Tulisan Esai Sempurna untuk Masuk Universitas Idaman

Hasil karya tulisan sendiri lebih berharga dan memiliki kenangan yang tidak terlupakan.
, Majalah Kartini | 15/09/2017 - 21:02

MajalahKartini.co.id – Menulis memang dibutuhkan kemampuan dan ketelitian yang khusus, terutama dalam penulisan surat aplikasi universitas. Banyak syarat yang harus dipenuhi oleh calon mahasiswa agar bisa terpilih dan masuk ke universitas idamannya.

Memang banyak cara untuk membuat surat aplikasi universitas yang sempurna, salah satunya dengan cara membayar orang atau meminta tolong teman untuk membantu membuatkan surat Anda. Namun ada baiknya Anda berusaha terlebih dahulu sebelum meminta bantuan orang lain, karena hasil karya tulisan sendiri lebih berharga dan memiliki kenangan yang tidak terlupakan.

Dilansir dari Quartz Media, kebenaran yang tidak bisa terelakkan tentang mendaftar ke perguruan tinggi. Kebanyakan remaja tidak memiliki tulisan yang unik dan sekitar tiga juta siswa lulusan SMA bersaing untuk mengrim surat aplikasi ke universitas di Amerika.

Para pekerja khusus penerimaan mahasiswa dari sekolah elit tahu bagaimana cara menilai dan memilih tulisan yang terbaik, dalam hitungan detik bisa saja tulisan Anda terpilih atau sebaliknya dilempar ke tumpukan siswa yang ditolak.
Anda bisa merasa bersyukur karena mendapatkan kesempatan sederhana untuk mempelajari dan mengetahui cara untuk membedakan tulisan surat aplikasi universitas yang akan dipilih oleh universitas.

Seperti apa cara terbaik untuk tulisan esai Anda agar bisa diterima oleh universitas? Berikut tips penulisan esai yang didapatkan dari wartawan dan editor di redaksi Quartz Media dan cukup mudah untuk Anda lakukan.

1. Lupakan “Menulis dari Hati”

Mungkin Anda hanya mengetahui cara menulis esai dari orang tua atau guru di sekolah, mereka akan menyampaikan bahwa menulis harus ditulis dengan tulus dan melalui hati, serta ceritakan apa saja yang sudah pernah menjadi pengalaman dalam hidup Anda.
Jika Anda bingung saat diwajibkan untuk menulis, setidaknya Anda harus tahu apa yang harus Anda hindari:
– Definisi kamus

– Epigraf atau referensi dari penulis terkenal

– Efek suara

– Kalimat yang hanya terprogram dari komputer dan membentuk sederet simbol dari SAT (Scholastic Aptitude Text)

– Metafora berlebihan

– “Mari saya ceritakan sebuah cerita”

– Mengulang informasi dari bagian lain esai aplikasi Anda, seperti mencantumkan ulang semua kegiatan ekstrakulikuler Anda

– Berbicara tentang universitas, bukan tentang diri Anda sendiri

– Terlalu menggunakan kalimat pasif, bukan menceritakan hal yang menarik

– Menempel terlalu dekat dengan prompt atau sistem operasi berbasis antarmuka untuk menerima perintah dari pengguna

2. Jangan Menarik. Jadilah Tertarik

“Tulis tentang apa yang Anda minati, bukan yang menurut Anda menarik,” jelas Reporter Gaya Hidup Quartz Media Jenni Avins. Saat menulis esai, pastikan topik Anda mengungkapkan sesuatu hal tentang diri Anda dan mengapa Anda ingin belajar dan mengejar hal-hal yang ingin Anda lakukan.

Editor Keilmuan Quartz Media Elijah Wolfson menulis esai tentang “Rangkaian Pizza di New York”. Sebenarnya ini adalah kisah perpindahan ke seluruh negeri dan sampai pada kerugian.

Dekan penerimaan universitas Yale, Jeremiah Quinlan menyampaikan pada Quartz Media bahwa universitas secara eksplisit “mencari potensi” dari anak-anak yang diakui. Jeremiah berani bertaruh bahwa kantor penerimaan siswa seperti Stanford, MIT, dan universitas lainnya mencari hal yang sama. Jadi jangan terlalu khawatir dengan topik yang terdengar membosankan.

3. Tarik Kenangan yang Tidak Menyenangkan

Melukiskan gambaran terbaik tentang diri Anda sendiri mungkin terlintas di dalam esai Anda, sebaiknya singkirkan kesombongan dan harga diri Anda sejenak. Seringkali topik esai yang menarik perhatian dan paling kuat adalah topik yang menyampaikan ketidaksempurnaan Anda meleset.

Anda bisa memulai esai dengan memikirkan apa saja yang sudah Anda alami saat berjuang, membuat kesalahan, atau merasa malu. Reporter Teknologi Quartz Media Mike Murphy menulis esai pengalamannya yang terdampar di dasar Grand Canyon saat masih kecil.

Dalam esainya Mike menceritakan bagaimana dia dan kerabatnya secara tidak sengaja terpisah dalam perjalanan dan membawa suasana pembaca melalui tantangan yang dihadapinya hingga perjalanan menuju ke tempat aman. Di akhir esai, menceritakan tentang nada kerendahan hati dan pelajaran.

4. Ceritakan Sebuah Cerita – Meskipun Anda Mau

Saat menulis esai universitas, ambil resiko betapa kecil atau besar dan lebih baik daripada bermain aman. Cobalah menulis esai dengan versi yang berbeda, menulis dengan format yang berbeda, dan dan hanya untuk melihat apakah salah satu dari mereka beresonasi dari yang lain.

“Petugas penerimaan harus membaca sangat banyak esai yang secara fisik terlihat sama. Sebuah esai yang menonjol akan lebih mudah diingat,” ucap Editor Pertumbuhan Quartz Media Jean-Luc Bouchard. Dirinya menulis serangkaian puisi bertema tematik untuk esai penerimaan universitasnya dan meskipun puisi tersebut sangat buruk dan saya mendapatkan poin untuk mencoba sesuatu hal yang berbeda.

Menggerumit dengan esai Anda, anggap saja bukan sekedar esai dalam artian akademik melainkan kanvas kosong yang tidak bergeming. Gunakan kanvas kosong untuk menyajikan apapun yang Anda inginkan.

5. Bukti

Jalankan esai Anda melalui pengoreksian ejaan, mintalah seorang guru, teman, orang tua, atau konselor untuk membantu membacakan esai Anda. Kemudian mintalah lima orang yang menurut Anda bisa mengoreksi esai dengan baik.

Para petugas penerimaan siswa harus melewati puluhan hingga ratusan esai setiap harinya dan kebosanan menjadi faktor utama penyebab hiper-kritis terhadap kesalahan ketik dan tata bahasa yang kecil sekalipun. Perlihatkan kepada petugas penerimaan rasa hormat Anda yang kecil melalui pengoreksian ejaan dan peluang Anda untuk mengalahkan kandidat lain mungkin bisa terwujud. (Felita Herlina Ciciliani/Foto: Celestina).

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: