Mensos: Sistem Dikunci, E-Warung Tidak Bisa Beli Rokok

Ada 11 peluncuran e-warung di berbagai kota yang diintegrasikan dengan bantuan sosial.
, Majalah Kartini | 22/08/2016 - 17:00

e-warung

MajalahKartini.co.id – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan peluncuran e-warung di 11 kota merupakan bagian dari proses penyampaian bantuan sosial non tunai yang integrative holistic dengan PKH dan beras sejahtera (rastra).

Produk yang dijual di e-warung, hanya produk yang bermutu dan berkualitas, seperti beras, gula, minyak goreng, terigu, dan sekarang ditambah dengan telur.

“Di setiap e-warung sudah dilengkapi system dan hanya menyediakan produk, seperti beras, minyak goreng, gula, terigu dan ditambah telur. Jadi, kalau ada yang coba-coba membeli rokok dijamin tidak bisa karena system sudah di-lock, ” ujar Khofifah di Palembang, Sumatera Selatan.

Misalnya, lanjut Khofifah, di Surabaya sudah terintegrasi dengan pupuk bersubsidi dan LPG 3 kg, begitu juga di Sidoarjo terintegrasi dengan LPG 3 kg.

Setelah peluncuran, lanjut dia, di daerah memang terjadi proses pengintegrasikan bansos dari berbagai kementerian dan lembaga, sehingga bisa menyatu dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Dengan 11 peluncuran e-warung di berbagai kota yang diintegrasikan bansos dari berbagai kementerian dan lembaga, sehingga bisa menyatu dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujar dia.

Penerima Conditional Cash Transfer (CCT) atau Program Keluarga Harapan (PKH) akan menggunakan satu kartu dengan multifungsi dengan payung Himpunan Bank Negara (Himbara) dan di Sumatera Selatan menggunakan kartu BRI.

“Penerima bansos bisa mencairkan PKH dalam bentuk uang tunai di ATM BRI, BNI, Mandiri, serta BTN, karena keempat bank tersebut sudah terkoneksi sistemnya, ” ujar dia.

Bansos non tunai melalui e-warung, memutus mata rantai distribusi produk yang cukup panjang dan efisiensi, sehingga harga bisa lebih murah dibandingkan dengan di luar.

“Dengan bansos non tunai melalui e-warung bisa terwujud ketepatan sasaran, ketepatan jumlah, ketepatan waktu, serta ketepatan akses, 9″ kata dia.

Jumlah Rumah Tagga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) di Palembang memerlukan 73 e-warung. Tapi tadi Pak Walikota akan membantu menyiapkan satu e-warung di setiap kelurahan dengan nama e-warung gotong royong.

Kementerian Sosial memiliki target 612 ribu penrima PKH menerima secara non tunai dari 3,5 juta. Dengan bantuan Himbara dan empat bank BUMN bisa berjalan lancar.

“Target kami bisa melayanai 612 ribu penerima PKH secara non tunai dari 3,5 juta dengan bantuan dari Himbara dan empat BUMN tersebut, ” ujar dia.

Untuk ketersediaan produk-produk tersebut di e-warung, ditentukan dari distribusi dan suplai Perum Bulog dari bentuk karungan, kemudian dikemas lagi ke dalam bentuk yang kecil-kecil.

“Pengemasan kembali (repacking) dari karungan menjadi ukuran kecil-kecil di e-warung menjadikan ada income tambahan bagi warga sekitar, ” kata dia. Dilihat dari Jumlah Penerima Bansos di Palembang Diperlukan 73 e-warung. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Tags: , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: