Konser Simfoni Layar Perak Indonesia Mengingat Film Indonesia

Pertunjukan ini didedikasikan antara Iain bagi dunia perfilman tanah air.
, Majalah Kartini | 28/09/2017 - 10:15

MajalahKartini.co.id – Kehadiran film-film buatan anak Negeri telah ikut mewarnai perkembangan bangsa Indonesia, khususnya di bidang seni dan budaya. Seperti halnya ranah perfilman. Film karya anak bangsa dari berbagai masa memberi kenangan tersendiri bagi para penikmat di masanya, tak terkecuali dengan soundtrack yang turut memberi andil keberhasilan dalam sebuah karya film.

Bahkan tak sedikit soundtrack film hingga kini masih saja diputar di berbagai stasiun radio dll, dan dinyanyikan oleh masyarakat. Untuk itu, Adiswara Gadjah Mada, Komunitas Alumni Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, mempersembahkan sebuah konser paduan suara bertajuk “Simfoni Layar Perak Indonesia”.

“Pertunjukan ini didedikasikan antara Iain bagi dunia perfilman tanah air. Karni mengajak semua masyarakat Indonesia untuk mengenal Original Sound Track (OST) sebuah film dan menghargai karya film dan OSTnya,” kata Kusuma Prabandari atau akrab disapa Rita, Ketua Komunitas Adiswara Gajah Mada pada press conference di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (26/9).

Di konser ini, kata Rita, Adiswara akan menyuguhkan lagu-lagu atau Original Sound Track dari film-film Indonesia yang pernah populer pada zamannya, mulai dari era 1950-an hingga kini. “Konser ‘Simfoni Layar Perak Indonesia’ akan digelar 6 Oktober mendatang di Theater Nusa Indah Balai Kartini, pukul 19.00 WIB, dengan target 1.000 pengunjung,” kata Rita menjelaskan.

Hampir seluruhh genre lagu akan dibawakan oleh Adiswara Choir dan Artis serta bintang tamu, sesuai kategoxi film yang ditampilkan, mulai dari filmperjuangan, film anak-anak, remaja, percintaan, religi, komedi, horor hingga film dangdut. Dikemas dengan gaya pop, format paduan suara akan berkolaborasi dengan BigBand.

Di konser Simfoni Layar Perak ini selain menampilkan kepiawayanan dari Adiswara Choir, juga menampilkan suara emas dari penyanyi Vina Panduwinata, Delon, dan Maudy Ayunda, Musisi Kagama. ArsDeeBee serta PSM UGM yang didatangkan langsung dari Kota Pelajar Yogyakarta. “Kenapa kita pilih tiga penyanyi ini? Karena ketiganya mewakili tiga generasi. Bagaimana penyanyi yang pernah mengisi OST di film lagu tersebut membangkitkan nostalgia semua usia,” jelas Rita.

Ada banyak kejutan dalam konser nanti, sehingga atmosfer akan dibuat apik sedemikian rupa supaya seluruh lapisan penonton dapat menikmati dan menggali kenangan-kenangan indah dari penunjukan yang ditampilkan.

Theresia Chrisnani sebagai Kreator konser Simfoni Layar Perak Indonesia menjelaskan alasan tema konser yang digelar ke-2 kalinya ini. Mengatakan, ide awal konser ini bermula dari pengamatannya bahwa banyak sekali lagu Indonesia yang bagus bahkan bahkan setelah filmnya tidak diputar lagi lagunya masih dikenang dan dinyanyikan banyak orang. “Kadang penyanyi menyanyikan lagunya masing-masing, sepertinya kita butuh sesuatu yang berbeda, lagu yang enak didengar dengan aransemen menarik. Saya percaya paduan suara ini tidak lagi hanya itu-itu saja. Maka dari itu saya bersamaan mbak Rita dan Adiswara membuat konser ini,” jelas Theresia.

Sebagai wujud kecintaan dan dedikasi Adiswara untuk generasi dibawahnya, maka sebagian dari hasil penjualan tiket konser ini akan menjadi donasi bagi adik-adik mahasiswa yang tengah bersiap untuk berlaga di Malta International Choir Festival bulan November tahun ini di Malta, Italia.

Anak-anak muda tersebut tercatat sebagai satu-satunya perwakilan asal Tanah Air di kompetisi paduan suara tingkat dunia itu. “PSM UGM terus mengejar prestasi setelah tahun sebelumnya meraih Golden Medal pada Rimini International Choral Competition 2016.

Sebagai bocoran, Delon akan menyanyikan 3 lagu, dua diantaranya lagu berjudul “Mengejar Matahari” oleh Ari Lasso dan lagu Once “Aku Mau”. Vina Panduwinata akan membawakan lagu “Burung Camar”, sedangkan Maudy Ayunda akan menyanyikan lagu “Perahu Kertas”.(Foto : Andim)

Tags: , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: