Festival Kuliner Nusantara 2017, Lebih dari Sekadar Pameran

Festival Kuliner Nusantara menampilkan sedikitnya 50 jenis kuliner Nusantara yang berbeda dan mewakili keunikan daerah masing masing.
, Majalah Kartini | 07/08/2017 - 19:02

Festival Kuliner Nusantara 2017 Lebih dari Sekadar Pameran

MajalahKartini.co.id – Untuk kedua kalinya Festival Kuliner Nusantara (FKN) digelar di Mall Artha Gading, Jakarta Utara. Event yang digelar selama dua hari (5-6 Agustus kemarin) sebagai upaya menjadikan kuliner sebagai Pesona lndonesia dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan untuk mencapai target 275 juta perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) dan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan FKN 2017 mengusung tema “Aneka Ragam Kuliner Nusantara” dikemas dengan konsep wisata kuliner menampilkan makanan dan produk-produk kuliner khas masing-masing daerahnya yang tidak sama, sehingga pada FKN akan disajikan sedikitnya 50 jenis kuliner Nusantara yang berbeda dan mewakili keunikan daerah masing masing.

“FKN kali ini ada peningkatan dari tahun lalu dimana kali ini diikuti hampir 10 provinsi dan sekitar 34 industri di bidang kuliner (UKM dan punya merk). Ini juga kita harapkan potensi destinasi pariwisata sekaligus mempromosikan kuliner lokalnya di kesempatan ini,” kata Esthy usai pembukaan FKN 2017.

Selama dua hari FKN 2017 pada jam-jam makan siang dan malam ditampilkan atraksi kesenian dengan tarian daerah, lomba amazing food race, demo masak interaktif yang dipandu oleh Celebrity Chef Andrew Karmajana serta lomba masak dengan menghadirkan tiga juri Chef Kenny Rianto, Chef Gerry Girianza, Chef Luthfi Karismanto. Penampilan artis ibu kota akan melengkapi semaraknya FKN 2017 dari Bondan Prakoso Group Band Fade 2 Black, Band Lokal Monggo Band.

Menpar Arief Yahya dalam rilisnya mengatakan, penyelenggaraan FKN 2017 yang melibatkan semua pemangku kepentingan dari kalangan industri kuliner, pemerintah daerah dari 34 provinsi seluruh Indonesia, lembaga pendidikan kuliner, serta komunitas kuliner yang menggambarkan penta helix sebagai kekuatan pariwisata nasional.

Kuliner sebagai bagian dari wisata minat khusus harus terus dikembangkan. Kontribusi kuliner terhadap sektor pariwisata mencapai 30 persen. Oleh karena itu, dalam upaya memajukan pariwisata, penggarapan bidang kuliner tidak boleh diabaikan. “Kuliner itu tidak saja berkontribusi untuk pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif dan ketenagakerjaan,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, kuliner mempunyai peran strategis dalam memperkuat indentitas bangsa Indonesia di forum internasional. Oleh karena itu, Pemerintah (Kemenpar) sangat serius dalam memajukan industri kuliner antara lain dengan meluncurkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia agar bisa mendunia sekaligus menjadi indentitas nasional.

”Kuliner juga menjadi indentitas kota atau daerah yang sekaligus mempromosikan pariwisata kota tersebut. Ambil contoh; Rendang dari Padang Sumatera Barat, satu di antara 30 ikon kuliner tradisional Indonesia, secara otomatis akan mempromosikan pariwisata Sumetara Barat baik di tingkat nasional maupun mancanegara,” ujarnya.

Melalui penetapan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia diharapkan bisa masuk dan dapat dipresentasikan sebagai hidangan kelas dunia baik oleh para chef hotel dan restoran di negara manapun karena kuliner tersebut bahan-bahannya mudah diperoleh baik di dalam dan luar negeri, jenis makanannya sudah dikenal luas kalayak. memiliki praktisi profesional yang menguasai jenis makanannya. serta memenuhi kaidah ramuan internasional yaitu; ada makanan sebagai pembuka (appetizer), makanan ulama (main course). dan makanan penutup (dessert). (Foto: Andim)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: