Women in Science, Apresiasi untuk Para Perempuan Peneliti

L’ORÉAL-UNESCO For Women in Science 2017 kembali memberikan apresiasi kepada empat perempuan peneliti atas semangatnya memajukan dunia sains.
, Majalah Kartini | 09/11/2017 - 16:04

MajalahKartini.co.id – Bekerjasama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU Kemendikbud), L’Oréal Indonesia kembali menganugerahkan penghargaan tahunan L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 untuk ke-14 kalinya kepada empat orang perempuan peneliti hebat yang mampu berperan mengubah masa depan dunia medis di Indonesia. Efek globalisasi berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk dunia medis.

Berbagai penyakit baru dan mematikan muncul tanpa bisa diprediksi akibat gaya hidup dan lingkungan yang terus berkembang. Tak hanya dunia, Indonesia juga harus menghadapi tantangan ini dan membutuhkan strategi khusus untuk mencegah, mengobati dan melindungi masyarakat dalam bidang kesehatan.

Pada pidato pembukaannya, Ir. Ira Nurhayati Djarot,M.Sc, Ph.D selaku Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyampaikan, “Selain pemerintah, Indonesia butuh peran masyarakat, termasuk peran SDM IPTEK yang ikut mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para SDM IPTEK menjadi salah satu kunci yang akan menjawab tantangan ini sekaligus mengemban tanggung jawab untuk membawa Indonesia ke kondisi yang lebih maju.”

Prof. Dr. Arief Rachman, Ketua Harian KNIU Kemdikbud menyatakan, “Jumlah peneliti per 1 juta populasi di Malaysia mencapai angka 7.000, diikuti Singapura di angka 2.590, sementara Indonesia hanya berada di angka 1.071. Jumlah peneliti di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Indonesia harus mengejar ketertinggalan tersebut. Menghadapi perkembangan era yang sangat dinamis ini, tuntutan untuk memahami sains dan teknologi semakin tinggi. Dunia pun perlu mengubah pemikirannya bahwa sains, teknologi, teknik, dan matematika bukanlah lahan pria saja. Perempuan pun harus berkecimpung di dunia ini dan memilihnya sebagai karir mereka kedepannya.”

Para perempuan peneliti dapat membantu memperbaiki teknik deteksi dini penyakit mematikan, menurunkan biaya pengobatan, mengembangkan prosedur medis yang aman guna peningkatan kualitas hidup. Tentu ini menjadi penting, melihat bagaimana hal tersebut dapat membawa perubahan untuk negara ini. Untuk itulah, setiap tahunnya L’ORÉAL-UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards mempersembahkan rencana penelitian yang akan dilakukan oleh para perempuan peneliti di tanah air. Tahun ini, empat (4) perempuan peneliti brilian baru membuktikan prestasinya melalui penelitian yang akan direalisasikan untuk mengubah masa depan dunia medis di Indonesia.

Keempat perempuan peneliti tersebut adalah:

Kategori Life Sciences
a. Retno Wahyu Nurhayati Ph.D (Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia)
b. Yulia Yusrini Djabir Ssi, MSi, MBmSc, Ph.D, Apt (Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin)

Kategori Material Sciences
Dr. Siti Nurul Aisyiyah Jenie (Pusat Penelitian Kimia, LIPI)

Kategori Engineering Sciences
Dr. Yuliati Herbani (Pusat Penelitian Fisika, LIPI)

Umesh Phadke, Presiden Direktur L’Oréal Indonesia menyampaikan, “Tidak hanya L’Oréal, namun masyarakat perlu mendukung para perempuan peneliti. Apa yang mereka lakukan bukan hanya bermanfaat untuk kehidupan pribadinya, tapi juga kehidupan banyak orang. Oleh karena itu, melalui penghargaan L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017, kami ingin mendukung perempuan dalam sains karena kontribusi besar mereka tidak boleh diabaikan. Mari merayakan peran mereka sebagai inspirasi yang telah mempertegas pentingnya sains untuk masa depan dan untuk mendorong mereka untuk mengejar karier di bidang sains”.

Keempat perempuan peneliti luar biasa ini akan mendapatkan dana sebesar Rp 80 juta dari penghargaan L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 untuk digunakan dalam melakukan penelitian mereka.  Tahun ini, acara penganugerahan turut dihadiri oleh Ir. Ira Nurhayati Djarot,M.Sc, Ph.D, Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ; Dr. Ir. Bastari, Kepala Pusat Data & Statistik Kementerian Pendidikan & Kebudayaan ; Marlina Moegijono Putri, SE, Kepala Sub Bidang Fasilitas Gender dalam Lingkungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ; Shahbaz Khan, Ph.D, Direktur UNESCO ; Prof. Dr. Arief Rachman, Ketua Harian KNIU Kemendikbud ; Perwakilan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). (Foto: Doc. Pribadi)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: