PSK Lansia Berkeliaran di Korsel

Karena biaya hidup yang tinggi, wanita-wanita tua di Korea Selatan terpaksa menjadi pelacur di jalanan.
, Majalah Kartini | 14/03/2017 - 22:04

 

Ilustrasi prostitusi. GAMBAR/SHUTTERSTOCKMajalahKartini.co.id – Korea Selatan merupakan negara dengan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang cukup banyak. Sayangnya, karena biaya hidup yang tinggi kebanyakan dari mereka hidup dalam kemiskinan. Bahkan, hampir setengah dari penduduk berusia 65 tahun ke atas harus menghasilkan 200.000 won atau sekitar dua juta rupiah per bulan yang kurang dari setengah pendapatan rata-rata nasional.

Ini adalah alasan utama dalam beberapa tahun terakhir jumlah ‘Bacchus wanita’ meningkat di Seoul. Istilah itu sendiri merujuk pada pelacur-an yang dilakukan oleh para wanita lansia. Seperti yang pernah diungkap oleh Channel News Asia dalam sebuah film dokumenter mereka. Dalam film tersebut, mereka mewawancarai Madam Park (78), salah satu pelacur lansia yang berkeliaran di jalanan pusat distrik Jongo, Seoul.

Pelacur Lansia Berkeliaran di Korsel

Madam menikahi saat berusia 19 tahun, tapi suaminya adalah seorang pecandu judi dan mereka terpaksa kehilangan rumah karena kebiasaan buruk tersebut. Suaminya meninggalkan Park begitu saja dalam keadaan miskin dan empat anak. Gaji sebagai pembantu, sudah tentu tidak cukup untuk membuat anak-anaknya bersekolah. Anak-anaknya terpaksa bekerja sementara mereka tinggal di rumah kerabat yang amat kecil.

Pada saat usianya 70 tahun, ia didiagnosis dengan arthritis parah dan harus membayar biaya pengobatan tiap bulannya. Putus asa, ia memutuskan menjadi Bacchus. Meski tidak bisa berjalan karena nyeri di kaki, ia harus berdiri di jalanan selama minimal 6 jam setiap hari untuk menunggu pelanggan. “Bahkan jika saya akan mati, saya perlu obat. Ini sangat menyakitkan,” kata Park seperti dikutip dari Worldofbuzz. (Foto: shutterstock)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: