Kartini, Cerita Tentang Pergulatan Batin dan Gejolak Kehidupan

Masih banyak sisi menarik dari kehidupan Kartini yang belum banyak diketahui orang-orang, Film Kartini coba menyuguhkan untuk Anda.
, Majalah Kartini | 06/04/2017 - 13:32

Kartini Cerita Tentang Pergulatan Batin dan Gejolak Kehidupan1

MajalahKartini.co.id – Siapa yang tidak merayakan Hari Kartini di Indonesia? Sejak kecil, kita semua sudah merayakan Hari Kartini dengan mengenakan busana daerah di sekolah. Hari Kartini pun juga dirayakan di berbagai tingkat, mulai dari keluarga sampai pejabat pemerintahan. Namun khusus untuk tahun 2017 ini, ada persembahan khusus dalam merayakan Hari Kartini. Tahun ini, kita semua akan menyaksikan kisah kehidupan Kartini di layar bioskop.

Sebagai satu-satunya pahlawan perempuan di Indonesia yang mempunyai hari besar, Kartini sudah sangat dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Nyatanya masih banyak sisi menarik dari kehidupan Kartini yang belum banyak diketahui orang-orang.

Oleh karena itu, hadirlah film Kartini (2017), yang diproduksi oleh Legacy Pictures bekerja sama dengan Screenplay Productions. Film yang diproduseri oleh Robert Ronny dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini akan membuka mata kita tentang Kartini, pergulatan batinnya, dan gejolak kehidupannya yang mungkin sudah terlupakan di masa sekarang.

Kartini Cerita Tentang Pergulatan Batin dan Gejolak Kehidupan

Robert mengatakan selama lebih dari dua tahun kita khusus riset tentang Kartini, banyak hal yang cukup mengejutkan yang orang tidak tahu tentang Kartini selama ini. “Yang pertama, sebutan ibu Kartini yang menurut saya kurang tepat. Dia meninggal di usia yang sangat muda, bahkan belum sempat menjadi ibu-ibu. Dan kita harus ingat bahwa Kartini yang kita kenal lewat surat-suratnya adalah Kartini yang masih remaja, berusia belasan tahun. Dia sangat tomboy, banyak membaca, dan berpikir. Jalan pikirannya sangat maju, terstruktur, dan sangat modern,” tuturnya saat Press Screening di Plaza Indonesia, Jakarta Rabu (5/4).

Robert menjelaskan pemikiran-pemikiran Kartini itulah yang menjadi drive film ini, terutama perhatian khusus Kartini tentang pendidikan. Kartini percaya, bahwa untuk mengubah nasib seseorang dan nasib sebuah bangsa, harus lewat pendidikan. “Sekarang, masalah-masalah yang diperjuangkan Kartini masih apparent dan terjadi di Indonesia, seperti ketimpangan gender, kedudukan perempuan masih di bawah, ketidakadilan sosial, dan berbagai masalah lain yang sudah dipikirkan Kartini ratusan tahun yang lalu,” ucapnya. (Foto: Legacy Pictures & Instagram)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: