Kreativitas Seni Zaman Milenial dalam Pembuatan Jingle Produk

Wadah bagi generasi muda milenial Indonesia untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya dalam bidang seni terutama musik.
, Majalah Kartini | 15/02/2018 - 19:02


MajalahKartini.co.id – Setelah melalui proses seleksi yang ketat, penyelenggaraan kompetisi jingle Meikarduck akhirnya mencapai puncaknya dengan meloloskan 20 peserta yang berhak mengikuti grand final. Sebelum gran final yang digelar di Avenue of The Star, LIPPO Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (9/2), lebih dari 400 peserta dari berbagai penjuru Tanah Air telah mendaftar mulai 5 November 2017.

Mereka dituntut memenuhi berbagaikriteria yang ditetapkan Meikarta, meliputi aspek orginilaty, creativity, kualitas suara dan jumlah fans (views, likes, comments). Setelah melalui proses seleksi yang ketat, akhirnya tim internal Meikarta memilih 20 peserta yang berhak mengikuti Grand Final Maikarduck Star Hunt.

Ferry Thahir selaku Chief Marketing Officer Meikarta, mengungkapkan bahwa pihaknya menyakini kompetisi membuat jingle Meikarduck ini merupakan bentuk nyata dari Meikarta untuk menjadi bagian dari masyarakat. “Ajang ini juga sebagai wadah bagi generasi muda Indonesia untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya dalam bidang seni,”ujarnya di sela-sela persiapan akhir Grand final.

Dari informasi yang diperoleh dari pihak penyelenggara, Meikarta menghadirkan tiga orang juri yang kompeten di bidangnya masing-masing, dalam acara grnad final. Ketiganya yakni Dwiki Dharmawan, Nadine Chandrawinata dan Maylaffayza. Musisi Senior Dwiki Dharmawan mengakui bahwa Meikarduck Star Hunt ini merupakan kegiatan yang bagusyang melibatkan publik dalam perkembangan dunia musik berdasarkan community based.

“Biasanya jingle ini hanya playback atau rekaman saja, tapi, ajang ini lebih advance. Sebab, jingle dinyanyikan secara live dan diuji secara live. Ini membawa gairah bagi industri musik di zaman milenial karena dibawakan secara live,”ujar Dwiki.
“Musisi Maylaffayza mengatakan bahwa jingle memiliki fungsional untuk menyampaikan produk dengan baik melalui musik dan pesan. Melalui ajang ini para peserta berproses yang tidak sekadar memamerkan karyanya, it’s about process. Along the way, kita ikuti bersenang-senang.”

Mereka yang mengikuti grand final berpeluang membawa pulang uang tunai senilai total ratusan juta rupiah, dengan perincian Juara 1 Rp200 juta; Juara II Rp 120 juta; Juara III Rp 50 juta. Adapun kriteria penilaian yang akan menentukan pemenang meliputi aspek lirik lagu, musikalitas, kreativitas, memliki nilai komersial (mudah diingat/ catchy) serta penampilan di atas panggung.

Sementara itu menurut Julie Estelle, Brand Ambassador Meikarta, kegiatan ini memberikan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas, khususnya dibidang musik. “Pada masa mendatang, Meikarta akan secara konsisten memberikan ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk berekspresi,” tambah Julie Estelle.

“Meikarta berkomitmen memberikan dukungan kepada generasi muda yang memiliki bakat seni untuk terus maju. Di ajang ini kami sangat terkejut karena mendapat respon yang sangat positif dengan banyaknya peserta yang mendaftar,” tutup Ferry Thahir.

Ajang kompetisi Meikarduck Star Hunt akhirnya memilih tim Toni Brilianto dan Nesia Adri sebagai pemenang utama. Pemenang utama jingle Meikarduck berhak membawa pulang hadiah berupa uang tunai senilai Rp 200 juta. Komposer Toni beserta penyanyi jingle Meikarduck asal Jakarta, Nesia Ardi berhasil menyisihkan 19 peserta lain dengan jingle ciptaan berjudul “Meikarduck Jadi Bukti.” Jingle tersebut dinilai dewan juri memenuhi seluruh kriteria jingle meikarduck dari kekuatan lirik lagu, musikalitas, kreatifitas, punya nilai jual tinggi dan penampilan memukau di atas panggung.(Foto : Istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: