Berkah Evie Tavipi Jalani Profesi Sebagai Driver Taksi Online

Di masa sekarang ini pekerjaan bagi seorang single parents adalah sebuah berkah, pun seperti yang dialami oleh Evie. Bagaimana kisahnya?
, Majalah Kartini | 25/11/2016 - 13:00

MajalahKartini.co.id – Tuntutan ekonomi sepertinya tidak akan pernah habis termakan oleh waktu bahkan ketika usia sudah menginjak ke-51. Adalah Evie Enny Tavipi atau yang biasa disapa Evi, nampaknya masih tetap bersemangat menjalani roda kehidupan dengan status single parentnya. Evie merupakan sosok seorang ibu tangguh dari tiga buah hatinya, Deandra, Gaetano dan Cindranya.

Kehidupan Evie patut diacungkan jempol, asam manis pahit kehidupan sudah ia lalui bersama sang suami. Awalnya Evie bekerja di Hotel Horison Bekasi di bagian fitness center, terakhir posisinya sebagai front house manager karena hotel memiliki fasilitas seperti fitness swimming pool. Selain itu, Evie menjalani usaha kantin yang ia bangun bersama suami di lingkungan hotel tempat ia bekerja. Lantaran waktu yang tidak bisa terbagi dengan baik. Suami Evie menganjurkan untuk resign dari pekerjaan agar bisa fokus di rumah.

Sayangnya, keputusan resign tak seindah rencana mereka, sebulan kemudian suami tercinta jatuh sakit dan hanya hitungan hari meninggalkan Evie untuk selamanya. “Kepergian suami membuat saya tidak percaya, bahkan selama 3 bulan saya sempat colaps dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk bertahan,” ucapnya pada majalahkartini.co.id di Jakarta, Kamis (10/11).

Sementara itu, roda kehidupan terus berlanjut tanpa ditemani sang suami, segala kesedihan harus ia pendam dalam-dalam. Evie merasa tak bisa terus menerus seperti ini. Hingga tak kehabisan akal akhirnya Evie menekuni bisnis online shop sepatu sampai memutuskan mendaftar sebagai driver di salah satu aplikasi taksi online. Bekal menyetir yang ia miliki sejak masa sekolah membuat perempuan berhijab ini mahir mengendarai roda empat.

Perlahan tapi pasti perempuan kelahiran Yogyakarya 6 februari 1965 ini mulai bangkit, ia mulai menikmati rutinitasnya sebagai driver Uber sejak tergabung mulai tahun 2015. Penghasilannya bisa dibilang tidak sedikit dengan aktivitasnya bahkan lebih fleksibel dalam mengatur waktu. “Biasa saya mulai ambil penumpang jam 06.00 sampai jam 14.oo siang, setelah itu langsung kembali ke rumah, tidak kuat macetnya Jakarta-Bekasi,” ujarnya seraya tertawa.

Perempuan yang sekarang menetap di Bekasi ini bertutur bahwa menjadi seornag driver bagi sebagian orang tampak tidak biasa, tak urung banyak yang meragukan kemampuannya berkendara. “Yang ada dipikiran saya yah cari uang untuk menghidupi tiga anak dan berpikir survive apalagi saya itu senang nyetir daripada jalan-jalan habisin bensin mending cari uang tambahan,” tandas Evi yang juga hobi masak ini.

Dorongan kuat membuat Evie bertekad bulat untuk menjadi seorang driver. Risiko yang akan terjadi tak dihiraukan sama sekali, ia yakin apa yang terjadi hari ini dan esok adalah yang terbaik. Baginya, Tuhan sudah memberikan arah meskipun tanpa suami, dirinya sudah berhasil menghidupi anak-anaknya sampai ke jengjang pendidikan di perguruan tinggi.

Adapun kesan yang tak terlupakan oleh Evie saat membawa penumpang, ia banyak sekali belajar dari berbagai macam sifat orang. Berkah demi berkah ia dapatkan, ketika itu ia bertemu seorang penumpang yang bekerja di Kementerian, penumpang tersebut sangat kagum pada kegigihan Evie berjuang. Evie pun diajak oleh penumpang tersebut bergabung komunitas wanita single parents yang nantinya akan disertakan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengikuti kegiatan sosial. Tak hanya itu, Evie juga didaulat menjadi motivator inspirasi perempuan Indonesia tepatnya di Timika pada Maret 2017 yang bertema “Wanita Harus Kuat”.

Perjuangan Evie tak sia-sia, Deandra anak sulungnya melanjutkan sekolah Strata 2 di Korea Selatan melalui beasiswa, tidak hanya itu anak kedua Evie bernama Gaetano yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas sedang apply beasiswa di Korea Selatan dan Qatar, sedangkan anak bungsu Cindranya saat ini sudah menjadi atlet ternama. Cindranya merupakan atlet tolak peluru, ia sudah mengikuti ajang bergengsi seperti PON dan ke depannya akan mengikuti SEA Games 2018.

Evie hanya sebagian kecil perempuan single parents di Indonesia, masih banyak perempuan di luar sana yang harus meratapi nasib serupa seperti dirinya. Mereka perlu dukungan moral dari Pemerintah agar single parents lebih diperhatikan. Misalnya membuka lapangan pekerjaan yang layak, pemberian modal sistem simpan pinjam untuk berwirausaha, karena hal itu akan menimbulkan dampak ekonomi ke arah yang lebih baik.

Evie pun berharap menjalankan hidup seperti lagu yang dibawakan oleh musisi band ternama “D’Masiv-Jangan Menyerah”, lagu ini membuat Evie kuat dan terus berjuang.  Tuhan membawa suatu kondisi dimana harus melewati cobaan dengan mengambil suami tercinta. Sempat disinggung soal skill individu yang dimiliki oleh setiap orang itu berbeda saat bernasib sama seperti Evie, ia menuturkan “semua orang itu tidak cukup dengan skill yang ada tetapi ini soal keinginan untuk melakukan perubahan dan jangan terpuruk dalam kesedihan” tutupnya mengakhiri perbincangan. (Foto: Ecka Pramita&Doc Pribadi)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: