Fancy Nastar, Tren Nastar Karakter Kekinian

Anita mengaku idenya untuk membuat sesuatu yang lucu dan lebih menarik sehingga ia terinspirasi oleh karakter kartun yang banyak disukai anak-anak.
, Majalah Kartini | 12/05/2017 - 12:01

Fancy Nastar Tren Nastar Karakter Kekinian

MajalahKartini.co.id – Lebaran memberikan berkah tersendiri bagi pelaku bisnis kue kering baik offline maupun melalui sosial media. Peluang ini tidak dilewatkan Anita Fitria pemilik usaha Momnit Kitchen. Melalui brand Fancy Nastar, ia menawarkan kue nastar karakter lucu.

Kue kering warna warni yang diisi selai nanas diproduksi di rumah Anita sendiri di Komplek Panorama Serpong Blok A2 no 3A, Jalan Raya Puspiptek Setu Tangerang Selatan. Usaha rumahan ini didirikan sejak 2015 dengan memberdayakan ibu-ibu yang membutuhkan pekerjaan dan remaja putus sekolah.

Anita saat ditemui di pameran UMKM di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII) Jakarta, Selasa (9/5) menceritakan perjalanannya menciptakan aneka bentuk nastar. Ia mengaku idenya untuk membuat sesuatu yang lucu dan lebih menarik sehingga ia terinspirasi oleh karakter kartun yang banyak disukai anak-anak. “Sebenarnya idenya karakter kartun karena anak-anak suka tapi pembelinya banyak orang dewasa. Seperti parcel lebaran yang didesain khusus untuk lebaran yang order orang dewasa,” ujar Anita.

Salah satu alasan juga mengapa Anita menciptakan karena yang disukai anak-anak, sebagai gambaran bahwa anak-anak adalah customer jujur, kemudian berkembanglah karakter lain. “Pelanggan gak perlu khawatir masalah keamanan bahan yang kami gunakan karena kami ada sertifikat halal. Insya Allah aman,” kata ibu dua anak ini.

Fancy Nastar Tren Nastar Karakter Kekinian1

Selain membuat nastar karakter, Anita juga menularkan ilmunya dengan membuka Baking Class di kediamannya. Kelas memasak ini diikuti ibu rumah tangga, wanita karier, mahasiswa, remaja, bahkan ada juga laki-laki. “Bahkan ada bapak-bapak yang ikut baking class, karena pengen bantu istrinya jualan tapi bingung mau ngapain, akhirnya ikutlah kursus kami,” ujar Anita.

Momnit terus memproduksi nastar sesuai permintaan pelanggan, namun ada lima musim sepanjang tahun sehingga ia memproduksi nastar karakter dalam jumlah yang besar yakni Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Tahun Baru, dan Imlek. “Edisi bulanan atau harian biasanya order untuk goodie bag. Karakter setiap musim juga beda-beda, kalau lebaran Idul Fitri misalnya kita akan bikin karakter anak muslim,” tuturnya.

Brand Fancy Nstar ini kata Anita juga dibesarkan oleh reseller yang kini mencapai 100an lebih dan tersebar di sejumlah daerah termasuk Papua. Ia membuka peluang kepada siapa saja yang ingin menjadi resseller. Nastar menggemaskan ini dibanderol seharga Rp 125 ribu per toples ukuran 500 gram untuk harga ecer. Hanya dengan melakukan order 10 toples, pembeli mendapat harga resseller dengan margin Rp 25 ribu per toples, sedangkan pembelian dalam jumlah lebih banyak lagi maka pelanggan akan memperoleh keuntungan lebih besar lagi.

Lebaran tahun ini, ia menargetkan 5.000 toples nastar. Penjualan dilakukan secara online. Hal ini memudahkan bagi resseller untuk menjualnya kembali, karena Momnit sudah menyediakan materi berupa gambar aneka pilihan karakter nastar. “Kami siapkan materi lalu reseller lempar ke komunitas mereka. Mereka bisa order melalui admin Instagram dan Facebook @momnits atau website momnit.com, pemesanan akan diproses 3-5 hari setelah pembayaran,” katanya.

Anita meyakini untuk menghasilkan produk berkualitas, maka harus menggunakan bahan yang berkualitas pula. Selain itu, proses pembuatan juga harus higienis, packaging yang baik, dan cara penyimpanan yang benar dapat menjaga kualitas makanan apapun yang kita buat. “Untuk bahan utama saya pakai tepung terigu protein rendah, kuning telur omega dan gula halus,” kata Anita.  (Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: