Tragis, Pengantin Perempuan Meninggal Sejam Sebelum Pernikahan

Mimpi indah tentang pernikahan pun kandas lantaran maut yang memisahkan.
, Majalah Kartini | 12/11/2016 - 08:00

MajalahKartini.co.id -Fana Maphumulo (43) telah menunggu 17 tahun agar bisa menikahi perempuan yang paling dia cintai. Sayangnya sang mempelai perempuan, Nana Mkhize (42), meninggal dunia satu jam sebelum upacara pernikahan digelar. Ruang resepsi telah disiapkan dengan dekorasi yang indah, ratusan tamu sudah berdatangan, upacara perkawinan tak bisa dibatalkan. Fana berdiri sendirian di altar dan berjanji memberikan cinta yang abadi untuk istrinya.

Sebelumnya di bulan Oktober, Nana berkata pada Fana tentang mimpi dia akan meninggal di hari pernikahannya. Dalam mimpi Nana, seorang perempuan meramalkan kematian tersebut. Lalu keduanya menganggap mimpi itu hanya lelucon dan bunga tidur. Tapi ternyata mimpi menjadi kenyataan. Nana yang tinggal di Umlazi, Durban, Afrika Selatan meninggal satu jam sebelum hari besarnya. Dia telah dirawat sehari sebelumnya, merasa lemah.

Dengan tabah, Fana tetap melanjutkan upacara pernikahannya. Dia bertanya kepada Pastur, bolehkan mengenakan dua cincin di jarinya. Pasangan ini telah bersama lebih dari 20 tahun. Mereka telah mempunyai empat anak dan sudah merancang pernikahan bertahun-tahun sebelumnya.

Pernikahan terasa sulit diwujudkan sebab tak punya cukup uang. “Saya berkata kepadanya di sebuah malam. Dia terbaring di rumah sakit tetapi tetap berjanji akan bersamaku hingga hari besar itu tiba,” kata Fana kepada dailysun.com. Pagi hari sebelum pernikahan, Nana sudah tak bisa menjawab panggilan Fana. Namun laki-laki itu tak punya pikiran buruk karena kata dokter masa kritisnya sudah lewat.

“Tapi pukul sembilan pagi, satu jam sebelum upacara, saya mendapatkan kabar buruk,” ujar Fana. Dia diberitahu istrinya telah meninggal. Fana sangat terkejut, perasaanya hancur. Di antara isak tangisnya, Fana meminta Pastur tetap melanjutkan upacara pernikahan. Fana sama sekali tak menyangka mimpi itu menjadi nyata. Sebagai seorang yang relijius, mereka tak percaya dengan ramalan dan firasat buruk.

Mfanufikile Mhlongo (43), pendamping pengantin, mengatakan Fana dan Nana sudah merencanakan pernikahan sejak lama. Fana, ujar Mfanufikile, bekerja keras untuk mewujudkan pernikahan impian. Dia bekerja sebagai pencuci mobil dan sopir taksi. “Saya gembira mendengar pernikahan mereka, tetapi saya sedih kisah cinta mereka berakhir seperti ini. Hidup serasa tak adil.” kata Mfanufikile. (Ndari Sudjianto/Foto: Dailysun)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: