Perempuan Cantik Ini Senang Bermain Ular dan Iguana

Tidak sedikit para perempuan ikut menggeluti hobi memelihara hewan reptil. Salah satunya perempuan cantik yang berdomisili di Depok, Jawa Barat ini, yakni Umaya Khusniah.
, Majalah Kartini | 04/11/2016 - 14:31

perempuan-cantik-ini-senang-bermain-ular-dan-iguana

MajalahKartini.co.id – Meski mayoritas digeluti oleh kaum laki-laki, tidak sedikit pula para perempuan ikut menggeluti hobi memelihara hewan reptil. Salah satunya perempuan cantik yang berdomisili di Depok, Jawa Barat ini, yakni Umaya Khusniah.

Ia bercerita, kesukaannya terhadap hewan reptil itu saat masuk kuliah semester akhir pada tahun 2011 lalu. Sebelumnya ia hanya memelihara hewan biasa yang tidak membahayakan dengan ongkos makan dan beli yang terjangkau. Selain itu, alasan lainnya itu unik, ia memelihara hewan peliharaan untuk menemaninya di kamar kosan.

“Saya suka hewan peliharaan sejak Kelas 2 di SMA 1 Klaten, kira-kira tahun 2005. Meski masih satu kabupaten, karena jaraknya jauh antara kecamatan Polanharjo ke sekolah, terpaksa saya memutuskan untuk ambil kos. Karena pulang kos terasa sepi saya mulai pelihara hewan, tetapi yang tidak merepotkan dan enteng dikantong, saat itu yang sedang booming adalah ikan lou han, jadi ambil lah itu sebagai peliharaan. Setiap hari rasanya ada teman yang selalu merindukan saya untuk pulang ke kos,” ceritanya saat dihubungi MajalahKartini.co.id, Kamis (3/11).

Ikan lou han itu, kata Maya sapaan Umaya, dihibahkan ketika lulus Sekolah Menengah Atas kepada teman yang tinggal tidak jauh dari kosnnya itu. Hal itu pun terjadi kembali ketika Maya menginjak bangku kuliah, karena satu kamar kos bersama adiknya yang kala itu masih SMA, mereka berdua mencari hewan peliharaan yang sama-sama disukai dan enteng dikantong, jatuhlah pada pilihan yang sedang booming juga kala itu, yakni hamster. Namun, menjelang semester akhir, ia gelisah ingin memelihara hewan lain.

Saat itu, ketika sedang bermain dilingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta ia melihat seorang perempuan membawa peliharaan ular kecil yang melingkar di lengannya. Dari sinilah awal mula perempuan yang berusia 28 tahun ini timbul akan kecintaanya terhadap reptil. Keinginan memelihara reptil semakin kuat ketika ia hijrah ke Jakarta untuk bekerja.

“Saya browsing-browsing komunitas reptil. Kebetulan teman saya domisili Depok kasih info komunitas reptil namanya Deric. Sambutan mereka hangat dan saya dikenalkan berbagai macam ular yang bisa dipelihara oleh pemula. Awalnya saya pelihara ular condro, atau sering disebut Green Tea Python (GTP) yang saya beli dari teman. Ini ular endemik Indonesia bagian Timur. Kemudian dapat hibah ular sanca molurus dari teman di Klaten, beberapa bulan kemudian nambah lagi ular boa,” ujarnya. Maya juga mengaku tidak hanya memelihara beberapa jenis ular, ia juga memelihara iguana.

Memelihara ular, kata Maya, tidak merepotkan pekerjaannya sebagai wartawan yang kerap pergi ke luar kota untuk beberapa hari. Sedangkan untuk iguana, dengan trik khusus, dia bisa ditinggal selama 3-4 hari dengan pakan yang tersedia di kandang dan selalu fresh. “Maka kalau memelihara yang ritme makannya pendek, kasihan mereka (hewan peliharaan). Sementara kalau ular, bisa awet berminggu-minggu tidak makan. Ini terkadang meringankan beban perasaan saya ketika harus meninggalkan mereka untuk keluar kota,” tuturnya. Untuk tantangannya sendiri sebagai perempuan, tidak ada perbendaan tantangan baik perempuan atau laki-laki saat memelihara hewan reptil jenis ular. Menurutnya, yang memebedakan hanya mental. (Sophian/Foto: Istimewa)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: