Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Model Kemitraan

Memberikan harapan untuk menjadi instrumen mendorong pertumbuhan ekonomi peternak.
, Majalah Kartini | 24/10/2017 - 13:08

MajalahKartini.co.id – Model kemitraan menjadi salah satu mekanisme yang memungkinkan peternak kecil untuk dapat bertumbuh. Demi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mengukuhkan dirinya dengan mengembangkan program kemitraan. “Model kemitraan yang kami lakukan setidaknya dapat memberikan harapan untuk menjadi instrumen mendorong pertumbuhan ekonomi peternak,” ujar R. Artsanti Alif, Head of Corporate Communication & Social Investment JAPFA.

Model kemitraan ujarnya kembangkan dan disesuaikan dengan lini bisnis perusahaan tersebut. “Setidaknya saat ini ada tiga model kemitraan untuk kemandirian untuk pengembangan budidaya ayam, sapi, dan udang,” lanjutnya.

Lebih lanjut menurut Artsanti model kemitraan yang dikembangkan disesuaikan dengan model usaha tersebut. Hal ini menurutnya memastikan agar model kemitraan yang terbangun dapat terintegrasi dengan kegiatan bisnis sehingga dapat tercapai keberlanjutan.

“Melalui model kemitraan kami mengembangkan model Inclusive Bussines Practices, melalui model ini perusahaan kami membuka model bisnisnya dengan melibatkan masyarakat,” Jelas Artsanti. Model kemitraan tidak hanya melibatkan relasi antara JAPFA dan Peternak semata tetapi juga melibatkan sektor perbankan untuk membantu permodalan.

Upaya membangun kemitraan tersebut menurut Artsanti merupakan upaya perusahaan tersebut untuk bersama dengan pihak lainnya menjawab tantangan pengurangan kemiskinan sebagai bagian dari Agenda SDG’s.

“Kami berupaya untuk berkontribusi dalam pencapaian SGD’s dengan mendorong kemitraan bersama para pihak untuk mengentaskan kemiskinan,” ujar Artsanti. “Kami meyakini upaya pencapaian SDG’s perlu kontribusi semua pihak, dan dari sisi kami, kami mendukung dengan mengembangkan inclusive bussines model di semua lini usaha JAPFA,” Imbuhnya.

Kemitraan untuk Kemandirian

Model kemitraan yang dilakukan perusahaan ini terkait dengan tiga model bisnisnya, kemitraan ayam, Kemitraan Sapi Indukan, dan Kemitraan Petambak Udang. Masing-masing model kemitraan dibentuk dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki peternak serta bentuk kegiatan bisnisnya.

“Model kemitraan ayam misalnya merupakan bentuk kerjasama antara kami dengan peternak untuk membantu penyediaan DOC, pakan, pendampingan, hingga pasar pada akhir masa budidaya. Model ini akan sangat membantu peternak terutama peternak pemula dan kecil untuk mengantisipasi kerugian akibat perubahan harga pasar yang tidak stabil,” terangnya.

Selain model kemitraan ayam, lebih lanjut Artsanti menjelaskan pihaknya juga mengembangkan model kemitraan untuk sapi indukan. Model ini memberikan kemungkinan bagi peternak sapi untuk memelihara sapi indukan dan memperoleh anak sapi selama masa budidaya dan kerjasama.

“Sedangkan untuk model kemitraan indukan sapi, peternak akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari hasil panen anakan. Kami untuk model kemitraan ini memberikan dukungan berupa penyedian sapi bunting, pendampingan selama masa pemeliharaan, serta membantu pembelian sapi sesuai dengan harga pasar yang sedang berlaku,” jelas Artsanti.

Model ini selain menguntungkan untuk petani juga merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung penambahan jumlah sapi di Indonesia. Selain mengembangkan model untuk ayam dan sapi, melalui anak usahanya saat ini juga mengembangkan model kemitraan untuk petambak udang.

Model kemitraan yang diberi nama KAVAS (Kawasan Vanamei STP) tersebut mengorganisir petambak tradisional untuk meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan model budidaya. “Melalui program KAVAS, kami menyediakan pendamping teknis di setiap lokasi. Pendamping inilah yang mejadi mitra petambak selama masa budidaya. Selain pendamping, melalui program KAVAS ini kami membantu memberikan kepastian tersedianya Benur (bibit udang), Pakan, serta pasar pada akhir masa budidaya,” jelasnya.

Menurut Artsanti model pendampingan KAVAS memungkinkan peternak untuk menghasilkan udang yang berkualitas karena dibantu petambak dibantu oleh pendamping selama masa budidaya. Program KAVAS tersebut saat ini sedang dirintis di Pulau Sumbawa, Lombok, dan Bali. (Foto : Stiker)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: