Inilah Keunikan Lokal Pemenang Master Oleh-Oleh 2017

Selain menjadi oleh-oleh khas daerah, pemenang kompetisi master oleh-oleh ini juga mengusung konsep lokal yang kuat serta melakukan pemberdayaan di lingkungan setempat.
, Majalah Kartini | 15/12/2017 - 15:04

MajalahKartini.co.id – Proses penjurian Blue Band Master Oleh-oleh 2017 diadakan selama 3 hari, yaitu pada 29 dan 30 November untuk penjurian tingkat provinsi dan 8 Desember untuk penjurian tingkat nasional. Dewan Juri yang memberikan penilaian di antaranya adalah Fadjar Hutomo selaku Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Chef Rahmat Kusnedi selaku Pastry Chef dan President of Indonesian Pastry Alliance, Vita Datau selaku Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dan perwakilan dari Tim Chef UFS.

Baca Juga: Tiga Kreasi Oleh-Oleh Terbaik Usung Nilai Lokal

Para juri menilai ketiga pemenang nasional Blue Band Master Oleh-Oleh 2017 yang telah memenuhi semua aspek yang diutamakan. Selain kreativitas dan inovasi dari para peserta, terdapat pula sentuhan unsur lokal dan budaya setempat yang menjadi nilai lebih bagi para dewan juri.

Berikut profil ketiga pemenang Blue Band Master Oleh-Oleh 2017:

1. Juara 1 Pia Karawo, Gorontalo (Toko Cafesera milik Ellyanti Phandeirot)

Pia Karawo diciptakan sebagai pia yang khas Gorontalo, selain menggunakan bahan kelapa yang menjadi ciri khas kuliner Gorontalo, permukaan pia ini juga dihiasi dengan motif sulaman Karawo. Untuk kemasan pun dipermanis dengan daun kelapa yang biasanya dibuang. Ellyanti berharao setelah menjadi Master Oleh-oleh 2017, semakin banyak orang yang mengenal Pia Karawo dan juga budaya Gorontalo, dan usaha Cafesera dapat semakin berkembang ke depannya.”Saya sangat bersyukur dan gembira karena terpilih jadi pemenang pertama Blue Band Master Oleh-oleh 2017,” ujar Elly usah menerima penghargaan sebagai pemenang,

2. Juara 2 Roti Ontbijtkoek Gula Jawa, Yogyakarta (Toko Roti Djakarta milik Andreas Purwanto)

Roti ini sangat legendaris karena dibuat dari campuran gula Jawa dan kayu manis serta resep tradisional. Resep turun-temurun sebenarnya tidak menggunakan gula Jawa, namun Andreas mengaku terinspirasi dari para petani gula Jawa dan petani kacang tanah sebagai bahan utama dalam pembuatan Roti Ontbijtkoek. Ia berharap dapat membantu petani lokal di Yogyakarta dengan menggunakan gula Jawa dalam kreasi oleh-oleh kami.

“Memenangkan kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh 2017 merupakan sebuah prestasi yang sangat berarti bagi Toko Roti Jakarta yang berdiri sejak tahun 1924, dengan Roti Ontbijtkoek sebagai roti andalannya,” ungkap Andreas.

3. Juara 3 Sorghum Cookies, Nusa Tenggara Barat (Yant Healthy milik Nurrahmi Yanti)

Yant Healthy Cookies ini dibuat dari sorghum, tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan dan bahan baku industri. Cookies ini merupakan sebuah terobosan baru, olah pangan lokal asli dari Lombok yang 100% terbuat dari sorghum dan punya daya simpan cukup lama. Cookies ini juga cocok bagi yang tidak mengonsumsi tepung terigu karena tepung sorghum termausk free gluten. Yanti berharao setelah memenangkan kompteisi ini Yant Healthy Cookies semakin luas dikenal masyarakat hingga luar Lombok.

“Terpilih jadi salah satu dari  tiga pemenang nasional Blue Band Master Oleh-oleh 2017 benar-benar kejutan buat saya. Senang sekali kreasi oleh-oleh Sorghum dinilai sebagai oleh-oleh yang menjanjikan,” ujarnya.  (Foto: Ecka Pramita/Doc. Pribadi)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: