Gabi Shull, Menari Balet dengan Kaki Palsu

Meskipun garis takdir membuat kaki  Gabi harus diamputasi, gadis ini tetap semangat menjalankan profesinya sebagai balerina.
, Majalah Kartini | 24/01/2017 - 11:08

Gabi-Shull,-Menari-Balet-dengan-Kaki-Palsu

MajalahKartini.co.id – Kehilangan satu kaki, gadis remaja ini bertekad tetap memberikan inspirasi bagi semua orang. Pasalnya, meskipun terkena kanker tulang dan satu kakinya harus diamputasi, Gabi Shull tidak kehilangan semangat hidup.

Gadis asal Missouri, Amerika ini mengalami kehidupan pahitnya ketika berusia 9 tahun. Dirinya didiagnosa dokter menderita kanker tulang. Kejadian ini bermula ketika Gabi merasa lututnya bermasalah usai jatuh saat bermain ice skating. Rasa nyeri pada lutut tidak kunjung hilang selama 2 pekan, Gabi pun dibawa ke rumah sakit untuk melakukan X-ray.

Dari sana Gabi dinyatakan terkena Osteosarkoma. Agar hidupnya selamat, kaki kanan gadis ini pun harus diamputasi. Penyakit osteosarkoma ini merupakan jenis kanker tulang yang paling sering menyerang remaja berusia 20 tahun ke bawah dan anak-anak.

Meskipun berat menjalaninya, Gabi tetap tabah dan meminta sang ibu untuk membelikan kaki palsu agar ia bisa tetap menari balet. Balet sudah menjadi sebagian kegiatannya sejak berusia tiga tahun. Setelah operasi yang revolusioner, dokter membuat kaki palsu dengan teknologi canggih agar bisa menggantikan fungsi kaki kanan Gabi.

“Sangat menyakitkan kehilangan kaki, tapi aku ingin terus menari dan menari. Awalnya sakit saat memakai kaki palsu tapi sekarang saya sudah terbiasa dan sangat menikmatinya,” ungkap Gabi.
Dengan semangat yang luar biasa, Gabi menggelar acara pertunjukan balet dimana hasil penjualan tiket tersebut akan digunakan untuk berbagi kepada para penderita kanker tulang.

Gadis berusia 15 tahun ini juga terus mengkampanyekan agar setiap anak dan remaja harus menjaga diri dan berhati-hati supaya tidak terkena kanker tulang. “Ketika aku besar nanti aku ingin menjadi perawat atau ilmuwan untuk menemukan obat kanker. Aku yakin bisa,” ujarnya. (Foto: Health Medicine Network)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: