Tips Bebas Cedera Saat Bermain di Taman Rekreasi

Ini beberapa tips yang bisa membantu Anda terbebas dari cedera di taman rekreasi.
, Majalah Kartini | 11/11/2017 - 09:33

MajalahKartini.co.id – Taman rekreasi sebagai salah satu tempat pemacu adrenalin nampaknya tidak berbahaya. Namun Anda tetap harus berhati-hati agar tidak terjadi cedera saat bermain wahana seru di taman rekreasi tersebut. Dilansir dari detikTravel, ini beberapa tips yang bisa membantu Anda bebas dari cedera di taman rekreasi.

1. Tahu kondisi diri

Ketika memutuskan untuk berlibur ke taman rekreasi, ada baiknya Anda mengukur kondisi kesehatan diri. Apakah Anda kurang tidur atau kurang enak badan? Jangan paksakan diri untuk pergi. Anda tidak ingin kan liburan ke taman rekreasi, ada beberapa wahana yang tidak dapat Anda mainkan? Jangan karena kondisi tubuh yang kurang sehat, Anda jadi kenapa-kenapa di taman rekreasi.

2. Cukup minum

Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan air dalam tubuh sehingga terhindar dari dehidrasi. Kurang minum saat seharian di taman rekreasi dapat menjadi sumber masalah. Dehidrasi dan kepala pusing dapat membuat Anda tidak fokus dan kehilangan keseimbangan. Sebaiknya minum yang cukup yaitu 2 liter sehari.

3. Tahu aturan naik wahana

Setiap wahana pastinya memiliki aturannya sendiri. Aturan yang dibuat itu harus dipatuhi agar tidak berisiko untuk Anda. Jika Anda memiliki penyakit jantung atau takut ketinggian, usahakan tidak naik wahana yang tinggi. Masih banyak wahana lain yang mungkin cocok untuk kondisi fisik Anda.

4. Dengar arahan operator wahana

Selain memenuhi aturan naik wahana, jangan abaikan pula arahan operator wahana. Biasanya sebelum wahana berjalan, operator akan memeriksa keamanan dan memberikan arahan pada Anda. Misalnya seperti memakai sabuk pengaman, simpan kacamata atau benda logam dan lain-lain.

5. Jangan ragu minta tolong pihak pengelola

Jika sedang asik-asiknya bermain dan Anda mengalami cedera di taman rekreasi, jangan ragu meminta tolong pihak pengelola. Taman rekreasi wajib memiliki ruang P3K dan staf untuk memberikan pertolongan pertama. Biasanya para operator wahana sudah memiliki P3K di setiap wahana yang dijaganya. (Cindy/Foto: Shutterstock)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: