8 Cara Jitu Berbisnis Olahan Mie di Indonesia

Pemilihan tepung terigu yang berkualitas menentukan hasil akhir mie.
, Majalah Kartini | 17/02/2018 - 20:15

MajalahKartini.co.id – Berdasarkan dari pengalaman-pengalaman menarik dari para pelanggan, peluang berbisnis produk olahan mie di Tanah Air masih sangat terbuka lebar, bagi para calon pebisnis. Direktur Sales and Marketing PT Bungasari Flour Mills Indonesia Budianto Wijaya mengatakan setidaknya pihaknya menemukan delapan cara jitu untuk mengembangkan bisnis produk olahan mie di Indonesia, yang disimpulkan berdasarkan cerita-cerita unik dari para pelanggannya.

1. Inovasi
Poin pertama dari strategi yang perlu dilakukan, #BeraniInovasi melakukan berbagai terobosan baru dengan ragam sajian. Hal ini wajib dilakukan mengingat bisnis produk olahan mie sudah menjamur di Indonesia. Di sisi lain, keberadaan mie sudah menjadi makanan pokok kedua di negeri ini.

2. Sistem Online
Menggandeng layanan pemesanan delivery online merupakan poin kedua, yang sudah terbukti mampu mendongkrak penjualan olahan mie milik para pelanggan Bungasari. Budianto mengatakan, pemasaran makanan masa kini sudah lebih praktis dan tidak terbatas dengan jarak.

“Hingga kini, layanan pemesanan online sudah memiliki jutaan subscriber. Para pelaku bisnis tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa outlet atau ruko atau mengandalkan orang yang datang. Dengan adanya layanan pemesanan delivery online, peluang promosi maupun jualan semakin besar,” jelas Budianto saat ditemui di sela-sela “Noodle Market Festival 2018” di Lippo Mall Puri, Jakarta, Sabtu (24/2).

3. Nama yang Unik
Lebih lanjut Budianto menjelaskan, meski menu yang ditawarkan relatif sama semisal mie ayam namun sudah cukup banyak sajian mie yang dijual di pasar dengan menggunakan nama-nama yang unik. Penggunaan nama yang unik yang diyakini dapat mencuri perhatian pasar.

4. Gandeng Komunitas
Sementara poin keempat, yakni merangkul berbagai komunitas dalam melakukan penetrasi pemasaran. “Orang Indonesia biasanya sangat antusias melakukan aktivitas bersama dalam sebuah kelompok atau komunitas. Peluang ini sering kali dimanfaatkan dalam menawarkan atau menyebarkan informasi produk,” tutur Budi.

5. Menggunakan Media Sosial
Poin kelima yakni memanfaatkan penggunaan media sosial atau medsos yang telah menjadi tren pemasaran saat ini. Tingginya ongkos untuk membayar iklan di sejumlah media konvensional menjadi salah satu alasan kuat. Berbagai jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, maupun Twitter, terbukti telah dijadikan ruang dalam pengembangan peluang usaha.

“Tak sedikit dari para pengusaha, baik yang ada di pelosok desa, UKM, bahkan `partai besar`, mempromosikan produk atau layanan mereka dengan menggunakan medsos,” lanjut Budi.

6. Iklan
Namun, di sisi lain, iklan pun menjadi penting dalam mempromosikan produk. Tampilan iklan yang unik mampu membuat orang berhenti untuk melihat iklan yang dihasilkan. Iklan pun kian menarik perhatian jika ditampilkan dengan sosok figur publik atau seleb, yang kerap disebut endorser.

7. Endorser
Poin selanjutnya, dalam strategi menjajakan mie dengan menggunakan endorser ini, diyakini mampu mengambil hati para pecinta produk olahan mie. “Di medsos sudah banyak pelanggan kami yang melakukan hal ini, yakni dengan Menjual atau mempromosikan produk dengan label nama sang endorser,” ujarnya.

8. Bahan Baku Berkualitas
Poin terakhir atau kedelapan yang terpenting, great food comes from great ingredients. Dalam bisnis produk olahan mie wajib untuk selalu menggunakan bahan-bahan baku terbaik yang mana hal ini sangat memengaruhi hasil akhir produk olahan yang dihasilkan. Untuk itu Bungasari telah menghadirkan rangkaian produk Hikari, di antaranya Hikari Kuning yang merupakan tepung terigu terbaik untuk menghasilkan produk olahan mie lezat di Indonesia.

Marketing Manager PT Bungasari Flour Mills Rio Ferdian mengungkapkan, kelebihan utama dari tepung terigu ini adalah kandungan abu (ash content) yang rendah serta kandungan gluten dan protein yang tinggi. Sehingga hasil mie yang dihasilkan memiliki warna yang lebih cerah dan tekstur yang lebih kenyal serta tidak mudah putus. Takara Ramen, salah satu pelanggan setia produk tepung ini menggunakan Hikari Kuning untuk menghasilkan aneka jenis mie ramen yang diproduksinya.

Dalam ajang “Noodle Market Festival 2018” yang berlangsung selama empat hari, yakni pada 22–25 Februari 2018, Hikari Kuning hadir bersama puluhan pengusaha mie asal Indonesia. Mereka merupakan satu di antara banyak cerita sukses para pelanggan tepung kualitas jepang yang disuguhkan pada festival tersebut. Pada kesempatan itu diberikan pula sertifikat penghargaan kepada Takara Ramen sebagai pengguna setia produk tepung terigu Bungasari sejak awal perusahaan ini berdiri.

Dalam upaya mengedukasi serta berbagi strategi mengelola bisnis mie, pada ajang ini brand ini juga menggelar dua program menarik lainnya, yakni “Making Ramen by Bungasari” pada Sabtu (24/2) petang, dengan menghadirkan Takara Ramen dan Chef Latif. Sementara pada Minggu (25/2), hadir “Aneka Mie Ayam by Bungasari”.(Foto : Istimewa)

 

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: