Rambut Palsu Indonesia Sasar Negara Potensial

Kementerian Perdagangan berencana menyasar pasar potensial produk rambut palsu untuk meningkatkan prestasi surplus produk tersebut.
, Majalah Kartini | 22/01/2017 - 19:02

Rambut-Palsu-Indonesia-Sasar-Negara-Potensial

MajalahKartini.co.id – Potensi meningkatkan surplus ini didasarkan analisis yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag. Saat ini, ekspor produk rambut palsu Indonesia didominasi ke Amerika Serikat (AS). Perdagangan produk rambut palsu Indonesia secara keseluruhan mencatat surplus yang cukup tinggi yakni USD 338,5 juta pada 2015. Indonesia memiliki pangsa sebesar 7,28% terhadap total  ekspor dunia.

“Untuk meningkatkan surplus, Indonesia perlu menggali potensi-potensi tersebut agar tidak terlalu bergantung pada AS mengingat kondisi perdagangan luar negeri di AS yang diperkirakan akan lebih protektif terhadap impor di masa mendatang. Berdasarkan analisis kami, negara-negara pasar potensial untuk produk rambut palsu Indonesia, yaitu Bangladesh, Nigeria, Iran, Inggris, dan
Belanda,” jelas Kepala BP3 Kemendag Tjahya Widayanti di Jakarta, Jumat (20/1).

Menurut negara tujuan, AS merupakan pasar utama produk rambut palsu Indonesia dengan pangsa 66,94% dan mencatat tren kenaikan rata-rata yang cukup tinggi sebesar 5,67%. Selain AS, produk rambut palsu Indonesia juga memiliki pangsa di Malaysia (12,66%), Inggris (4,69%), Jerman (3,42%), Korea Selatan (2,61), dan Kanada (0,83%.).

Tjahya menambahkan, AS mendominasi permintaan produk rambut palsu dunia dengan pangsa 48,38% atau dengan kata lain, menyerap hampir setengah pasokan produk rambut palsu dunia. Pangsa pasar selanjutnya diikuti Nigeria (9,86%), Jepang (4,68%), dan Uni Emirat Arab (4,12%).

Pasar AS juga masih menunjukkan tren impor yang positif sebesar 1,64%. “Hal ini menunjukkan bahwa permintaan impor produk rambut palsu diperkirakan masih akan meningkat. Tingginya permintaan impor terutama berasal dari tren kecantikan menggunakan hair extension yang terjadi saat ini di pasar AS. Pengaruh dunia entertainment yakni mengikuti tren rambut selebritas merupakan faktor utama tingginya permintaan produk rambut palsu di AS,” lanjut Tjahja.

Saat ini, Indonesia merupakan eksportir kedua terbesar rambut palsu di pasar dunia setelah RRT. Negeri Tirai Bambu itu masih menjadi pesaing utama Indonesia di pasar global dengan pangsa 78,59%. Ekspor rambut palsu RRT juga masih mencatat tren kenaikan yang signifikan yaitu 13,82%. Indonesia juga perlu mewaspadai negara kompetitor lain yang cukup tinggi tren kenaikan ekspornya, seperti Bangladesh (99,98%), Senegal (87,97%), Inggris (19%), AS (13,04%), dan Filipina (12,94%).

Tjahya juga memaparkan strategi khusus untuk mengoptimalkan ekspor produk rambut palsu Indonesia. Pertama, meningkatkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri untuk melakukan koordinasi dan fasilitasi pertemuan bisnis antara pelaku usaha di bidang kecantikan, persalonan, dan ritel alat kosmetik di negara tujuan dengan produsen dan eksportir produk rambut palsu Indonesia. Kedua, mengikuti pameran dagang dengan mengikutsertakan pelaku industri produk rambut palsu serta industri kosmetik dengan membuka stan atau make over kosmetik untuk mempromosikan produk rambut palsu serta produk kosmetik Indonesia. (Foto: Istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: