7 Pecinan Tak Biasa di Berbagai Negara

Jangan pikir komunitas etnis Tionghoa atau Pecinan hanya ada di beberapa Negara yang Anda ketahui, seperti Singapura, Amerika, Inggris atau juga Indonesia.
, Majalah Kartini | 15/02/2018 - 15:30

 

KOLKATA, INDIA
Etnis Hindi yang memiliki unsur budaya kuat serta jumlah mayoritas, tak lantas membuat India menjadi negara yang luput dari tempat mengadu nasib para warga keturunan Tionghoa. Menurut sensus tahun 2012, terdapat sekitar 5.000 hingga 10.000 penduduk bermukim di Kolkata, India. Kolkata adalah satu-satunya kota di India yang memiliki kawasan Pecinan. Di sini, Anda bisa menemukan tempat ibadah masyarakat etnis Tionghoa, banyak gerai toko makanan yang menyajikan panganan khas Tionghoa, seperti dim sum, mi, dan semacamnya, serta banyak bangunan untuk fasilitas atau kegiatan para warganya [Pecinan]. Berjalan-jalan di wilayah Pecinan di India pasti akan membuat Anda lupa bahwa sedang berada di negeri Bollywood, pasalnya mulai dari desain interior bangunan hingga pernak-perniknya sangat khas negara Tirai Bambu. Jika ingin mencicipi kelezatan sajian Chinese food dengan sentuhan citarasa India yang kental, restoran yang recommended adalah Tung Fong. Mulai dari ayam kung pao, aneka sup, manchurian, hingga ayam bumbu kari dapat Anda nikmati. Kisaran harganya sekitar Rs1.000 atau setara Rp 200.000,- untuk dua orang.

 

LAGOS, NIGERIA
Benua Afrika yang identik dengan penduduk ras kulit hitam juga memiliki keunikan tersendiri, pasalnya banyak masyarakat keturunan Tionghoa yang juga menetap dan bermukim di sana. Salah satu negara Afrika yang memiliki ruang untuk etnis Tionghoa adalah Nigeria, tepatnya di kota Lagos. Tak hanya bekerja sebagai pekerja bangunan, ada juga masyarakat keturunan Tionghoa yang menempati posisi atau jabatan-jabatan penting di negara ini. Kawasan Pecinan di Lagos Nigeria sangat terlihat dari berbagai penjuru, karena desain bangunannya yang menyerupai benteng besar Tiongkok berwarna merah. Terdapat pintu utama yang sangat besar untuk memasuki area ini. Di dalamnya terdapat bangunan melingkar yang terdiri dari dua lantai. Banyak toko menjual aneka barang, mulai dari pakaian, mainan anak-anak, hingga makanan. Harga dagangan di pasar ini terbilang lebih murah dibandingkan pasar lainnya di Nigeria. Untuk mencicipi makanan, restoran yang direkomendasikan di kawasan Pecinan ini adalah China Town Express yang menyajikan aneka hidangan khas oriental yang lezat namun dengan harga terjangkau.

 

JOHANNESBURG, AFRIKA SELATAN
Negara di benua Afrika lainnya yang juga memiliki kawasan Pecinan adalah Afrika Selatan, tepatnya di kota Johannesburg. Imigran Tionghoa mulai berdatangan ke Johannesburg sejak awal abad ke-19, untuk mengadu nasib sebagai pekerja bangunan dan tambang. Perlu Anda ketahui, terdapat dua wilayah Pecinan di dalam kota Johannesburg yang dapat Anda sambangi sesuai keinginan kegiatan Anda. Di antaranya, wilayah Pecinan di Commissioner Street yang merupakan surga belanja bagi Anda yang hobi berbelanja atau berburu barang-barang dengan harga miring. Sedangkan wilayah Pecinan di Cyrildene adalah pusat kebudayaan Tiongkok yang kerap menggelar beragam atraksi atau show menghibur khas Tiongkok. Jika Anda berkesempatan wisata ke sini, jangan lupa cicipi sajian khas oriental di restoran chinese paling tua di Johannesburg, yakni di Swallows Inn. Menu favoritnya adalah udang asam manis, kari udang, dan bebek peking. Kisaran biaya menyantap makanan di restoran ini adalah ZAR 100 atau setara Rp 113.500,- untuk dua orang.

 

DRAGON CITY, BAHRAIN
Bahrain adalah negara Arab kecil berbentuk monarki di Teluk Persia. Bahrain berada dalam kelompok kepulauan antara Semenanjung Qatar dan sebelah timur laut pesisir Arab Saudi. Berada dalam lingkup negara Timur Tengah, tak membuat Bahrain tertutup untuk penduduk keturunan Tionghoa. Justru di negara ini terdapat sebuah kawasan Pecinan besar bernama Dragon City, berlokasi di Rd 6437 Building 4441, Diyar, Al Muharraq 973. Jika umumnya di negara lain kawasan Pecinan berbentuk seperti pasar tradisional, berbeda dengan Bahrain. Kawasan Pecinan di Dragon City tampak megah berdiri layaknya sebuah Mal besar di kota metropolitan. Banyak gerai toko yang mengisi Dragon City, mulai dari toko barang-barang elektronik, seperti ponsel, televisi, komputer, dan semacamnya hingga aneka mainan anak-anak serta pakaian yang semuanya merupakan produk buatan China. Bagi Anda pecinta gadget, berbelanja di sini sepertinya menjadi keharusan, karena Dragon City banyak menjajakan aneka produk digital dengan harga yang miring. Sedangkan untuk kuliner, sebaiknya Anda pergi keluar Mal dan mencari aneka restoran di dekatnya. Salah satu yang jadi rekomendasi adalah restoran China Garden yang beralamat di Gulf Hotel, Adliya, Manama 302. Menu wajib coba di restoran ini adalah dim sum dan bebek peking. Kisaran harganya BHD 30 atau setara Rp 1.136.850,- per orang.

 

HELSINKI, FINLANDIA
Tak disangka, Anda bisa menemukan kawasan Pecinan di sebuah negara Nordik yang terletak di Eropa Utara dengan penduduk mayoritas suku Finn, Finlandia. Kota Helsinki yang juga merupakan ibu kota Finlandia adalah letak di mana Anda dapat menikmati Tionghoa di sana. Populasi masyarakat keturunan Tionghoa di Finlandia terus bertambah seiring waktu, banyak dari mereka bekerja sebagai pekerja bangunan hingga pegawai kantoran. Setiap kali momen Imlek, kawasan Pecinan di kota Helsinki akan ramai dengan berbagai atribut Imlek, bahkan pawai budaya Tiongkok pun kerap diselenggarakan di berbagai jalan utama. Banyak toko di sekitar kawasan Pecinan yang recommended untuk Anda sambangi. Sedangkan untuk urusan perut, restoran Mei Lin yang menyajikan aneka masakan oriental, seperti ayam kung pao dan aneka sup layak Anda cicipi.

 

HAVANA, KUBA
Kawasan Pecinan di Havana, Kuba, terletak di daerah Barrio Chino. Dulunya, Havana merupakan kawasan Pecinan paling besar di Amerika Latin. Namun, karena imigrasi yang semakin merata, perlahan penduduk keturunan Tionghoa di Havana pun kian berkurang dan menyebar ke negara lain di sekitar Amerika Latin. Meski demikian, kawasan Pecinan di Havana selalu ramai pengunjung, baik dari warga setempat yang berbelanja maupun para turis asing. Bangunan di kawasan ini memiliki desain interior yang menampilkan ciri khas budaya Tiongkok. Berbelanja pun semakin menyenangkan karena harga-harga barang yang terbilang ramah di kantong. Untuk kuliner di kawasan Pecinan ini, Anda wajib kunjungi restoran Tien Tan yang berada di jalan Calle Cuchillo, kisaran harganya sekitar CUC 10 hingga CUC 25 atau setara Rp 135.993,- hingga Rp 339.982,-.

 

PORT LOUIS, MAURITIUS
Kawasan Pecinan di Mauritius juga layak Anda jadikan destinasi wisata jika ingin mengeksplor budaya Tiongkok lebih luas di berbagai negara. Sebagai negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia, Port Louis yang merupakan Ibu Kota negara juga menjadi kota di mana Anda dapat menemukan kawasan Pecinan. Mirip seperti kawasan Pecinan pada umumnya, di sini toko-toko berbagai barang kebutuhan berderet di sisi kanan dan kiri jalan yang sempit. Warna merah dan interior oriental lekat terlihat di kawasan satu ini. Selain berbelanja pakaian atau barang lainnya, Anda juga wajib mencicipi kuliner khas oriental di beberapa pilihan restoran Chinese food yang ada. Salah satu yang menjadi rekomendasi adalah Grand Canton, berlokasi di 47 Queen St, Port Louis, Mauritius, restoran ini menyajikan aneka dim sum lezat yang patut Anda coba. Harga sajian set menu untuk 3 – 4 orang berkisar sekitar MAURs 6.500 atau setara Rp 2.691.000,-.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: