Di Balik Layar Film Animasi Anak “Knight Kris”

Produser mulai menggali beberapa ide dimana ingin mengangkat konten lokal dengan mengetengahkan konten budaya.
, Majalah Kartini | 17/11/2017 - 13:29
 

MajalahKartini.co.id – Duo Penulis dan Sutradara, Antonius dan William Fajito merasa antusias dan tertantang dalam menggarap film animasi anak karya anak bangsa ‘Knight Kris’. “Melalui diskusi dengan produser, kami tertantang untuk membuat sebuah tontonan anak berkualitas karena tak dapat dipungkuri, tontonan film anak Indonesia itu masih sangat minim dan kalau pun ada kadang mengusung tema cerita yang tidak sesuai,” kata Antonius pada press conference gala premiere ‘Knight Kris’ di XXI Epicentrum, Kamis (16/11).

Berawal dari sana lah produser mulai menggali beberapa ide dimana ingin mengangkat konten lokal dengan mengetengahkan konten budaya seperti tokoh-tokoh pewayangan dan candi sebagai gambar latarnya agar generasi kids jaman now dapat belajar sejarah budaya lokal secara ringan melalui karya layar lebar.

“Kemudian kami mencari ide cerita yang berbeda dari kebanyakan film anak-anak yang biasanya dibuat lebih mengarah cerita di perkotaan. Intinya film ini mengambil tema bangsa Indonesia pada jaman dahulu,” terang Antonius.

Sutradara lainnya, William Fajito membocorkan bahwa untuk pengerjaan film layar lebar animasi ini sangatlah susah dan sudah pasti banyak hambatan yang dihadapi, namun itu tidak menyurutkan semangat untuk memberikan kemampuan terbaik bagi industri film Tanah Air.

“Film layar lebar animasi ini cukup sulit dalam pengerjaannya dan kami menghadapi banyak hambatan. Seperti misalnya dalam pembuatan karakter penokohan yang harus kekinian sehingga dapat diterima oleh generasi millenials yang kritis, model sampai grafis komputer dimana kami harus menggunakan Computer Generated Imagery (CGI) agar hasilnya berkualitas dapat disejajarkan dengan film animasi buatan luar negeri, kalau bisa sekelas Hollywood,” ungkapnya.

Film animasi ini juga kata William menjadi bukti keseriusan dan dedikasinya untuk menghadirkan sebuah tontonan animasi yang berkualitas dan layak ditonton, dimana untuk proses produksinya sendiri memakan waktu sangat lama yaitu mencapai tiga tahun hingga akhirnya selesai. “Kami berharap, film ini dapat menjadi pembuktian akan kualitas animator Indonesia yang layak disandingkan dengan animator mancanegara,” ujarnya.

Meski ide cerita dan karakter animasi telah dibuat semenarik mungkin, namun tak terelakan bahwa untuk sebuah tontonan animasi, pengisi suara menjadi salah satu unsur krusial yang dapat menjadi daya tarik khusus. Untuk itulah, di film produksi perdana Viva Fantasia Animation dan SSS Production ini, Deddy Corbuzier sang Executive Producer juga didaulat menjadi salah satu pengisi suara.

Deddy mengisi suara tokoh Bayu Sekti, sementara tokoh lainnya Deddy juga melibatkan sejumlah anak muda kreatif yang namanya sudah dikenal di media sosial seperti Kaesang Pangarep (tokoh Yuda), Chika Jessica (tokoh Bayu), Stella Cornelia (tokoh Rani), Bimasakti (tokoh Asura dan Mpu Tandra) dan Santosa Amin (tokoh Nahwara). “Ini pengalaman seru pertama saya menjadi dubber dalam sebuah film animasi,” kata Deddy.

Ternyata ini sangat sulit bagi Sang Deddy mengisi suara, karena harus disesuaikan dengan emosi yang terpancar pada penggambaran tokoh. “Saya harus belajar intonasi, artikulasi dan emosi suara agar pas menggambarkan emosi yang ingin disampaikan dalam sebuah scene dan ini sangat mengesankan,” imbuhnya.

Awalnya, ketika ditawari oleh produser, ia langsung tertarik, karena film ‘Knight Kris’ sangat berbeda dari kebanyakan film, apalagi ini film animasi pertama yang dibuat oleh anak bangsa, sehingga saya pun ingin terlibat di film ini sebagai bentuk kecintaan saya terhadap budaya Indonesia.

Kehadiran film animasi ini dapat memperlengkap khazanah film animasi Tanah Air dan merangsang sineas atau animator-animator Indonesia lainnya untuk berani unjuk gigi, agar industri film animasi Tanah Air juga tak kalah menggeliat seperti film biasa. “Salut untuk kang Deddy dan mas Sys NS yang berani untuk mendobrak industri film Tanah Air dengan menghadirkan sebuah tontonan yang berbeda,” terang Kaesang antusias.

Secara sinopsis, film bergenre action adventure ini bercerita tentang kisah dari sebuah keris. Bercerita tentang Bayu, seorang bocah laki-laki berumur delapan tahun dari Desa Hening yang menemukan sebuah keris sakti dalam candi misterius di tengah hutan terlarang. Tak disangkat, ternyata keris tersebut memberikan Bayu kekuatan untuk berubah wujud menjadi sesosok ksatria harimau berbaju zirah.

Di saat bersamaan, dari tempat keris itu dicabut, sesosok raksasa bangkit dan memporak porandakan desa serta mengubah seluruh penduduk desa menjadi batu. Bayu bersama sepupunya, Rani kemudian bertemu dengan seekor kera bernama Empu yang mengaku sebagai pengguna keris itu sebelumnya.

Empu kemudian membeberkan kenyataan bahwa keris yang Bayu cabut bagiannya terpencar ketika dahulu digunakan untuk menyegel Asura, sang raksasa. Mereka bertiga akhirnya pergi untuk mencari peta yang dapat menunjukkan keberadaan pecahan tersebut, yaitu ke tempat dimana keris itu dibuat.(Foto : Knight Kris)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: