Food Plating, Seni & Teknik Menata Makanan di Atas Piring

Penyajian yang cantik dapat meningkatkan selera dan apresiasi terhadap masakan.
, Majalah Kartini | 02/11/2017 - 13:02

MajalahKartini.co.id – Istilah ‘Food Plating’ atau cara penyajian masakan, dewasa ini makin dikenal di masyarakat, khususnya di kalangan pecinta kuliner. Seringkali penampilan hidangan dianggap sekadar sebagai pemanis belaka. Khususnya makanan nusantara kerap disajikan ala kadarnya, alias tak dihidangkan secara optimal sesuai dengan kaidah kuliner yang diakui secara global. Padahal penyajian yang cantik dapat meningkatkan selera dan apresiasi terhadap masakan.

Pakar kuliner, William Wongso mengatakan di dunia kuliner terdapat istilah Food Plating. Artinya, cara menata dan menyajikan makanan di atas piring atau peranti lainnya dengan memperhatikan posisi dan komposisi makanan untuk menunjukan nilai seni dan citarasa tinggi. “Food plating ini biasanya dilakukan oleh chef profesional ataupun celebrity chef yang terlatih dan berpengalaman,” kata William Wongso di Jakarta, Selasa (31/10).

Teknik food plating dapat dipelajari dan diterapkan untuk sajian sehari-hari. Berikut ini beberapa kaidah dalam food plating, diantara lainnya.

1. Tekankan pada bahan utama.Hidangan utama haruslah menjadi menu yang menghabiskan paling banyak ruang pada piring atau wadah dan menarik perhatian.

2. Keseimbangan. Perhatikan keseimbangan komposisi hidangan pada wadah. Hindari penataan hidangan yang berat sebelah.

3. Kontras. Tempatkan bentuk dan warna yang kontras bersandingan sebagai daya tarik visual.

4. Warna. Pilih warna yang saling melengkapi atau buat poin focal dengan satu semburan warna cerah.

5. Tekstur. Berbagai macam tekstur pada hidangan harus terlihat dalam komposisi pada wadah.

6. Kesederhanan.Hindari kepadatan komposisi hidangan dengan menggunakan sedikit elemen yang dibutuhkan agar terlihat komplit.

7. Wadah. Pilih wadah yang sesuai dengan ukuran dan susunan hidangan tanpa meninggalkan terlalu banyak tempat kosong.

8. Hiasan. Pilih hiasan yang dapat dimakan yang memberikan warna dan tekstur ekstra pada keseluruhan hidangan. Perlu diingat bahwa semua yang tersaji pada piring atau wadah haruslah bahan yang dapat dimakan.

9. Saus. Kreasikan saus pada wadah. Tempatkan saus dibawah protein utama, buat titik saus disepanjang piring atau wadah, atau buat setetes saus yang memberikan daya tarik visual.

10. Bentuk. Bentuk bahan-bahan dalam hidangan untuk menciptakan tingkat struktur di atas piring.

“Meningkatnya kesadaran artistik yang muncul dari interaksi intensif masyarakat Indonesia dewasa ini melalui penggunaan berbagai media sosial, membuat penyajian hidangan secara optimal mulai banyak dilakukan oleh masyarakat awam,” ujar William. (Foto : Dok. Pribadi)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: