Peluang Bisnis Kue untuk Natal dan Tahun Baru

Chef Koko Hidayat berbagi tips kepada para peserta mengenai tipe-tipe kue yang dapat dikembangkan para pelaku usaha dalam menyambut natal dan tahun baru.
, Majalah Kartini | 09/11/2017 - 09:15

MajalahKartini.co.id – Akhir tahun merupakan waktu yang dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Momen ini juga merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh para penjual kue dan makanan ringan dimana permintaan parsel berisikan kue kering melonjak tajam. Menjelang akhir tahun, Filma dan Palmboom merek minyak kelapa sawit dan margarine Indonesia mengadakan kegiatan Media Baking Workshop di fasilitas Research and Deveiopment (R&D) center perusahaan di Kawasan Industri di Marunda, Bekasi, Rabu (8/11).

Selain mendapatkan kesempatan untuk belajar membuat hidangan menarik untuk natal dan tahun baru, para peserta (media) juga berkesempatan melihat pusat penelitian dan pengembangan perusahaan tersebut. Dalam Baking Workshop kali ini, Chef Koko Hidayat dan Chef James Pasalbessy, Technical Service Manager dari Sinar Mas Agribusiness and Food berbagi tiga resep yaitu Orange Choco Financier, Tuna Fritter dan Apricot Windows Cookies yang mudah untuk dibuat, praktis, Iezat serta cocok untuk menjadi menu pilihan paket parsel di tahun baru.

“Dalam workshop hari ini, untuk pembuatan Tuna Fritter, kita akan menggunakan FILMA Goodfry Deep Frying Fat yang sangat sesuai untuk menggoreng dengan teknik deep-fry. Dengan produk ini, kita dapat menggoreng dengan jumlah besar secara berulang-ulang namun tetap dengan hasil yang terjaga kualitasnya. Terdapat haI-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih minyak goreng antara Iain biaya per porsi gorengan yang ekonomis dengan hasil yang optimum,” ungkap Chef James.

Di sela-sela acara Baking Demo, Chef Koko Hidayat berbagi tips kepada para peserta mengenai tipe-tipe kue yang dapat dikembangkan para pelaku usaha dalam menyambut natal dan tahun baru. Jenis-jenis kue yang banyak digemari adalah kue-kue yang mengandung krim, keju dan kue-kue kering yang berkiblat ke negara-negara barat.

“Banyak dari kue-kue tersebut menggunakan butter yang harganya cukup mahal. Inovasi baru yang kita lakukan adalah mengganti Iemak hewani yang selama ini digunakan dalam pembuatan kue-kue, kue kering dan roti menjadi Iemak nabati yang lebih sehat dengan rasa dan wangi yang tidak kalah lezatnya,” ujar Chef Koko.

Dalam kesempatan yang sama, para peserta Baking Workshop diajak melihat fasilitas R&D Center yang memiliki teknologi terkini guna menghasilkan produk turunan kelapa sawit terbaik. Di dalamnya terdapat lima lantai dengan fungsi yang berbeda. Lantai pertama adalah studio kreatif dimana baking demo dilakukan. Di lantai ini, cikal-bakal produk baru dikembangkan dan diuji sampai aplikasinya. Di lantai dua, terdapat area Pilot Plant disini produk-produk baru yang telah dikembangkan diproduksi dalam skala kecil untuk dipersiapkan untuk skala produksi yang lebih besar. Di lantai tiga terdapat lab terakreditasi untuk melakukan analisa sample dengan proses kimia dan metode pengukuran. Sedangkan lantai empat dan lima digunakan untuk area kantor dan auditorium.

“Kegiatan penelitian dan pengembangan yang kami Iakukan sangat penting seiring dengan upaya perusahaan untuk mengatasi sejumlah kekhawatiran mengenai minyak sawit. Olahan terkait kesehatan. Salah satu inovasi terbaru yang kami Iakukan pada awal tahun ini adalah memformulasikan kembali produk perusahaan agar dapat menghilangkan asam lemak trans (trans fat free), tanpa mengorbankan mutu produk,” jelas Paul Wassell, Head of R&D Sinar Mas Agribusiness and Food. (Foto: Andim)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: