Semua Usia Bisa Belajar Musik di EGMS

Melihat ada kebutuhan khusus di Indonesia, dengan murid yang belajar musik punya impian-impian masing-masing.
, Majalah Kartini | 17/01/2018 - 15:30


MajalahKartini.co.id – Dengan semangat ”Music for Ever one”, EGMS (Erwin Gutawa Music School) hadir untuk peserta didik dari berbagai kalangan, umur serta aspirasi bermusik yang juga dituangkan ke dalam berbagai program, yaitu ”Music Course”, “Music Lovers”, ”Music College” dan ”Musicpreneur”.

”Di EGMS, kami melihat ada kebutuhan khusus di Indonesia, dengan murid yang belajar musik punya impian-impian masing-masing. Jadi kami berusaha merancang supaya semua orang ada programnya yang cocok,” ujar Eric Awu Program Director dari EGMS di Senopati – Jakarta, Rabu (17/1).

Eric menerangkan Music Course merupakan program utama EGMS bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan bermain alat musik serta menambah wawasan bermusik. “Yang istimewa, EGMS hadir dengan kurikulum orisinal yang disusun secara khusus oleh tim ahli EGMS, menyesuaikan dengan perkembangan jaman serta kebutuhan bermusik di Indonesia,” kata Eric.

Tersedia beragam pilihan instrumen dalam program Music Course, mulai dari orchestral instruments – seperti piano, gitar klasik, strings (violin, viola, cello, contrabass), winds (flute, oboe, clarinet, bassoon, saxophone), brass (horn, trumpet, trombone, tuba), serta percussion ataupun rhythm section termasuk drum, gitar elektrik, bass elektrik, dan keyboard/synth/pop-jazz piano dan tentunya vokal klasikal maupun pop/kontemporer.

“Tak hanya kelas privat, para peserta Music Course pun memiliki kesempatan untuk mengikuti kelas ensemble, sehingga belajar musik menjadi lebih menarik sekaligus melatih kepekaan untuk bermain bersama dan berkolaborasi dengan musisi lain,” jelasnya.

Ada pula Music Lovers, program yang disusun untuk para pecinta musik yang mencari kegiatan bermusik, menyalurkan minat, serta mengasah kemampuan bermusiknya, dengan bimbingan instruktur profesional serta fasilitas yang lengkap dan modern. Dengan pendekatan yang lebih dipersonalisasl, dalam program Music Lovers, para peserta dapat menentukan sendiri lagu, teknik, serta tingkat kesulitan yang ingin dikuasai.

“Music Lovers terbuka untuk semua umur, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan lanjut usia, dengan pilihan kelas vokal, violin, saxophone, flute, clarinet, piano pop, dan gitar,” terang Eric.

Selain itu, terdapat Music College, para peserta yang ingin meningkatkan skill bermusik ke level yang lebih tinggi serta memiliki disiplin ilmu musik yang Iengkap dan mendalam. Program ini dipersiapkan untuk mencetak musisi yang handal dan mampu bersaing di industri musik nasional maupun internasional, baik secara praktik maupun akademik.

“Karena tidak hanya bermain instrumen, peserta juga akan dibekali teori, ear training, sejarah, analisa, komposisi, dan sebagainya. Program ini akan segera dibuka pada pertengahan tahun 2018,” lanjutnya.

Program terakhir dan yang akan membuat EGMS berbeda dari sekolah-sekolah musik pada umumnya adalah Musicpreneur yaitu program non-instrumen yang mempelajari seluk beluk industri, teknologi maupun kreativitas dalam bermusik. Program ini dipersiapkan bagi peserta didik yang ingin memperkaya pengetahuan mereka tentang aspek-aspek Iain dari musik di luar bermain instrumen, dengan modul-modul seperti Music Branding & Marketing, Music Legal, Recording for Musicians, Digital Audio Workstations, Electronic Music Production, ’Basic Songwriting, Basic Arranging, dan Essential Music Theory for Working Musicians.

“Modul-modul ini merupakan group class yang terdiri dari 12 pertemuan selama 1,5 bulan. Program Musicpreneur juga akan mengadakan clinic/workshop secara rutin membahas isu-isu menarik seputar musik,” kuncinya. (Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: