Internet Masa Kini Didominasi Generasi Milenial dan Generasi Z

Dua generasi ini lahir di era digital, dimana smartphone dan belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.
, Majalah Kartini | 28/09/2017 - 18:06

MajalahKartini.co.id – Berdasarkan hasil riset dari Tetra Pak Index 2017 yang baru diluncurkan pertengahan September lalu, di Indonesia lebih dari 132 juta pengguna internet dimana 40% diantaranya adalah pengguna aktif sosial media, memenangkan konsumen dengan memanfaatkan digital. Pengguna internet ini pun didominasi oleh generasi milennial dan generasi Z. Dua generasi ini lahir di era digital, dimana smartphone dan belanja online sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Kemajuan teknologi yang menghubungkan seluruh konsumen di dunia menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis untuk terus berinovasi dan tetap eksis. Fakta ini mengharuskan pemilik brand untuk berpikir kreatif agar pesan yang ingin mereka sampaikan dapat diterima oleh konsumen secara tepat.

“Penting bagi pemilik brand untuk memikirkan strategi yang tepat dalam mempengaruhi keputusan pembelian mereka,” ujar Gabrielle Angriani, Communications Manager Tetra Pak Indonesia dalam rilis yang diterima majalahkartini.co.id.

Menurut ia, brand yang ingin terlibat dengan konsumen yang serba terhubung ini perlu memahami hal apa yang mendorong mereka, dan bagaimana menciptakan pengalaman menarik bagi brand, yang bisa dirasakan baik secara online dan offline.

 Mengusung tema ‘The Connected Consumer’, edisi ke-10 dari Tetra Pak Index menggali lebih jauh dunia digital dan konsumen online, serta bagaimana mereka terhubung dengan brand makanan dan minuman. Menjangkau dan terhubung dengan kelompok konsumen yang sedang tumbuh ini sangatlah penting.

 Dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan penguna internet di Indonesia mencapai 51% atau sekitar 45 juta pengguna, diikuti dengan pertumbuhan sebesar 34% pengguna aktif sosial media. Konsumen yang mengakses sosial media melalui mobile juga meningkat sebesar 39%. Tingkat pertumbuhan yang cepat ini mendorong pemilik brand di Indonesia untuk mengambil langkah perubahan dan mengembangkan strategi untuk menjangkau konsumen yang saling terhubung secara digital ini.

 Temuan dari hasil riset Tetra Pak Index 2017 menunjukkan bagaimana perjalanan konsumen mengalami perubahan sebelum mereka memutuskan melakukan pembelian. Konsumen saat ini mencari informasi produk sebelum, selama dan setelah membeli, mengacu pada setidaknya empat sumber informasi sebelum mengambil keputusan dan beberapa diantaranya berada di luar kendali pemilik brand.

 Konektivitas yang lebih besar dan pertumbuhan platform online secara cepat menghadirkan tantangan bagi brand. Secara khusus di Indonesia, lebih dari 106 juta orang menggunakan media sosial setiap bulannya, dan 85% diantaranya mengakses sosial media melalui perangkat seluler. “Sosial media memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan bisnis, khususnya bisnis berbasis online di Indonesia. Konten buatan pengguna (user generated content) menjadi semakin penting pada era digital sekarang, yang menyumbang 65% waktu penggunaan media untuk rata-rata konsumen secara global,” kata Gabrielle.

Selain itu, lanjut ia, ulasan konsumen independen menjadi hal kedua terpenting yang dapat mempengaruhi proses pemasaran suatu produk. “Mengacu pada Tetra Pak Index 2017, Super Leader, istilah yang diberikan terhadap influencer masa kini dengan engagement tinggi, juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penetrasi brand di pasar,” tambah Gabrielle.

 Super Leader merupakan konsumen terhubung yang paling aktif dan berpengaruh secara global dan 98% mengatakan bahwa mereka ‘terus terhubung’ sepanjang hari. Berinteraksi dengan konsumen ini, akan memungkinkan brand untuk menjangkau dan mempengaruhi konsumen yang terhubung secara massal. Tersebar di seluruh dunia dan memiliki porsi sebesar 7% (atau sekitar 250 juta dari 3,6 milliar konsumen yang terhubung secara global) dari jumlah total populasi online, Super Leader biasanya adalah pengadopsi paling awal, influencer, dan juga trendsetter.

Super Leader biasanya akan melakukan posting komen dan gambar/foto, dengan tujuan untuk menceritakan pengalaman mereka. Konsumen yang terhubung biasanya akan lebih mempercayai mereka dibandingkan dengan konten marketing, khususnya menyangkut hal-hal terbaru dan menarik untuk dicoba atau dirasakan.

Selain itu, hasil temuan Tetra Pak Index 2017 menunjukkan bahwa kemasan memiliki peran penting untuk menjadi pintu gerbang bagi keterlibatan konsumen yang lebih luas. Sebagai contoh, kode digital yang dicetak pada kemasan dapat meningkatkan transparansi penelusuran suatu produk, yang memungkinkan konsumen untuk mengakses informasi tentang produk hingga ke sumbernya. Kemasan dapat diubah menjadi platform informasi dua arah di mana brand dapat menangkap data spesifik dan berharga tentang konsumen mereka, juga berbagi informasi lebih banyak tentang produk itu sendiri.

 Wibisono, Marketing Director Tetra Pak Indonesia mengungkapkan, desain kemasan merupakan cara yang efektif untuk membangun brand melalui pengalaman multi-sensorik. “Brand bisa memanfaatkan kemasan sebagai alat pemasaran utama untuk menarik perhatian konsumen. Di Tetra Pak, kami menginisiasi penggunaan teknologi digital baru seperti augmented reality dalam kemasan kami untuk membantu brand memikat dan terhubung dengan konsumen generasi baru ini,” lanjutnya.

 Sebagai perusahaan global pemimpin inovasi dalam industri pemrosesan dan pengemasan pangan, Tetra Pak menyediakan solusi lengkap melalui peluncuran Tetra Pak Index 2017, yang dapat memperluas penggalian wawasan, teknologi manfukatur, hingga proses pemasaran yang dapat membantu pelaku bisnis di dunia yang saling terhubung ini.

Konsumen yang saling terhubung mendorong brand untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dalam dan bermakna. Tetra Pak hadir untuk membantu brand memanfaatkan ide dan kemasan produk inovatif sebagai medium penting untuk meningkatkan keterlibatan konsumen.(Foto: Istimewa)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: