Democracy of Centennial, Wadah Ide Kreatif Generasi Z

Telkom mengajak para generasi Z untuk mengembangkan ide kreatif ke dalam Movie Making Project, Democracy of Centinennial.‎
, Majalah Kartini | 11/11/2017 - 13:15

MajalahKartini.co.id – Generasi Milenial atau generasi Y adalah generasi dengan rentang kelahiran antara tahun 1980 sampai dengan tahun 1995, berbeda dengan generasi Z (Centennial) yang memiliki rentang kelahiran tahun 1995 sampai 2011. Generasi Z adalah generasi digital, generasi yang berpikiran terbuka, dan generasi yang diharapkan dapat menjadi pemimpin serta merubah wajah Indonesia menjadi jauh lebih baik.

Generasi Centennial atau generasi Z sangat identik dengan industri digital, dapat dikatakan mereka adalah generasi pertama yang sejak lahir telah mengenal internet. Untuk itu, dapat dikatakan generasi Z adalah market utama industri digital di masa depan.

Sebagai bentuk dukungan kepada para Generasi masa depan Indonesia ini,  PT. Telkom Indonesia dengan bangga mempersembahkan Democracy of Centennial (DOC), Sejuta Ide Seabad Indonesia!. Dimana DOC merupakan wadah berbagai macam ide Generasi Z untuk kemajuan Indonesia. Telkom mengajak para generasi Z untuk mengembangkan ide kreatif ke dalam Movie Making Project, Democracy of Centinennial.‎ Ide-ide kreatif mengenai seperti apa keinginanmu untuk di Indonesia pada tahun 2045.

Nantinya ide kreatif tersebut akan dikurasi oleh para expert di dunia perfilman Tanah Air. Ide kreatif tersebut juga terbagi dari beberapa kategori sesuai dengan keinginan masing-masing peserta, yakni, Ide Cerita, Art Work/Future Design, Musik, Fotografi, Fashion Design, Animasi, Karakter dan masih banyak lagi.

Joddy Hernady selaku Executive Producer pada project Democracy of Centennial mengatakan bahwa centennial adalah harapan Indonesia, dapat dikatakan masa depan Indonesia berada ditangan mereka. Mereka adalah generasi yang dapat membawa Indonesia menjadi lebih jauh berkembang. “Kami yakin para generasi centennial memiliki mimpi dan harapan untuk Indonesia,” ujarnya saat press conference di Grand Indonesia Jakarta, Jumat (10/11).

Oleh sebab itu, Telkom Indonesia bermitra dengan Right Hand Indonesia akan memproduksi sebuah film layar lebar, dimana content pada film tersebut berasal dari ide-ide, mimpi dan harapan anak muda Indonesia tentang akan seperti apa Indonesia di tahun 2045 ketika menginjak usia satu abad.

“Didukung para ahli produksi fim terbaik yang mana kami menyebutnya sebagai The Centennial Dream Tentu, tentu ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi para peserta,” terang Joddy.

David Bangun, Director of digital and strategic portfolio, PT Telkom Indonesia mengungkapkan Telkom terus berinovasi dan bertransformasi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi berbasis digital demi membawa pengalaman baru khususnya bagi para generasi Z yang haus akan kebutuhan internet baik sebagai media hiburan, kebutuhan komunikasi, kebutuhan akan informasi yang mudah serta cepat dan sebagainya.

“Selain itu, transformasi Telkom Indonesia menjadi perusahaan Telekomunikasi berbasis digital adalah untuk mendukung target Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di asia tenggara,” ujar David.

Alika Islamadina, Refal Hady dan Vadi Akbar yang menjadi spokeperson Democracy of Centennial, dimana mereka merepresentasikan Generasi Z. Mereka akan berbagi ide dan mimipinya untuk menjadi bagian dari perubahan seabad Indonesia. Ide dan mimpi untuk kemajuan industri film dan musik Indonesia sesuai dengan apa yang mereka geluti saat ini.

Tertarik mengikuti kompetisi ini, dan menjadi bagian dari perubahan? cukup upload ide ke expose.uzone.id. Follow dan tag @thedocproject dan 2 teman menggunakan tagar #doc #neverbefore #telkomdigital. Dan nantinya ide itu akan tertuang sebagai film tentang satu abad Indonesia like never before.(Foto : Telkom)

Tags: , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: