Gaya Desain Interior Sentuhan Julia Green

Pemilihan interior rumah berkembang seiring dengan tren pada masanya.
, Majalah Kartini | 05/09/2017 - 22:02


MajalahKartini.co.id – Seorang pakar interior di Australia, Julia Green merekomendasikan tiga gaya desain interior berdasarkan tren rumah tahun 2017. Bagi para pecinta interior ataupun baru ingin menyeleksi interior untuk rumah baru, Julia menginformasikan untuk Anda memutuskan capaian tampilan interior yang anda inginkan.

Dilansir dari Geelong Advertiser, Julia menyampaikan ada baiknya menyelesaikan penataan dan pemilihan interior lebih cepat daripada menundanya lebih lama. Agar Anda dapat menemukan kebenaran di rumah sendiri.

Berikut empat rekomendasi interior rumah dari Julia Green untuk Anda

1. Heritage (Warisan)

Secara umum arti warisan adalah sesuatu yang diturunkan dari masa lalu untuk penerusnya dan rumah ini sering hadir dengan kekayaan sejarah. Namun rumah tua masih memiliki daya konversi modern yang luar biasa, cukup fleksibel dan mudah untuk memodernisasi rumah tua tanpa memberikan penghormatan terhadap fitur klasik yang sudah ada.

Jika gaya warisan ditempatkan pada posisi yang benar dan gaya penataan yang tidak sesuai akan sangat tidak enak untuk dilihat. Bagi anda penyuka tradisi, kembali lagi kepada seberapa jauh anda ingin mengambil dan mempertahankannya. Seperti halnya merombak perabotan tua seluruhnya dengan jok baru, namun tetap mempertahankan beberapa pesona periode mereka.

Rumah yang lebih tua lebih tepat digunakan untuk orang-orang yang sangat pemilih (electic) terhadap barang-barang yang dimilikinya. Maka Anda lebih cocok untuk menggunakan desain interior gaya ini.

2. Deco

Dikembangkan pada tahun 20-an dan menjadi tren kembali pada tahun 60-an. Ciri khas Art Deco adalah motif geometris, warna yang berani, dan garis besar dengan bahan-bahan yang mewah. Meskipun terlihat spesifik, namun tidak mudah untuk diterapkan pada rumah yang tidak memiliki karakteristik kuat seperti ini.

Tampilan ini menjadi salah satu yang terbaik untuk deco puritan. Sesungguhnya Deco lebih sulit diterapkan jika tidak sesuai dengan tempatnya, dibanding dengan gaya lain yang lebih fleksibel. Jika Anda sangat ingin menerapkan gaya Deco pada rumah, kunci utamanya adalah konsistensi pada palet warna yang akan anda gunakan, kombinasikan palet kayu warna gelap dengan warna yang serupa.

3. Hamptons

Sangat cocok untuk melihat keanggunan cahaya, semilir, dan santai di rumah bergaya Hamptons. Namun gaya ini bukan sekedar gaya untuk mencelupkan jari-jari kaki Anda saja. Dibutuhkan pendekatan yang berkonsentrasi tinggi, berkomitmen, dan originalitas untuk menciptakan tingkat keasliannya.

Rumah bergaya Hamptons sangat cocok untuk ditempati dalam bangunan baru yang berkarakteristik terhadap semua detil yang ada sejak awal. Pemilik dapat melukis interior dan eksterior di dasar berwarna putih dan dipadukan dengan alur dan linen yang elegan, dapat dikombinasikan dengan aksen biru laut dan hijau. Terdengar mudah, namun tampilan Hamptons membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membuat interior gaya ini.

4. Scandinavian

Desain ini bermula dari pameran desain di Amerika dan Kanada pada tahun 1950-an. Gaya rumah ­­­­ini tidak akan tampak sempurna dan berhasil jika hanya dibuat berdasarkan kesederhanaan dan minimalisme. Ciri khas Scandinavian adalah indah, bersih, sederhana, dan terinspirasi dari alam dan iklim yang diterapkan secara fungsional, tahan lama, dan harga yang efisien.

Gaya Scandinavian cocok digunakan dalam penggunaan bahan dan warna kayu pirang, kulit pucat, aluminium enamel, cahaya alami dan interior yang khas terang, putih dan cerah. Jika Anda berada di teras Victoria tua dengan fitur tradisional, Anda akan berusaha untuk mencapai konversi otentik.

Bukan menjadi alasan Anda tidak bisa melukis rumah dengan dasar warna putih dan cat papan lantai putih, lebih tepatnya anda menaburkan beberapa bahan seperti yang disebutkan di aras. Dalam merealisasikan gaya Scandinavian, Anda harus menentukan minimalisme dan tujuan realistis dalam hidup anda. (Felita Herlina Ciciliani/Foto: Theinteriorsaddict dan Pinterest).

Tags: , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: