Selamat! Tangerang Mendapat Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Kabupaten Layak Anak yang ideal yaitu mengusahakan pemenuhan terwujudkan 5 klaster anak.
, Majalah Kartini | 24/07/2017 - 12:03

Selamat!-Tangerang-Mendapat-Penghargaan-Kabupaten-Ramah-Anak

MajalahKartini.co.id – Dalam rangka pemenuhan hak-hak anak yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang dan terkhusus upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang sehingga mendapatkan prestasi di tingkat pemerintah pusat. Maka Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Tangerang memberikan apresasi dan selamat atas Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan sebagai Kota/ Kabupaten Layak Anak (KLA) dan penghargaan Pembuatan Akte Kelahiran Gratis oleh Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Riau pada tanggal 23 Juli 2017.

Kabupaten Layak Anak yang ideal, yaitu mengusahakan pemenuhan terwujudkan 5 klaster anak. Klaster 1: Hak Sipil dan Kebebasan, Klaster 2: Lingkungan Hidup dan Pengasuhan Alternatif, Klaster 3: Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Kalaster 4: Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Pengasuha,n dan Klaster 5: Perlindungan Khusus. “Masing-masing klaster tersebut terdiri dari indikator-indikator yang kita upayakan dapat terpenuhi,” ujar Ketua LPA, Kholidah Tamami melalui siaran persnya, Minggu (23/7).

Adapun usaha bersama untuk  mewujudkan Kabupaten Tangerang sebagai Kota, yaitu mengapresiasi bentuk serius Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai wujud pemenuhan Klaster 1 tentang Hak Sipil dan Kebebasan, yaitu fasilitasi pemerintah atas penyediaan pembuatan Akta Kelahiran gratis se-Kabupaten Tangerang. Fasilitasi tersebut sangat strategis memiliki dampak terhadap keluarga dan anak.

“Dampak bagi anak yaitu dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang PAUD/ TK dan SD yang mengharuskan melampirkan Akta Kelahiran. Dampak pada keluarga yaitu tercipta pengurangan nikah sirih di luar pencatatan KUA, karena pembuatan Akta Kelahiran mengharuskan melampirkan Surat Pernikahan dari KUA dan penyertaan Kartu Keluarga,” terang Kholidah. (Foto: Jawa Pos)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: