YKPI Adakan Pemeriksaan Mammografi untuk Jurnalis

Murni pekerjaan sosial untuk menolong perempuan Indonesia dari ancaman kanker payudara.
, Majalah Kartini | 02/02/2018 - 12:15


MajalahKartini.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Dunia setiap tanggal 4 Februari, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengadakan pemeriksaan mammografi gratis untuk media dan keluarga. Sekitar 50 wartawan dari berbagai media di Jakarta, yang dikoordinir oleh Forum Ngobras tampak antusias mengikuti pemeriksaan mammografi yang berlangsung di Sekretariat YKPI di bilangan Jl. Panglima Polim, Jakarta Selatan. Rentang usia peserta antara 35-50 tahun.

Ketua YKPI, Linda Gumelar menjelaskan YKPI rutin melakukan mammografi gratis, sejak YKPI memiliki unit mammografi keliling tahun 2005 dengan bus kecil. Sejak 2015 unit mammografi YKPI sudah dilengkapi alat terbaru. Bus mammografi setiap minggu keliling ke Puskesmas-puskemas di seluruh Jakarta, bekerjasama dengan RS Kanker Dharmais.

Data YKPI tahun 2016, dari 2.515 yang diperiksa, ditemukan 1,2 persen hasil yang dicurigai tumor ganas dan 14,8 persen yang dicurigai tumor jinak. Tahun 2017 lebih banyak lagi yang diperiksa mencapai 3.160 pasien. Peningkatan jumlah peserta, menurut Linda, karena permintaan Kemenkes yang tengah gencar mensosialisasikan program Germas. Hasil sampai Desember 2017, dari 3.160 yang diperiksa, ada 1,4 persen yang dicurigai tumor ganas.

“Meskipun hanya 1,4 persen yang secara statistik mungkin tidak signifikan, tetapi sekecil apapun mereka adalah manusia. Satu nyawa yang bisa diselamatkan sangat berarti. Jadi bagi YKPI ini murni pekerjaan sosial untuk menolong perempuan Indonesia dari ancaman kanker payudara,” tegas Linda.

Dr. Martha Royda Manurung dari RS Kanker Dharmais selaku dokter yang bertugas dalam pemeriksaan mammografi untuk media pada hari ini, menjelaskan saat ini kanker payudara menempati urutan pertama dari 10 kanker terbanyak di Indonesia.

WHO memprediksi, tahun 2030 akan terjadi ledakan insiden penyakit kanker di negara berkembang, dan kanker payudara termasuk di dalamnya. Indonesia salah satu negara berkembang yang juga mengalami kenaikan insiden kanker.

Untuk kanker payudara, 70 persen pasien di Indonesia terdeteksi di stadium lanjut. Hal ini berdampak pada beban biaya yang ditanggung BPJS yang mencapai lebih dari 1 triliun dalam setahun, sehingga jika ditemukan di stadium awal tentu akan sangat mengurangi beban biaya pengobatan.

Menurut dr. Martha, masalah di Indonesia adalah belum semua perempuan tahu cara mendeteksi dini kanker payudara. Umumnya gejala yang diketahui berupa benjolan, perubahan pada struktur kulit payudara misalnya ada cekungan, keluar cairan dari puting atau ukuran payudara kanan dan kiri tidak sama.

Faktor risiko tersering kanker payudara adalah faktor hormonal, di antaranya haid sebelum usia 12 tahun, hamil anak pertama di usia lebih 30 tahun, tidak pernah hamil dan menyusui, terlambat manopuse di usia lebih dari 50 tahun, dan penggunakan KB hormonal. “Mereka ini disarankan rutin melakukan deteksi dini, termasuk yang pernah ada riwayat tumor jinak payudara,” jelas dr. Martha.

Deteksi dini dilakukan dengan Periksa Payudara Sendiri (Sadari), USG dan mammografi. Mammografi dianjurkan untuk usia lebih dari 40 tahun, dan bisa dikombinasikan dengan USG.

Salah satu peserta mammografi untuk wartawan, Risnawati Avin (37 tahun) baru pertama kali melakukan mammografi. Saat ditawari langsung bersedia karena menyadari pentingnya deteksi dini, dan ada riwayat tumor jinak payudara pada kakak perempuannya.

“Saya sendiri tidak rutin melakukan Sadari jadi terima kasih sekali YKPI mengadakan pemeriksaan mammografi gratis,” ujar Risna. Meski baru pertama mammografi, Risna mengaku rileks sehingga tidak terlalu sakit. “Cuma beberapa detik dan tidak terasa sakit sama sekali,” jelasnya.

Dian Anditia (43) dari Wartakota juga baru pertama kali melakukan mammografi. Ia mengaku pemeriksaan di Unit Mammografi YKPI sangat nyaman, tidak terasa sakit. Dian juga tergerak melakukan mammografi karena usianya sudah memasuki periode pemeriksaan rutin mammografi dan kebetulan juga ada riwayat tumor jinak, di mana ibunya pernah dua kali operasi tumor jinak.

Linda menambahkan, salah satu tujuan YKPI melakukan mammografi untuk masyarakat adalah menekan kejadian kanker payudara metastasis stadium lanjut di tahun 2030.

“Kami mencoba mendorong upaya promotif dan preventif bahkan melakukan edukasi sampai ke sekolah-sekolah untuk remaja putri agar sejak dini mengetahui tentang pentingnya melalukan Sadari,” jelas Linda.

“Mobil mammografi kami tidak pernah mati, jadi 24 jam mesin mobil selalu menyala meskipun tidak sedang melakukan pemeriksaan karena alat mammografi tidak boleh panas,” pungkas Linda.(Foto : Istimewa)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: