Suling Sunda dan Gamelan Jawa Iringi Lagu The Beatles di London

Susheela Raman dan gitaris Sam Milis itu berkolaborasi dengan  empat musisi tradisional Indonesia dari Institut Seni Indonesia-Solo.
, Majalah Kartini | 04/02/2017 - 13:00
KBRI Gamelan
MajalahKartini.co.id – Lagu The Beatles berjudul “Tomorrow Never Knows,” memukau penonton yang memenuhi Gedung pertunjukan Roundhouse di daerah Camden, London, Rabu malam, 1 Februari 2017. Lagu itu diaransemen secara kreatif dengan gamelan Jawa dan suling Sunda yang dibawakan musisi Inggris Susheela Raman dan Sam Mills
Dilansir dari Antara, musisi Inggris , Susheela Raman dan gitaris Sam Milis itu berkolaborasi dengan  empat musisi tradisional Indonesia dari Institut Seni Indonesia-Solo. Mereka adalah  Gondrong Gunarto, Agus Prasetyo, Angger Widhi Asmara dan Rano Prasetyo.
Di tengah keheningan malam yang cukup dingin di kota London, alunan merdu gamelan mengawali lantunan perdana Moon yang dibawakan dengan sangat syahdu oleh Susheela Raman. Sementara petikan gitar Sam Mills dengan intens mencuri perhatian penonton di sela-sela tarikan suara sang vokalis yang turun naik menghangatkan ruang pertunjukan.
Kolaborasi musik modern dan tradisional mulai terasa pada lagu ketiga, No Name. Instrumen-instrumen musik modern seperti tarikan senar cello, bass dan gitar yang dimainkan musisi Inggris berpadu dengan hentakan pada tabla dari India serta pukulan bertalu-talu pada gong, saron dan bonang dari Indonesia. Suatu jam session yang mengagumkan dari para musisi berbakat dari ketiga negara tersebut.
Lengkingan suara suling yang dimainkan maestro gamelan kontemporer, Gunarto Gondrong, membuat penonton merasa penasaran dalam menentukan alunan sulingnya mengandung elemen Jawa dan Sunda. Setelah lebih dari satu setengah jam penonton dihibur dengan penampilan kolaborasi musik tiga negara yang sangat memukau, Susheela menutup dengan tembang pamungkas Tomorrow Never Knows, yang diaransemen secara kreatif dari lagu the Beatles.
Para penggemar the Beatles tentu sangat mengenali tembang yang satu itu. Namun mereka juga terpesona dengan sentuhan nada tradisional India dan Indonesia yang sangat dominan. Suguhan terakhir ini disaksikan secara berdiri oleh seluruh penonton yang sudah tidak tahan untuk bergoyang dan bertepuk tangan seakan tidak rela bila pertunjukan kolaborasi musik tiga negara tersebut segera diakhiri. (Foto: KBRI Budhapest)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: