Ananya Birla Musisi India Pertama dengan Single Berbahasa Inggris

Berharap hal itu mampu mendorong para musisi muda di India dan Asia untuk semakin menggarap musik internasional.
, Majalah Kartini | 12/02/2018 - 11:01

MajalahKartini.co.id – Ananya Birla musisi India pertama dengan single berbahasa Inggris yang berhasil meraih platinum. Ananya mengaku takjub mengingat tahun lalu berakhir dengan sangat istimewa. Ia senang mengetahui begitu banyak orang menyukai musiknya dan menikmatinya. “Saya pikir hal ini benar-benar menunjukkan betapa banyaknya pendengar asal India yang semakin terbuka terhadap musik Barat saat ini,” kata Ananya melalui siaran persnya.

Perempuan kelahiran Mumbai, India 17 July 1994 berharap hal itu mampu mendorong para musisi muda di India dan Asia untuk semakin menggarap musik internasional. Ada begitu banyak musisi dengan bakat terpendam di India yang perlu didengar, dan para pendengar sangat antusias menyambut mereka.

Meski tak banyak musisi yang memutuskan untuk keluar dari Asia dan berkarir di luar negeri namun Ananya menunjukkan bagaimana musik Latin semakin populer sejak dirilisnya Despacito, ia pikir ini menunjukkan bahwa musik semakin berkembang menjadi suatu hal yang global. “Musik ‘asing’ tak lagi dianggap sebagai sesuatu yang berbeda, itu semua hanyalah musik. Kami para seniman harus mulai menerima pemikiran tersebut,” kata Ananya yang menempuh pendidikan Ekonomi & Manajemen di Universitas Oxford, Inggris.

Ia beranggapan bahwa musisi Asia terkadang dapat berpikiran sangat sempit. Misalnya, di India, seseorang dapat dikritik karena mereka berpikir orang tersebut telah melupakan budaya India dan menjadi terlalu “kebarat-baratan”. Ia sendiri tahu dirinya tidak akan pernah melupakan asal usulnya, terlepas dari genre dan pengaruh musik yang ia jelajahi.

“Jika memungkinkan, saya mencoba memasukkan sedikit nada khas India pada musik saya baik karena saya menikmatinya, dan karena saya tahu para pendengar di Eropa dan Amerika menghargai keragaman tersebut. Anda dapat melihat sendiri kesuksesan musik KPop di Amerika Serikat,” jelas pelantun ‘Livin’ the Life Afrojack remix diproduseri oleh Jim Beanz (2016).

Berkat internet, musik kini semakin mengglobal, serta menjadi bahasa universal. Bagi Ananya kita akan melihat banyak superstar musik global yang muncul dari Asia dalam beberapa tahun ke depan.

Lebih jauh ia menceritakan ketertarikannya dengan musik. Ia dibesarkan di keluarga dimana musik merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejak muda, saya terobsesi dengan semua hal yang berhubungan dengan musik dan menyanyi. Ia mempelajari Santoor (instrumen tradisional India) saat berusia sembilan tahun, lalu dengan bantuan YouTube, ia juga mempelajari gitar dan piano secara sendiri.

“Ketika kuliah di Inggris, saya menulis musik sendiri dan tampil secara reguler, sejak saat itulah saya tahu bahwa bermusik merupakan hal yang ingin saya lakukan sepanjang hidup saya,” tuturnya.

“Saya sangat suka menulis lagu. Katarsis proses ini telah membantu saya menghadapi sejumlah masa sulit dalam hidup. Hal tersebut memberikan kemampuan untuk mengekspresikan diri di saat saya kesulitan untuk menyuarakan perasaan saya,” tambah perempuan yang pernah menraih award Forbes Asia’s Women to Watch.

Bagi Ananya musik bisa menjadi kekuatan positif. Sungguh luar biasa saat para musisi menggunakan musik untuk menyoroti masalah sosial. Bono telah melakukan itu sepanjang karirnya dan Kendrick Lamar serta Lady Gaga baru-baru ini memasukkan hal tersebut ke dalam musik mereka. Berbagai seniman dan organisasi juga dapat menggunakan konser untuk mengumpulkan dana dan menyatukan banyak orang demi menanggapi suatu isu.

Pada tahun 2016, ia mendapatkan pengalaman luar biasa dengan tampil bersama Coldplay untuk Global Citizen di Mumbai. Global Citizen menggunakan acara dan jangkauan internasionalnya untuk membangun sebuah gerakan aksi sosial. Musik (dan musik live) dapat menyatukan begitu banyak orang guna memberikan dukungan mereka bagi gerakan-gerakan yang luar biasa seperti itu.

“Saya cinta musik karena musik itu sendiri. Namun saya juga menyukai musik yang menawarkan potensi untuk meraih dan berbagi pengalaman emosional dengan khalayak luas. Saya ingin menciptakan musik yang mampu terhubung dengan banyak orang dan saya berharap dapat menghadirkan senyum di wajah mereka,” imbuhnya. Ia juga mengatakan, “Semua musik saya ditulis dari pengalaman pribadi. Saya senang jika orang mendengar salah satu lagu saya dan dapat mengerti lirik atau emosi yang saya ungkapkan dan mereka merasa sedikit lebih baik mengenai sesuatu yang tengah mereka hadapi,” paparnya.

Hubungan dengan Media Sosial

Sebagai penerima penghargaan ‘Top 50 Power women of 2016’ oleh Verve Magazine bagi Ananya media sosial dapat menjadi kekuatan positif dan kuat yang mampu menyatukan begitu banyak orang di seluruh dunia. Media sosial telah membantu ia terhubung dengan para penggemar serta membangun hubungan yang kuat dengan mereka dan itu menjadi suatu hal yang sangat ia syukuri.

Namun media sosial dapat menjadi sesuatu yang tidak sehat saat kita membiarkan diri terhanyut ke dalamnya. Seseorang tidak mendapatkan informasi secara menyeluruh melalui media sosial dan seringkali orang hanya menampilkan hal-hal terbaik dalam hidupnya. Hal itu dapat membuat orang tersebut menghabiskan begitu banyak waktu untuk membandingkan dirinya dengan orang lain, dan dengan kehidupan ‘sempurna’ yang mereka tampilkan.

“Trolling dan komentar negatif juga dapat menjadi hal yang sangat berbahaya. Saya bisa menerima kritik yang konstruktif, namun sejumlah hal yang saya baca di kolom komentar saya atau milik orang lain sungguh keterlaluan. Ini termasuk bullying dan ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghentikannya,” ujarnya.(Foto : Istimewa)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: