Produksi Petani Organik Bersaing ke Kancah Internasional

Kerjasama antara MIO dan 2.500 petani di Indonesia untuk memproduksi produk pertanian organik bertaraf internasional telah meningkatkan lebih dari 50% pendapatan.
, Majalah Kartini | 13/01/2017 - 08:07

Produksi Petani Organik Bersaing ke Kancah Internasional

MajalahKartini.co.id – Visi, PT Mega Inovasi Organik (MIO), sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang agrikultural untuk menyejahterakan petani Indonesia kian membuahkan hasil. Kerjasama antara MIO dan 2.500 petani di Indonesia untuk memproduksi produk pertanian organik bertaraf internasional ini telah meningkatkan lebih dari 50% pendapatan serta meningkatkan kualitas hidup para petani.

Dippos Naloanro Simanjuntak, founder dan CEO PT Mega Inovasi Organik dalam rilisnya, Rabu (11/1) dalam rilisnya, Rabu (11/1) mengungkapkan bahwa hal ini membuktikan bahwa dengan ketekunan dalam meningkatkan produktivitas, petani Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik. “Demikian pula dengan hasil produksi tani organik Indonesia yang dapat bersaing di kancah internasional. Hal ini menjadi bentuk dukungan dan perwujudan terhadap program Nawacita pemerintah untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional,” kata Dippos.

Abu Toyib, salah seorang petani di desa Tepus, Kulonprogo, Yogyakarta mengatakan, “PT MIO yang selama ini membimbing saya yang tadinya saya hanya bisa membuat gula cetak hingga akhirnya bisa membuat gula semut yang bisa menembus ke dunia internasional. “Kami yang sebelumnya hanya petani deres dapat menjadi semakin sejahtera. Harapannya masyarakat semakin sukses dan juga usaha kami maju,” ujar Abu Toyib dalam rilisnya, Rabu (11/1).

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2011 PT Mega Inovasi Organik (MIO), sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang agrikultural organik berhasil bekerjasama dengan lebih dari 2.500 petani diantaranya Kulonprogo, Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Pontianak untuk menghasilkan produk berkualitas premium langsung dari dari lahan pertanian organik yang kemudian diproses secara tradisional dengan menjaga standar mutu kesehatan produk.(Foto: Dok. MIO)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: