Sisca Soewitomo: Kuliner Nusantara Kekinian Tetap Punya Nilai Otentik

Lima pemenang yang berhak mendapatkan total hadiah sebesar Rp 500 juta untuk membantu mengembangkan usaha mereka.
, Majalah Kartini | 07/02/2018 - 16:03


MajalahKartini.co.id – Salah seorang legenda kuliner yang menjadi anggota dewan juri Bango Penerus Warisan Kuliner 2018 Sisca Soewitomo, sosok pesohor kuliner kenamaan. Ia mengatakan, sejalan dengan perkembangan zaman, modifikasi kuliner Nusantara bisa saja terjadi agar dapat terus mengikuti dinamika yang terjadi di tengah para pecinta kuliner. Namun satu hal yang harus dijaga dan dipertahankan adalah otentisitasnya.

Artinya saat kita memodifikasi sebuah hidangan, kita tidak boleh melupakan unsur-unsur utama yang wajib ada di hidangan tersebut, misalnya bumbu dasar, teknik pengolahan, atau yang lainnya. “Di sesi penjurian nanti, saya akan menilai kualitas hidangan para finalis; baik itu dari segi otentisitas hidangan, rasa, teknik pengolahan, hingga cara penyajiannya,” ujar Sisca pada press conference “Bango Penerus Warisan Kuliner 2018” di Jakarta, Selasa (6/2).

Salah seorang wirausaha kuliner yang telah sukses mengembangkan usahanya adalah Carissa Puteri. Ia mendirikan restoran “Ajag-Ijig” yang menyajikan hidangan khas Betawi sejak tahun 2015 lalu. Restoran ini berawal dari keinginannya agar masyarakat Jakarta memiliki rasa ingin tahu dan sense of belonging yang tinggi terhadap kuliner kota mereka. “Saya percaya dengan pepatah, ‘tak kenal maka tak sayang’, jadi saya bangga bisa ikut mengenalkan berbagai kuliner khas Betawi sehingga pengunjung restoran saya bisa ikut menikmati dan akhirnya melestarikan kelezatannya,” kisahnya.

Menurut Thomas, sosok-sosok inspiratif seperti Carissa inilah yang mendorong Bango untuk kembali menjalin kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (BEKRAF RI) dalam mempersembahkan program “Bango Penerus Warisan Kuliner 2018”. “Ini merupakan kompetisi yang bertujuan membantu para wirausaha kuliner di Indonesia dalam mengembangkan dan mempopulerkan usaha mereka sekaligus melanjutkan tongkat estafet pelestarian warisan kuliner Nusantara,” ujarnya.

Senen Riyanto selaku pemilik restoran legendaris Warung Tongseng dan Sate Sederhana Pak Budi yang juga akan menjadi anggota dewan juri dalam kompetisi ini mengaku senang dapat menginspirasi para wirausaha kuliner muda untuk terus mengembangkan usaha dan pantang menyerah. “Saya mengajak sebanyak mungkin wirausaha kuliner dari generasi yang lebih muda untuk bergabung dalam kompetisi ini, supaya kita bisa bersama-sama memajukan kuliner kebanggaan kita,” kata Senen.

Di akhir kompetisi, akan terpilih lima pemenang yang berhak mendapatkan total hadiah sebesar Rp 500 juta untuk membantu mengembangkan usaha mereka sehingga dapat dinikmati oleh lebih banyak pecinta kuliner. “Selain itu, tak kalah menariknya, kelima pemenang ini nantinya dapat berpartisipasi di kemeriahan perayaan ulang tahun Bango ke 90 yaitu Festival Jajanan Bango 2018, yang akan sangat membantu mereka untuk lebih dikenal oleh puluhan ribu pecinta kuliner yang selalu memadati perhelatan kuliner akbar ini,” pungkas Thomas.(Foto : Andim)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: