Bogex 2016, Usung Warisan Boga Nusantara

Makanan khas Indonesia yang berbahan dasar terigu ternyata dapat dijadikan peluang bisnis.
, Majalah Kartini | 31/10/2016 - 13:00

boga-expo-2016-1

MajalahKartini.co.id – Melanjutkan kesuksesan di tahun-tahun sebelumnya, Bogasari (PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari) bekerjasama dengan PT. Aryan Indonesia (KidZania Jakarta) akan menggelar Bogasari Expo 2016. Acara yang mengusung tema ”Warisa Boga Nusantara” Bogasari Expo (Bogex) 2016 ini berlangsung selama 3 hari, 16-18 Desember 2016 di Balai Kartini Jakarta.

“Acara ini diharapkan berjalan dengan baik seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat semakin aktif mengikuti kelas pelatihan baking dan semakin banyak melahirkan wirausaha makanan baru,” Hans Ryan Aditio, Senior Vice President Commercial Bogasari, dalam siaran pers Soft Launching Bogex 2016 di Jakarta, Jumat (28/10).

Hans Ryan dalam sambutannya menyampaikan, maksud dari tema Bogex kali ini adalah produk makanan berbasis terigu yang dari berbagai daerah yang sudah dikenal secara turun-temurun baik dari sisi produk maupun pelaku usahanya. “Lewat Bogex 2016 dengan tema Warisan Boga Nusantara, kami ingin melestarikan warisan boga nusantara tersebut sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat sebagai suatu peluang usaha yang sangat potensial,” ujarnya.

Tidak sedikit makanan berbasis terigu yang menjadi makanan khas suatu daerah atau menjadi oleh-oleh khas daerah tersebut. Sebut saja diantaranya, Mie Aceh dari Aceh, Mi Gomak atau Mi Lidi dari Sumut, Bolu Meranti dari Medan, Roti Buaya khas Betawi dari Jakarta, Bakpia dari Yogyakarta, BoJateng dan Jatim, Pia, Surabi dari Bandung, Martabak Kubang dari Padang, Kue Balok dari Bandung dan masih banyak lagi.

“Yang ini disampaikan kepada masyarakat, khususnya pengunjung Bogex 2016 ini juga adalah potensi usaha yang bisa digali dari keanekaragaman warisan boga nusantara berbasis terigu. Dan ada 50 UKM mitra binaan Bogasari yang akan buka stan di acara Bogex nanti,” ucap Hans Ryan.

Hans Ryan menambahkan, produsen bahan makanan berbasis terigu tersebut juga menyiapkan Boga Class sebagai wadah untuk berdiskusi, menggali dan berbagi informasi seputar potensi kuliner khususnya yang berbasis terigu. Dan di Boga Class ini masyarakat pengunjung bisa mengikuti pelatihan praktik langsung pembuatan aneka makanan berbasis terigu. Bogasari menyiapkan 6 ruang kelas pelatihan dan 5 sesi pelatihan per kelas setiap harinya.

“Jadi total ada 90 sesi kelas pelatihan yang disiapkan. Jadi Bogasari tidak hanya mengenalkan produk warisan boga nusantara, tapi juga bagaimana membuat produk tersebut,” jelasnya. (Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: