat Najwa ingin mempelajari dunia lain. ”Keputusan ini memang berat, tetapi saya ingin merantau lebih jauh,” jelas Najwa. ”Zaman sekarang, semua hal biasa diakses melalui ponsel pintar. Homeless media justru jadi media kuat, seperti broadcast WhatsApp, video di Facebook, Instagram, YouTube. Semua dapat dengan cepat viral. Hal ini sedang saya pelajari. Kami semangat mengkonversi ”Mata Najwa” di TV ke dalam dunia digital.” (Indri Wulandari/Foto: Majalah Kartini)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: