Lebih Dekat dengan Anak-Anak Rumah Amalia

Mendidik anak-anak yatim piatu dan kaum duafa serta ibu orang tua tunggal.
, Majalah Kartini | 31/01/2018 - 15:06


MajalahKartini.co.id – Rumah Amalia yang berada di Kelurahan Sudimara Timur, Kecamatan Cileduk, Kota Tangerang menjadi tempat nyaman dan aman bagi 90 anak yatim dan anak dari kaum duafa. Setiap hari sepulang sekolah mereka menghabiskan waktu untuk belajar, bermain dan bergembira di rumah tersebut.

Kegiatan yang sudah berlangsung sejak tahun 2006 silam, namun baru menjadi yayasan resmi di tahun 2011. Yayasan ini didirikan oleh Muhamad Agus Syafii yang berprofesi sebagai konsultan keluarga. Bersama 11 orang Iainnya, yang memiliki kecintaan dan perhatian terhadap pendidikan anak-anak bertindak sebagai pengajar, sekaligus donatur tetap yang mendanai seluruh kegiatan yayasan Rumah Amalia hingga saat ini. Mereka bahkan membiayai pendidikan sejumlah anak yatim piatu atau ditelantarkan oleh orang tuanya, agar tidak putus sekolah.

Rumah Amalia sebagai Rumah Belajar, sasaran utamanya adalah memberikan pendampingan dan pemulihan bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya, baik karena meninggal atau berpisah. ”Di tempat ini kami mengajarkan kepada mereka bahwa hidup ini adalah sebuah anugerah. Sepahit apapun yang dialami harus disyukuri karena sesungguhnya hidup adalah karunia Tuhan,” kata Agus pada kegiatan silaturrahmi di Ciledug Tangerang, Kamis (31/1).

Rumah Amalia mempunyai empat kegiatan yang diIakukan yakni pendidikan, konsultasi keluarga, lalu fun therapy dan kreativa. ”Kegiatan yang kami lakukan bertujuan agar anak-anak yang kehilangan orang tua tetap riang dan tetap punya harapan menjalani kehiadupan yang lebih baik dimasa datang,” imbuhnya.

Selain itu juga, kata Agus Rumah Amalia bisa menjadi tempat berlindung bagi anak-anak, termasuk yang mendapat perlakuan kurang baik di rumah. ”Di rumah mi kami siapkan tempat menginap bagi anakanak tersebut kita pulihkan psikisnya sebelum kembali ke rumah,” ujarnya.

Selain itu Rumah Amalia juga menjadi tempat tinggal tetap dari sekitar 10 anak yatim piatu dan anak terlantar yang sama sekali tidak memiliki tempat tinggal. ”Di sini kami sediakan perpustakaan, ruang belajar dan mengaji serta arena bermain,” katanya. Anak asuh Rumah Amalia terdiri dari anak usia sekolah dasar yang mencapai sekitar 60 anak, 30 anak lainnya duduk di bangku 5MP dan SMA. ”Kami harap apa yang kami berikan di Rumah Amalia bisa menjadi bekal mereka menjalani kehidupan yang lebih baik dimasa datang,” harap Agus.

Meski terbuka bagi pihak lain menyalurkan bantuan, Agus hanya membatasi dalam bentuk buku, makanan atau barang-barang bermanfaat lain, itupun sifatnya pribadi bukan institusi. ”Untuk materi tidak, karena kami takut motivasi kami berubah. Kami ingin tetap independen,” ujarnya.

Kegiatan Kreativa
Tak hanya bagi anak-anak yatim dan yang kurang beruntung, Rumah Amalia juga menjadi tempat belajar bagi janda (single parent) maupun ibu-ibu Iingkungan sekitar yang ingin meningkatkan taraf hidupnya. Setiap Rabu dan Kamis, mereka diajari menghasilkan kerajinan tangan diantaranya, membuat bunga dan vas bunga dari sedotan atau keraji‘nan lain dari bahan baku kulit jagung maupun bawang.

Kegiatan bernama Kreativa ini dimotori oleh lstri Agus sendiri dan telah menghasilkan berbagai kerajinan tangan yang bisa dijual dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu. Saat ini kata Agus terdapat 40 ibu yang ikut kegiatan Kreativa tersebut, 30 diantaranya merupakan orang tua dari anak-anak yang diasuh di Rumah Amalia.

”Melalui produk yang dihasilkan, mereka nantinya bisa mandiri dan membiayai anaknya setelah ditinggal suami,” ujarnya. Sebagian ibu-ibu tersebut kata Agus telah berhasil membuat kerajinan dan dipasarkan lewat online maupun pameran-pameran yang diadakan di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan. (Foto : Andim)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: