Ribuan Masker Disumbangkan ke Pengungsi Gunung Agung

Melalui asosiasi Paguyuban Pedagang LTC Glodok, ribuan pedagang gotong-royong memberikan bantuan masker dan sembako.
, Majalah Kartini | 11/10/2017 - 14:02

MajalahKartini.co.id – Saat ini hampir 100 ribu orang pengungsi, meninggalkan rumah mereka akibat tingginya aktivitas vulkanik Gunung Agung di Bali. Melihat fenomena ini, ribuan pedagang LTC (Lindeteves Trade Center) Glodok Jakarta tergerak hatinya bahu membahu membantu meringankan penderitaan para pengungsi dengan memberikan bantuan berupa ribuan masker dan sembako kepada ribuan pengungsi yang tersebar dibeberapa titik di daerah Bali.

Penyerahan bantuan dilakukan Asosiasi Paguyuban pedagang LTC Glodok Jakarta Barat melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). “Bantuan ini diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita yang ada di pengungsian, walaupun masih jauh dari yang dibutuhkan pengungsi. Bukan hanya masker dan sembakob kami juga memberikan genset,” kata Alex Suharly, Ketua P3SRS LTC Glodok dalam acara penyerahan bantuan oleh asosiasi pedagang LTC Glodok kepada ACT, di Jakartab Selasa (10/10).

Gunung yang tingginya mencapai 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami peningkatan aktivitas sejak satu bulan terakhir. Sebelumnya, tepatnya 14 September lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sempat meningkatkan status Gunung Agung dari ‘aktif normal’ menjadi ‘waspada’. Namun pemerintah telah menaikkan status menjadi “Awas”.

Adanya gempa vulkanik Gunung Agung di Bali yang terus menerus berlangsung menyebabkan masyarakat melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah tempat yang aman. Jumlah pengungsi Gunung Agung pun terus bertambah. Hingga Selasa (26/9/) pukul 12.00 Wita, jumlah pengungsi yang tercatat di Pusdalops BPBD Bali mencapai 75.673 jiwa. Pengungsi ini tersebar di 377 titik pengungsian di 9 kabupaten/kota di Bali. Dan diperkirakan data jumlah pengungsi masih bertambah karena pendataan masih terus dilakukan.

Catur Widodo, Head of Partnership Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga kemanusiaan pada tahun 2015 pernah menangani bencana alam Tsunami di Aceh, bukan hanya itu saja, ACT juga berperan aktif dalam bencana global baik dalam negeri maupun luar negeri. “Saat ini bencana di pulau Bali, Gunung Agung kondisinya memang belum meletus tapi peningkatan status dari Waspada” menjadi “Awas” artinya jika status ini meningkat menunjukkan bahwa tingkat kerawanan potensi bencana makin dekat,” kata Catur.

Menurut Catur, Gunung Agung terakhir meletus pada tahun 1963. Peristiwa ini membutuhkan waktu hampir satu tahun, mulai dari mengeluarkan panas sampai erupsi. “Dan yang terakhir terjadi di Gubung Agung bisa jadi panjang sampai beberapa bulan berikutnya,” katanya. Saat ini, kata Catur, ada 143.880 jiwa pengungsi dalam kondisi darurat sehingga mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. “Pengungsi tersebar di beberapa titik di sekitar gunung agung. Sejak awal ini terjadi, kita langsung buka posko, kita berusaha bagaimana meringankan korban di sana,” jelasnya.

Berdasarkan sebaran pengungsi di kabupaten/kota, sebanyak 756 pengungsi berada di 9 titik pengungsian di Kabupaten Badung. Lalu Kabupaten Bangli 29 titik (4.890 jiwa), Kabupaten Buleleng 24 titik (8.518 jiwa), dan Kota Denpasar 27 titik (2.539 jiwa). Kemudian di Kabupaten Gianyar 12 titik (540 jiwa), Jembrana 4 titik (82 jiwa), Kabupaten Karangasem 93 titik (37.812 jiwa), Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa), dan Kabupaten Tabanan 17 titik (1.080 jiwa).

“Ribuan masker dan sembako rencannya akan distribusikan ke beberapa posko penampungan pengungsi di lokasi Karang Asem, dimana jumlah pengungsi terbilang cukup banyak. Bantuan dari pedagang LTC Glodok ini akan disalurkan melalui ACT,” lanjut Alex.(Foto : Andim

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: