Perjuangan Nyai Ahmad Dahlan Akan Tampil di Layar Lebar

Nyai Ahmad Dahlan diperankan oleh Tika Bravani dan sejumlah aktor senior.
, Majalah Kartini | 05/08/2017 - 10:02

Perjuangan Nyai Ahmad Dahlan Akan Tampil di Layar Lebar

MajalahKartini.co.id – Tika Bravani kembali mendapat tantangan memerankan film perjuang dengan memerankan sosok pahlawan nasional Nyai Ahmad Dahlan. Film biopic, yang diangkat dari perjalanan Siti Walidah, istri Kyai Ahmad Dahlan ini dipersembahkan oleh IRAS FILM. Nyai Ahmad Dahlan yang merupakan tokoh perempuan dari Kauman, Yogyakarta ini siap menghias layar bioskop Indonesia dan tayang perdana 24 Agustus 2017.

“Film Nyai Ahmad kami angkat sebagai film layar lebar sebagai persembahan dari Iras Film untuk bangsa Indonesia, Muhammadiyah, Aisyiyah dan Keluarga Besar Kyai Haji Ahmad Dahlan. Dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air dan bangga pada sosok pahlawan nasional kita,” jelas Asrul Azis Taba, Executive Produser lras Film dalam Press Conference di Kawasan Duren Tiga, Jakarta, Kamis (3/7).

Film yang mengambil lokasi syuting di Yogyakarta pada bulan April lalu juga dibintangi oleh David Chalik sebagai Kyai Ahmad Dahlan, Cok Simbara sebagai ayah Nyai Ahmad Dahlan, Della Puspita, Rara Nuwangsih, Egi Fadly, Malvino Fajaro, Inne Asri dan disutradari oleh Olla Ata Adonara.

FILM NYAI AHMAD DAHLAN SIAP DIPUTAR 24 AGUSTUS 2017 Nyai Ahmad Dahlan (Siti Walidah) selama ini dikenal lebih sebagai istri Kyai Ahmad Dahlan. Nyai Ahmad Dahlan ternyata sudah memulai berpikir tentang kiprah perempuan sejak muda. Nyai Dahlan memilih mengajari masyarakat dengan karya nyata. Ia membuka asrama dan sekolah-sekolah puteri dan mengadakan kursus-kursus pelajaran Islam dan pemberantasan buta huruf bagi kaum perempuan. Selain itu, ia juga mendirikan rumah-rumah miskin dan anak yatim perempuan serta menerbitkan majalah bagi kaum wanita. Beliau bersama sang suami KH.Ahmad Dahlan dan para sahabat mendirikan ‘Aisyiyah pada tahun 1917 sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah dengan Ibu Siti Bariyah sebagai ketua pertama. Beliau juga telah merintis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diberi nama Frobel Kindergarten Aisyiyah. Murid angkatan pertama Froebel Kindergarten ‘Aisyiyah yang kemudian dikenal dengan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), dirintis oleh Nyai Ahmad Dahlan tahun 1919. Sampai saat ini Amal Usaha ‘Aisyiyah bidang pendidikan total 23.772 sekolah (TK/SD/SMP/SMA/PT). Bagi yg rindu Film “Sang Pencerah” , film ini bisa mengobati rasa kangen kisah perjuangan dua sejoli “Ahmad Dahlan dan Siti Walidah” Ayo nonton di bioskop yang diputar serentak mulai tanggal 24 Agustus 2017. Jangan lupa ajak keluarga dan teman nonton filmnya ? Untuk update info silahkan: Like Fanspage: www.facebook.com/NyaiAhmadDahlanTheMovie Follow Instagram: www.instagram.com/nyaiahmaddahlanmovie #NyaiAhmadDahlanTheMovie

A post shared by Pemuda Muhammadiyah DIY (@pemudamuhdiy) on

“Bagi kami membuat film ini adalah amanah luar biasa. Sosok beliau sangat hebat. Setiap perjalanan hidup Nyai Ahmad Dahlan sangat inspiratif. Beliau benar-benar uswatun hasanah bagi umat. Dalam durasi 98 menit insyaallah kami berusaha gambarkan siapa beliau. Sosok Nyai Ahmad Dahlan sebagai isti, ibu, guru, sahabat dan pejuang,” jelas Dyah Kalsitorini Produser sekaligus penulis film Nyai Ahmad Dahlan.

Nyai Ahmad Dahlan mendapat Pahlawan Nasional, bukan karena beliau adalah istri KHA Dahlan Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah pada tahun 1912. Namun Nyai Ahmad Dahlan adalah seorang pelopor penggerak. Nyai juga sangat cerdas. Nyai Ahmad Dahlan yang dilahirkan pada tahun 1872 adalah pendiri gerakan perempuan ‘Sopo Tresno’ yang kemudian bernama Aisyiyah.

Melalui organisasi wanita Aisyiah, Siti Walidah sangat membantu perjuangan kemerdekaan. Di awal revolusi, ia menggerakkan kaum perempuan untuk mendirikan dapur umum. Ia juga rajin bertukar pikiran tentang perjuangan dengan Presiden Soekarno dan Jenderal Sudirman.

”Dan beliau merupakan perempuan pertama yang pernah memimpin Kongres Muhammadiyah tahun 1926. Saat itu belum ada sosial media tapi beliau sudah bisa mengumpulkan ratusan wanita saat itu,” kata Dyah Kalsitorini Produser sekaligus penulis film Nyai Ahmad Dahlan.(Foto: Andim)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: